
"Ayah tidak bisa menemukan siapa dalang yang telah memerintahkan ayah di masa lalai karena data yang ada di organisasi telah di hapus. Ayah kira semuanya berakhir, tapi ternyata tidak. Al menemukan cela itu dan Queen telah menemukan kebenaran tersebut tanpa di sengaja. Jadi sudah jelas bahwa kalian lebih unggul menyelesaikan masalah ini di bandingkan Ayah." Jawab Alex.
"Lalu kenapa semua orang ada di sini?" tanya Queen.
"Ayah dan Sella sudah datang mengunjungi Bram dan Stella untuk menjelaskan semua yang tejadi. Mereka berhak tau apa yang sebenarnya terjadi." Jawab Alex.
"Iya kakak, terimakasih telah menjadi aku ketika aku tidak ada. Ayah dan Mama tidak merasa kehilangan." Jawab Stella.
"Syukurlah, sekarang kau bisa bersama dengan Ayah dan Mama lagi." Jawab Queen.
"Kami sangat berterimakasih kepada mu Queen, walaupun aku sudah menyadari ya sejak lama namun aku tidak ingin berfikir yang tidak-tidak. Tapi kami berdua sudah menganggap mu sebagai anak kami juga." Jawab Stella.
"Iya, Queen juga sangat baik dalam menjaga kami." Jawab Bram.
Mereka berpelukkan di saat Queen duduk di atas tempat tidur.
"Ukkh, ukh," suara batuk yang di sengaja oleh Al.
"Sam, bisakah kau periksa kembali keadaan Queen." Jawab Al
"Aku baik-baik saja." Jawab Queen.
"Nona, biarkan aku periksa dulu." Jawab Sam.
"Iya sayang, jika tidak murid ayah ini akan tidak tenang." Jawab Alex.
"Maksudnya ayah?" tanya Queen. Sam mendekat dan Queen menganggukkan saja untuk Sam memeriksa dirinya. Di periksa oleh Sam, Queen juga mendengarkan apa yang di jelaskan Alex.
"Al mengatakan setelah kejadian malam itu, kau pingsan. Sehingga membuat Al sangat khawatir. Ia menyalahkan semua orang dan termasuk menyalahkan dirinya sendiri." Jawab Alex menjelaskan situasi.
"Iya, bahkan ketika kakek baru saja sadar. Dia mengatakan hal buruk kepada ku tentang keadaan mu." Jawab John menyahut.
"Dia juga memarahi ku." Jawab Joy.
__ADS_1
"Dan ini juga karena tinjunya." Jawab Zaki yang menunjukkan ujung bibirnya yang lebam akibat tinju Al.
"Padahal kau hanya pingsan akibat tindak makan dan tidak tidur. Benar bukan?" tanya Sam.
"Benar juga, aku lupa makan dan juga tidak bisa tidur karena memeriksa komputer Biel." Jawab Queen sambil berfikir.
"Kau melakukan itu Al?" tanya Queen.
"Hmmmm, iya." Jawab Al yang tidak ingin mengakuinya. Semua orang tertawa melihat Al dan Queen. Al seperti takut dengan Queen akan marah. Sedangkan Queen tetap memasang wajah datar.
"Saat ini sudah bisa buka infus dan boleh pulang. Lain kali ingatlah untuk makan." Jawab Sam.
"Oke. Al kemarilah." Jawab Queen.
Al mendekati Queen, Queen yang meminta tolong kepada Al untuk berdiri setelah turun dari tempat tidur pasien. Al yang membantu dengan senang hati, lalu tiba-tiba Queen mencium pipi Al dengan lembut dan berkata 'terimakasih telah mengkhawatirkan aku.'
Al yang langsung terkejut mengekspresikan wajah merona dan melihat Queen sambil memegang pipinya dengan tangan kanan.
"Malu dilihat semua orang." Jawab Al.
"Ayah, Kakek, Ayah Bram, Mama Stella, Sella dan semua orang yang ada di ruangan ini. Aku umumkan kepada kalian bahwa seminggu yang akan datang, aku dan Al akan mengadakan resepsi pernikahan. Aku mohon kehadiran dan bantuan kalian." Jawab Queen dengan tegas dan menundukkan kepalanya.
Mendengar penjelasan Queen, semua orang terdiam sejenak lalu bertepuk tangan sambil tersenyum dan memberikan selamat kepada Queen. Wajah Al lebih memerah merona dan sulit di jelaskan betapa bahagianya dirinya mendengar hal itu hingga tidak dapat berkata apapun.
