
Semua dosen wanita yang ada di dalam ruangan itu sedang bergosip tentang Al. Mereka dengan pemikirannya masing-masing mendeskripsikan sosok yang sesuai dengan mau mereka. Sementara Al sudah keluar dari ruang itu.
Al berjalan masuk ke ruang kelas Queen. Ia berdiri di depan meja sambil membacakan absensi. Satu persatu mahasiswa di panggil sebagai cek kehadiran. Al melihat Queen yang datang dan terlihat baik-baik saja setelah kejadian tadi malam.
"Baguslah jika masuk kelas hari ini." Jawab Al dalam hati sambil menutup absensi.
" Baiklah, kita mulai dengan materi selanjutnya. Aku akan memberikan sebuah tontonan untuk kalian, dan kalian silahkan dalam waktu 30 setelah menonton untuk memberikan rangkuman berupa tulisan yang terdapat dari cerita." Jawab Al dengan membuka laptop miliknya dan menghidupkan layar yang berada di belakang atas punggung ya menyala.
Semua orang mengeluarkan buku dan pulpen untuk mencatat beberapa hal penting saat tayangan yang di putarkan. Al berjalan ke sela-sela jalan kursi mahasiswa. Terutama berdiri di samping jendela dekat dengan kursi Queen.
"Queen Aleska atau Sella Queen. Siapa sebenarnya kau ini sekarang dan aku yakin bahwa yang menyelamatkan aku waktu itu adalah Queen Aleska." Jawab Al dalam hati melihat dari sisi punggung Queen.
Tontonan yang di putar sekitar durasi 30 menit. Suasana di dalam kelas sangat hening, semua orang sangat fokus melihat layar yang ada di depan dan mengamatinya sangat intens. Beberapa orang juga menonton sambil menulis di buku catatan mereka.
Untuk tidak menonjol, Al tetap berjalan di sisi satu ke sisi lainnya mengelilingi kursi mahasiswa. Al juga memberikan semangat untuk mereka untuk fokus.
"Baiklah, sudah selesai. Waktunya kalian mencatat apa hasil dari yang telah kalian lihat dari film pendek ini." Jawab Al.
"Baik pak." Jawab mereka dengan kompak.
Mereka semua mulai sibuk dengan menggerakkan penanya diatas kertas. Berfikir dengan cermat apa yang mereka tonton dan menuangkannya lewat dari tulisan. kata perkata mulai tertulis di atas kertas menjadi sebuah kalimat. Kalimat itu tersusun dari beberapa kalimat yang membuat menjadi paragraf. Dan beberapa paragraf mulai tertulis dalam kertas mereka. Al yang menunggu hasil rangkuman mereka dengan duduk di kursi dosen yang ada di depan sambil memainkan ponselnya yang tidak terlihat karena tertutup dengan bunga.
Queen yang sebenarnya tidak mengerti apa maksud dari menceritakan kembali apa yang telah di tonton dari tayangan film pendek tersebut. Queen hanya menceritakan tentang alur dan penokohan dari film pendek itu. Queen juga memberikan saran dan masukkan dalam pembelajaran yang di dapat dari film tersebut. Queen sama sekali tidak pernah belajar dengan detail apa yang harus di ceritakan ketika melihat film.
"Apakah ini sudah benar?" tanya Queen dalam hati melihat kertas putih yang sudah menjadi banyak tinta yang tertulis. Queen membaca ulang apa yang ia tulis sambil mengingat tayangan yang baru saja ditonton olehnya.
"Apakah sudah selesai? Waktu kalian tinggal 10 menit. Dan untuk yang telah menyelesaikan tugas dadakan ini silakan di kumpulan di depan." Jawab Al.
"Baik pak." Ucap mereka semua namun setelah itu melihat satu sama lain bahwa belum ada satu orang pun yang menyelesaikan tugas ini.
"3, 2 1. Semuanya silahkan kumpulkan tugas itu ke depan.
"Queen kau sudah siap?" tanya Fiona.
__ADS_1
"Sud ah, tapi tidak begitu yakin bahwa yang sedang aku tulis ini sudah memenuhi syarat dalam melakukan rangkuman film pendek." Jawab Queen.
