
Queen yang berdiri dihadapan mereka bertiga, melihat keharmonisan yang terjadi. Fiona yang masih menyapa kedua orangtuanya itu dengan manja.
"Dimana Queen?" tanya Serli.
"Aku hampir lupa, dia Queen." Ucap Fiona menunjuk ke arah Queen dengan memeluk sang Ibu.
"Pantas saja dia sering sekali dekat dengan ku, ternyata dia juga seperti itu dengan kedua orangtuanya." Jawab Queen dalam hati.
Fiona, Serli dan Samuel berjalan mendekati Queen yang sedang berdiri.
"Queen, ini Ibu ku Serli. Ini Ayah ku, Samuel." Jawab Fiona yang sedang memperkenalkan Queen kepada kedua orang tuanya.
Queen memberikan salam kepada Serli dan Samuel.
"Jadi ini Queen. Tante sangat senang Fiona memiliki teman. Karena selama ini dia tidak pernah memperkenalkan teman wanitanya bahkan teman lainnya kecuali satu orang saja "Jawab Serli.
"Bu...."
"Oke, oke. Queen duduklah dulu." Jawab Serli.
"Queen, maaf sekali jika kami menyambutmu di kantor karena saat Adi ingin bersiap-siap di rumah tiba-tiba ada sponsor yang ingin bertemu." Ucap Serli.
"Tidak apa-apa Tante." Jawab Queen.
"Jika kita makan siang di cafe bawah bersama dengan tamu kami, apakah tidak apa-apa Queen?" tanya Samuel.
"Tidak apa-apa Om, lagian lebih banyak orang lebih baik. Tapi apakah kehadiran saya tidak akan menganggu acara kalian?" tanya Queen.
"Tidak. Lagian kami hanya ingin makan siang biasa saja. Setelah itu baru membicarakan kerjaan " Jawab Samuel.
"Jika seperti itu, saya ikut saja " Jawab Queen.
"Fiona sayang, kalian tunggu saja di bawah. Ibu dan Ayah masih membereskan kerjaan sedikit lagi sambil menunggu tamu kami yang dalam perjalanan." Jawab Serli.
"Oke Bu, Yah. Kami berarti langsung saja ke bawah." Jawab Fiona.
"Iya." Jawab mereka berdua.
Fiona dan Queen berpamitan pergi dahulu ke cafe. Mereka meninggalkan ruang kantor menuju cafe. Saat tiba di sana, mereka sudah langsung masuk karena tempat sudah di pesan terlebih dahulu. Sementara di tempat lainnya, Serli dan Samuel selesai memperbaiki proposal yang akan diajukan dengan sponsor.
Sponsor dalam kegiatan penayangan film terbaru yang akan ditangani oleh perusahaan entertainment Samuel. Dengan penulis cerita yaitu istrinya sendiri, Serli. Saat baru saja menyelesaikan tugas mereka, ponsel Samuel berdering. Informasi pihak sponsor hampir tiba. Mereka berdua langsung turun kebawah untuk menyambut pihak sponsor dan mengajak mereka untuk makan siang terlebih dahulu.
"Jika kita mendapatkan dukungan dari mereka, akan lebih mudah untuk kita mempercepat penayangan film ini." Jawab Samuel.
__ADS_1
"Kita harus melakukan dengan baik agar mendapatkan kesempatan ini." Jawab Serlim
"Aku sangat terkejut ketika mereka mengatakan ingin bertemu padahal sudah beberapa kali kerjasama kepada mereka ditolak." Jawab Samuel.
"Iya, kita harus berusaha mendapatkan kesempatan ini." Jawab Serli
Mereka berdua mengobrolkan hal itu di dalam lift yang menuju turun ke lantai bawah.
3 mobil hitam mewah yang tiba di depan pintu perusahaan entertainment Samuel. Masing pintu mobil dibuka kan oleh karyawan kerja entertainment. Dan satu kursi roda dikeluarkan dari mobil kedua.
"Aku bisa berjalan." Jawab seorang pria tua yang umurnya sekitar 75.
Laki-laki tua itu adalah John Abraham, pemilik Saham perusahan Abraham di negara Boyalia. Perusahaan ke nomor 2 dari perusahaan nilai-nilai yang terdapat pada bisnis.
"Selamat datang tuan John." Ucap Samuel kepada John yang sedang keluar dari mobil menggunakan tongkat.