"Kami akan hadir." Jawab Bram dan Stella bersama-sama.
"Tentu saja aku akan datang karena aku ayah mu." Jawab Alex.
"Aku juga akan mendampingi Kakak." Jawab Sella tersenyum bahagia.
"Aku juga." Jawab Joy dan Sam bersama-sama.
"Kakek juga, dan kakek akan menyiapkan tempat dan dekorasinya." Jawab John menawarkan dirinya atas kekayaan yang di miliki olehnya.
__ADS_1
"Hahahah, tidak perlu kakek. Serahkan semuanya kepada Al, kalian semua hanya perlu datang di acara itu." Jawab Queen.
"Al akan sanggup dengan semua itu, benar tidak suami ku?" tanya Queen Yeng menoleh ke arah Al.
"Tentu saja. Aku akan membuatnya sesuai dengan permintaan istri ku. Soal biaya dana segala halnya jangan khawatir kakek." Jawab Al dengan tegas.
"Kakek, sekali lagi aku perkenalkan siapa cucu menantu mu ini. Dia adalah Altezza Altaric atau Altezza Alaric, pemilik saham Alaric yang tidak semua orang tau. Tuan asli yang di sebut sebagai Al." Jawab Queen.
"Jadi dia adalah si pemuda misterius yang tidak pernah di publish. Orang yang selalu di katakan oleh Joy?" tanya John dan semua orang menganggukkan kepalanya.
"Jadi hanya aku yang tidak tau?" tanya John, lalu semua orang menganggukkan kepalanya. Mereka tertawa bersama.
................ Seminggu kemudian....................
Pesta di selenggarakan sesuai dengan permintaan Queen. Mereka mengadakan pesta resepsi tersebut di hutan Queen di besarkan. Semua tamu undangan di beri akomodasi pesawat untuk sampai ke bandara di kota dan mobil yang menjemput mereka hingga ke hutan.
Di hadiri oleh kerabat dekat dan juga keluarga besar. Hanya beberapa orang penting saja. Nuansa dekorasi pesta adalah alam. Queen berjalan bukan hanya di iringi oleh Alex dan Sella, namun juga dengan serigala Queen. Dan beberapa serigala yang ikut hadir di pesta itu.
Hal itu membuat beberapa orang takut namun semua orang terkejut heran kecuali Alex. Mereka terkejut sambil kagum dengan apa yang mereka lihat. Salah satunya Al yang masih tidak percaya bahwa Queen adalah wanita yang bisa dekat dengan serigala liar.
Pesta itu sangat damai dan bahagia. Semua orang sangat senang. Begitu juga dengan Queen dan Al, akhirnya mereka saling mencintai satu sama lain. Queen akhirnya luluh sepenuhnya kepada Al yang telah lama banyak berkorban untuk menunjukkan cintanya.
"Sesulit ini untuk mendapatkan cinta dari gadis monochrome. Seorang gadis yang memiliki masa lalu yang begitu gelap, masa lalu yang sangat menyakitkan. Karena kehilangan kedua orangtua karena pembunuhan antara keluarga adalah hal yang sangat menyakitkan. Dan gadis yang sebenarnya baik, sangat peduli, mudah menolong, tangguh dan juga sangat pemberani." Ucap Al kepada Queen saat mereka berdiri melihat para tamu undangan.
"Gadis Monochrome?" tanya Queen.
"Iya, hitam karena masa lalu dan putih karena kebaikan hati. Izinkan aku untuk menunjukkan warna lain dalam hidup mu Queen. Bersediakah kamu menerima ku dengan sepenuh hati?" tanya Al.
"Tentu, terimakasih sudah sabar menunggu hingga hari ini." Jawab Queen tersenyum lalu memeluk Al dalam rangkulan tangan Al.
-TAMAT-
Terimakasih readers Wil yang selama ini telah banyak mendukung. Like, komentar, vote, hadiah dan doa. Tanpa kalian, author tidak akan pernah menyelesaikan karya ke 3 ini. Sekali lagi terimakasih sudah menjadi suport system author dalam menulis ❣️
__ADS_1
Setelah karya ini, author mau hiantus sementara, Insyallah bulan 9 Author akan kembali menulis pada karya ke 4. Kira-kira readers mau subjek tulisan apa di karya ke 4? jangan lupa komen, heheheh.