"Jangan berfikir pesimis, harus optimis. Sudahlah kita kumpul saja." Jawab Fiona dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan mu?" tanya Queen.
"Aku juga sudah selesai, namun seperti yang sedang kamu katakan bahwa aku tidak begitu yakin dengan apa yang sudah aku tuliskan." Jawab Fiona.
"Ahh, kenapa ini begitu berdebar." Jawab Fiona lagi.
"Hahahah, tidak apa-apa. Lagian ini hanya sekedar tugas harian. Masih ada tugas-tugas lainnya yang bisa di lakukan jika kita gagal hati ini." Jawab Fiona lagi untuk menjawab kekhawatirannya.
" Tenang saja, mencoba memulai bukan berarti gagal. Jika tidak berani mencoba baru bisa dikatakan gagal sebelum berjuang." Jawab Queen.
"Wah...." Ucap Fiona dengan memandang Queen.
"Kenapa?" tanya Queen.
"Kata-kata mu membuat ku terharu." Jawab Fiona.
"Kau mau kemana?" tanya Fiona
"Tentu saja mengumpulkan ini. Mereka sudah ke depan semua mengumpulkan kertasnya." Jawab Queen.
"Hahah aku lupa, aku ikut." Jawab Fiona yang juga berdiri.
Mereka mengumpulkan lembaran itu di depan.
"Baiklah, semua rangkuman kalian tentang film pendek sudah di tanganku. Besok aku akan menampilkan nilai kalian melalui email kalian masing-masing." Jawab Al yang sedang merapikan kumpulan kertas itu di meja.
"Baik pak." Jawab mereka.
"Sebelum Aku ingin mengakhiri perkuliahan ini, aku memberikan tugas kepada kalian untuk mencari partner dalam menyelesaikan tugas kelompok. 1 kelompok saya terdiri dari 2 orang saja agar tidak terlalu banyak yang pada akhirnya nanti yang bekerja hanya satu atau dua orang saja. Jadi jika dua orang dalam satu kelompok maka bisa mengerjakan tugas kelompok ini secara bersama-sama. Untuk tugas apa yang akan dikerjakan akan saya beritahu saat masuk kembali mata kuliah saya." Jawab Al dan melihat respon mereka yang langsung menetap teman dekatnya untuk dijadikan sebagai partner kelompok pada mata kuliah ini.
__ADS_1
"Semuanya sudah jelas?" tanya Al lagi.
"Sudah pak." Jawab Al.
"Baiklah, kita akhiri perkuliahan ini dan sampai jumpa kembali." Jawab Al dengan tersenyum tipis berjalan membawa kumpulan kertas itu beserta bukunya keluar kelas.
"Queen!" panggil Fiona dengan menarik baju lengan kiri Queen.
"Ada apa?" tanya Queen.
"Bisakah kita sekelompok?" tanya Fiona.
"Tentu saja. Bukankah teman ku selama ini hanya kau sendiri saja?" tanya Queen.
"Heheh iya juga. Maafkan aku, gara-gara aku kau hanya memiliki teman seperti ini saja." Jawab Fiona.
"Tidak apa-apa. Itu tidak terlalu merepotkan ku jika hanya memiliki satu teman saja." Jawab Queen dengan pelan.
"Apa yang kau katakan Queen?" tanya Fiona.
"Tidak apa-apa. Ya sudah aku setuju tentang kita satu kelompok." Jawab Queen.
"Benarkah?" tanya Fiona yang begitu bahagia ketika Queen menyetujui hal ini.
"Iya." Jawab Queen dengan menganggukkan kepalanya dan menyimpan beberapa alat tulis yang ada di meja ke dalam tasnya.
"Queen memang terbaik." Jawab Fiona dengan sangat senang sambil memeluk Queen.
"Fiona lepaskan pelukanmu dari tubuhku karena aku tidak nyaman."Jawab Queen.
"Maaf, maaf aku terlalu senang sehingga tidak dapat mengontrol diriku untuk memelukmu." Jawab Fiona.
"Lain kali Jangan sembarang untuk memeluk orang lain apalagi itu seorang lelaki." Jawab Queen.
__ADS_1
"Tentu aku tahu." Jawab Fiona dengan tersenyum.