"Aku sudah katakan tidak ingin naik kursi roda." Jawab John.
"Tapi tuan, dokter menganjurkan untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan apa lagi berjalan. Itu akan membuatmu mudah lelah." Ucap sekertaris John yang berusia 50 tahun. Namanya adalah Zaki.
"Iya tuan, Anda lebih baik di kursi roda saja dulu." Jawab Samuel.
"Baiklah, kalian semua memaksaku." Jawab John.
"Tuan kita makan siang bersama lebih dulu baru membahas tentang pekerjaan. Bagaimana?" tanya Serli.
Mereka semua berjalan menuju ke cafe. Samuel dan Zaki berjalan dibelakang Sherly yang mendorong kursi roda John.
"Bagiamana kabar mu Serli?" tanya John.
"Sehat. Bagaimana kabar anda?" tanya Serli.
"Beginilah." Jawab John.
John merupakan fans Serli. Oleh karena itulah John ingin bekerja sama dengan mereka karena sudah menjadi fans Serli. John membaca beberapa karya Serli dan membuatnya suka.
Mereka tiba di Cafe, waiters mengantarkan mereka ke ruang tertutup dimana, Fiona dan Queen sudah menunggu di situ.
"Maaf jika kami mengundang anak dan teman anak kami ikut bergabung makan." Jawab Serli saat mereka masuk ke dalam ruangan.
John yang masuk kedalam ruangan dan melihat seorang gadis yang mirip dengan putrinya.
"Princess?" panggil John dengan melihat Queen duduk.
__ADS_1
"Ada apa tuan?" tanya Zaki.
John masih terkejut dengan apa yang dilihatnya, karena ia merasa sedang melihat sosok putrinya yang selama ini ia rindukan.
"Tuan, tuan John." Ucap Zaki ini menyadarkan lamunan John.
"Hallo kakek!" Ucap Fiona dan Queen mengikuti dengan menundukkan kepalanya.
"Iya hallo." Jawab John yang tersenyum melihat Queen.
"Nyoya Princess?" tanya Zaki yang baru saja tersadar bahwa wanita yang di depannya ini sangat mirip dengan majikan dulu.
"Siapa mereka?" tanya John.
"Iya, siapa mereka? Bukannya kita akan membahas kerjasama?" tanya Zaki.
"Maaf tuan John, tuan Zaki. Karena tadi mendadak membuat jadwal jadi ada kesalahan sedikit bahwa kami ingin makan siang keluarga. Jadi jika kami menggabungkannya seperti ini, tidak apa-apa kan?" tanya Samuel kepada John.
"Iya tuan, Dia adalah anakku Fiona. Dan yang di sampingnya adalah temannya yang bernama Queen." Jawab Serli.
"Hy." Jawab Queen dengan senyum tipis.
"Jika kakek merasa terganggu atas kehadiran kami berdua, kami akan berpamitan pergi." Jawab Fiona.
"Tidak-tidak. Aku yang seharusnya meminta maaf karena telah mendadak mengatakan untuk bisa bertemu.Kalian tetap saja disini, bukannya banyak orang lebih baik." Jawab John.
"Benarkah?" tanya Fiona.
"Iya. Duduklah." Jawab John yang menyuruh semua orang untuk duduk di meja bundar cafe itu.
Ruangan pribadi yang disiapkan oleh kafe tersebut sangat cocok untuk mereka yang akan berdiskusi atau kekeluargaan.
Di meja bundar yang terbuat dari kayu jati itu sudah berisi banyak makanan. Mereka semua juga duduk mengelilingi meja.
"Terima kasih tuan John sudah mengizinkan anakku dan temannya untuk bergabung dengan kita." Jawab Serli.
"Tentu." Jawab John.
"Jadi mereka baru pulang sekolah langsung ke tempat ini?" tanya John lagi.
"Iya Tuan, mereka bersekolah di Universitas Delta. Queen dan Fiona adalah teman satu kampus sekaligus teman satu jurusan." Jawab Serli.
"Oh begitu. Bagaimana dengan keluarga Queen?" tanya John.
__ADS_1
"Keluarga saya ada di Negara A di kota A." Jawab Queen singkat.
"Queen mahasiswi yang mendapatkan beasiswa penuh di kampus." Sambung Fiona