
Like dulu yok sebelum membaca biar gak lupa 🤭🙏🙏🙏
"Benarkah?" tanya Queen.
"Iya. Aku harap nona juga akan mencintai tuan Al. Setidak ya aku ingin selalu melihat senyuman tanpa beban yang aku lihat tadi akan selalu menjadi pemandangan yang aku lihat." Jawab Anggun yang baru pertama kali melihat Al yang begitu bahagia dalam senyuman yang diberikan oleh Al untuk Queen.
"Kenapa tidak memiliki banyak wanita yang bisa di pakai setiap mal secara bergantian, bukankah dia memiliki segalanya?" tanya Queen yang memancing ingin mengetahui tentang Al.
"Nona sungguh keterlaluan jika berfikir seperti itu. Walaupun tuan Al itu memiliki segalanya tapi proses dia mendapati hal itu dan juga tujuan ia sampai pada puncak hari ini bukan untuk menjadi lelaki brengsek." Jawab Anggun yang menjadi sedikit kesal.
"Maaf kalau saya berbicara lancang. Apakah ada benar-benar istri tuan Al? Kenapa anda tidak mengetahui tentang tuan Al? Saya tidak berhak menceritakan tentang tuan Al keseluruhannya karena saya juga tidak mengenal begitu dalam tentang tuan Al. Yang aku ketahui bahwa dia adalah lelaki yang baik. " Jawab Anggun.
"Hahaha, ternyata kau menyadari bahwa aku hanya ingin mengetahui tentang Al dari cerita mu." Jawab Queen.
"Nona, sudah aku katakan tadi bahwa apapun yang ingin anda tanyakan saya akan menjawab semampu saya. Tapi tidak dengan cara menjelekkan tuan Al. Atau berfikir sempit tentang tuan Al." Jawab Anggun.
"Ternyata benar, bahwa kau memang orang kepercayaan Al." Jawab Queen tersenyum lagi.
"Maksud Anda?" tanya Anggun.
"Singkat cerita, sebelum tiba di kantor. Al mengatakan bahwa kamu yang akan menjadi teman ku menunggu dia bekerja. Dan dia mengatakan bahwa jika aku ingin mengenalnya lebih baik lagi, selain mendengar dari dirinya sendiri. Alangkah baiknya juga bertanya kepada orang sekitarnya." Jawab Queen.
"Jadi benar bahwa anda sengaja membuat saya hampir marah?" tanya Anggun.
"Mungkin." Jawab Queen tersenyum.
"Nona..." panggil Anggun yang merengek karena telah di kerjain oleh Queen.
__ADS_1
"Aku belum bisa berjanji bahwa bisa mencintai dia atau tidak. Tapi setidaknya sudah berusaha untuk mencoba. Dan selama ini juga, Al sudah melakukan hal yang tidak bisa aku bayangkan tentang kebaik-kebaikannya kepada ku." Jawab Queen mengakui itu.
"Tapi setidak ya anda mau mencoba. Nona Queen satu pesan ku kepada mu." Ucap Anggun namun di hentikan oleh pelayan kafe yang datang membawa makanan.
"Silahkan anda makan dulu." Jawab Anggun.
"Ceritalah, aku akan mendengarkan sambil kita makan. Jangan sungkan untuk berbicara formal. Anggap saja kita sedang mengobrol sesama teman." Jawab Queen.
"Perempuan ini tadi begitu dingin. Sekali berbicara terlalu mendominasi dan seketika baik sekali." Jawab Anggun dalam hati melihat Queen yang menawarkan dirinya untuk makan.
"Katakan saja apa yang kau ketahui tentang Al, apapun itu. Aku akan mendengarkannya." Jawab Queen.
"Tuan Al adalah lelaki kutub Utara yang begitu dingin dan sulit untuk di tempati. Banyak wanita yang ingin bertemu dengannya namun tidak satupun yang mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Dia hanya akan menjadi orang lain di luar. Wajah ya yang tampan tidak mungkin tidak mengundang banyak wanita untuk dekat dengannya. Namun, tidak ada satu wanita pun yang berhasil mendekatinya." Jawab Anggun.
"Tidak pernah sekalipun melihat ya berpacaran?" tanya Queen.
"Tanpa di sadari, tuan Al sudah memberikan harapan-harapan kepada kami yang mana kami kehilangan harapan itu. Jika bukan karena tuan Al, mungkin kami entah akan menjadi apa pada saat ini. Tuan Al mampu menemukan bakat yang tidak bisa kami ketahui." Jawab Anggun.
"Berapa banyak orang yang sudah di tampung dia seperti kalian?" tanya Queen.
"Saya tidak tahu pasti. Tapi di mansion penuh dengan orang-orang kepercayaannya miliknya. Dan di setiap sudut kota bahkan jajaran yang berada di kursi tahta negeri ini. Panti asuhan, pantai jompo, anak pedesaan, dan sebagainya." Jawab Anggun lagi.
"Ada 100 orang?" tanya Queen.
"Mungkin ada ribuan." Jawab Anggun.
"Dari mana dia bisa membiayai kalian semua?" tanya Queen.
__ADS_1
"Kami di biasakan harus melakukan sesuatu secara mandiri dan menjadikan untuk bertahan hidup karena usaha yang kami lakukan. Kami akan bekerja sesuai dengan skill kami. Dan kami akan diberikan pelajaran untuk menghasilkan uang. Biasanya kami akan melakukan ujian dan memberikan rekomendasi harus mengambil pelajaran apa dan bekerja apa." Jawab Anggun.
"Dia mendidik kalian dengan begitu baik?" tanya Queen.
"Iya. kami akan bekerja di salah satu perusahaan miliknya. Dia membiayai kami semua karena kami membantunya mencari uang tersebut. Entah membantu menjadi driver atau bahkan hanya seorang office boy." Jawab Anggun.
"Jadi kalian di manfaatkan untuk bekerja di perusahaan milik ya?" tanya Queen.
"Tuan Al hanya bertujuan untuk membuka peluang pekerjaan untuk mereka yang membutuhkan. Lagi pula banyak orang yang di bantu oleh tuan Al. Kami juga akan suka rela melakukan hal itu untuk membantu tuan Al. jika bukan karena dia mungkin banyak yang berakhir menjadi gelandangan tidak memiliki tempat tinggal dan juga pekerjaan." Jawab Anggun.
"Jadi kalian membalas jasa yang telah di lakukan oleh Al?" tanya Queen.
"Tentu nona." Jawab Anggun.
"Apalagi yang kau ketahui tentang Al?" tanya Queen.
"Saya tidak begitu mengenal tuan Al. Seperti yang sudah saya katakan bahwa dia itu misterius. Yang kami ketahui tentangnya hanyalah apa yang di tunjukan olehnya kepada kami. Kami juga jarang berkomunikasi langsung kepadanya. Yang sering berkomunikasi langsung dengannya hanya tuan Joy dan tuan Sam. Sedangkan dengan kami dia akan berkata melalui tuan Joy atau tuan Sam." Jawab Anggun kepada Queen.
"Jadi seperti itu." Jawab Queen yang mengambil gelas jus yang berada di hadapannya dan meminumnya.
"Nona kita makan terlebih dulu," tawaran Anggun kepada Queen karena ia juga sebenarnya sudah dehidrasi karena sejak tadi menerangkan segala aspek denah kantor dan menceritakan tentang Al yang di ketahui olehnya.
"Silahkan, minumlah kau juga sejak tadi sudah menjelaskan denah perusahaan ini dan juga sudah menjelaskan tentang Al apa yang kamu ketahui." Jawab Queen yang tersenyum tipis kepada Anggun.
"Kenapa senyumannya hampir sama dengan tuan Al. Senyuman yang memiliki banyak rahasia." Jawab Anggun dalam hati melihat senyuman Queen.
"
__ADS_1