
Matahari telah terbit begitu lama. Al, Fiona dan Sam baru saja bangun. Mereka bertemu di restoran hotel untuk sarapan di pukul 9 pagi.
"Apakah kalian melihat Queen?" tanya Fiona yang hanya melihat Al dan Sam duduk di meja makan.
"Bukannya dia tidur bersama dengan mu?" tanya Al.
"Iya." Jawab Sam.
"Sejak bangun, aku sudah tidak melihatnya. Aku kira dia turun ke bawah lebih dulu." Jawab Fiona.
"Kami juga baru saja tiba di sini. Dan tidak melihat dia." Jawab Sam.
"Jadi dia kemana?" tanya Al.
"Sebentar, aku akan menelpon ya." Jawab Fiona.
"Kau ada nomornya?" tanya Al.
"Tentu." Jawab Fiona yang melakukan panggilan untuk menelpon Queen. Namun sudah hampir 5 kali, tidak ada respon sama sekali."
"Bagaimana?" tanya Al yang khawatir.
"Tidak ada." Jawab Fiona.
Al tanpa berfikir panjang meninggalkan meja makan dan berjalan menuju ruang CCTV. Ia melihat durasi terakhir melihat Queen saat bersamanya. Setelah melihat CCTV yang ada di komputer, terlihat jelas saat itu Queen keluar dan meminta untuk mengantarkannya pulang.
"Dia pulang." jawab Al dengan melepaskan mouse yang ada di tangannya.
Al berjalan keluar begitu saja dan mengendarai mobil menuju ke apartemen Queen.
Al yang telah tiba di depan pintu apartemen Queen langsung menekan tombol bel yang ada berulang kali. Namun tidak ada sama sekali jawaban. Al langsung menelepon ahli kunci untuk membuka sandi apartemen Queen secara paksa. Al sangat khawatir jika sesuatu terjadi kepada Queen.
Al menunggu tukang kunci beberapa menit dengan ekspresi yang sudah frustasi karena khawatir akan keadaan Queen.
"Jangan terlalu lama." Jawab Al kepada Ali kunci yang sedang berusaha untuk membuka pintu apartemen Queen.
__ADS_1
"Sedikit lagi tuan." Jawabnya.
"Trakkkkkk," suara pintu yang sudah terbuka.
Al langsung mengeluarkan 2 lembar uang yang diberikan olehnya kepada ahli kunci. Setelah itu, Al langsung pergi meninggalkan Ahli kunci dan masuk kedalam apartemen Queen.
"Queen!" suara Al yang memenuhi apartemen Queen. Al ke sana kemari mencari setiap sudut ruangan sosok Queen. Tapi tidak menemukan. Sampai pada akhirnya di ruang kamar kedua, Queen terbaring di di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat dan baju yang sama saat terakhir kali jumpa dengan Al.
"Queen?" panggil Al yang mendekati Queen dengan memegang kedua bahu Queen dan mengecek suhu Queen dengan meletakkan tangan kanannya di atas dahi Queen dan meletakkannya kembali ke dahinya.
"Dia demam?" tanya Al yang mendadak panik. Ia mencari termometer suhu badan di sekeliling kamar, dari laci hingga kemari. Dan menemukannya di bawah laci TV pada kotak P3K.
Al berlari kembali mendekati Queen dan menancapkan termometer ke dalam mulut Queen. Menunggu pengecekan termometer, Al masuk ke dalam kamar mandi mengambil handuk dan membacanya dengan air hangat. Memerasnya lalu meletakkan ke atas dari Queen untuk menurunkan suhu tubuh Queen.
"38°?" tanya Al yang mencabut termometer di mulut Queen.
"Tidak bisa seperti ini. Aku telpon Sam saja. Jika membawanya ke rumah sakit akan tidak membuatnya nyaman. Lebih baik memanggil Sam saja untuk datang, selagi menunggu ia datang aku akan mengkompres Queen.
"Sam datang sekarang juga ke apartemen Queen." Jawab Al.
"Kenapa dengannya?" tanya Sam yang baru saja mengantarkan Fiona ke rumahnya.
"Dasar bocah ini." Jawab Sam dengan menancap gas melaju dengan cepat menggunakan mobil sport miliknya.
"Bertahanlah." Jawab Al yang mondar-mandir duduk untuk menempelkan handuk hangat di atas dahi Queen. Lalu saat dingin, kembali masuk ke dalam kamar mandi dan membasahinya dengan air hangat di wastafel.
Al terus menerus melakukan hal itu dengan sangat telaten dan penuh dengan kelembutan.
"Ayah! Ayah jangan tinggalkan aku." Jawab Queen.
"Dia mengigau Paman Alex?" tanya Al yang melihat Queen memanggil-manggil Alex dalam pejam matanya. Al baru menyadari saat dirinya melihat secara keseluruhan bahwa Queen sedang memeluk sebuah buku. Alex ingin mengambil buku itu namun ditahan oleh pelukan Queen yang begitu erat saat memeluk buku.
"Ah sudahlah." Jawab Al yang sedikit kesal saat tidak bisa mengambil buku itu dalam pelukkan Queen. Al langsung menyelimuti tubuh Queen keseluruhan.
Sam yang sudah memerintahkan suster membawa peralatan yang ke dalam apartemen Queen. Suster itu dan Sam tiba bersama di apartemen.
__ADS_1
"Kau kembali saja, biar aku yang urus." Jawab Sam di parkiran mobil.
"Baik dok." Jawab suster menyerahkan sebuah teks yang berisi peralatan Sam.
Sam langsung naik ke dalam lift untuk ke lantai atas tempat tinggal Queen. Al membuka pintu di saat Sam sudah menekan tombol bel beberapa detik.
"Hampir saja." Jawab Al dengan melihat jam tangan yang dipakainya di tangan kanan bahwa Sam tiba dalam waktu 14 menit 45 detik.
"Di mana dia?" tanya Sam.
"Masuklah." Jawab Al dengan mengantar Sam ke kamar Queen
"Dia hanya kelelahan karena lama menangis. Sepertinya begitu." Jawab Sam yang melihat wajah sembab yang melingkar 2 kelopak mata Queen. Sam juga melihat Queen memanggil seseorang.
"Siapa yang di panggil olehnya?" tanya Sam.
"Alex, guru ku." Jawab Al.
"Alex, maksud mu laki-laki itu?" tanya asam yang sangat terkejut saat mendengar bahwa Queen memiliki hubungan yang dekat dengan Alex.
"Bagaimana bisa?" tanya Sam.
"Singkatnya, Queen adalah anak yang di rawat oleh Alex sejak kecil. Dan karena alasan itu juga dia tiba-tiba menghilang dari dunia pembunuh." Jawab Al.
"Aku tidak menyangka bahwa dia ada hubungannya dengan Alex. Apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuatnya jadi seperti ini?" tanya Sam.
"Nanti kita bahas. Jadi apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya menjadi laut jauh lebih baik?" tanya Al.
"Aku akan memberikan infus untuk memberikan tenaga kepadanya. Dan minuman obatnya satu kali saja dalam sehari. Dia tidak apa-apa, hanya kelelahan saja. Istirahat sebentar akan segera sembuh." Jawab Sam yang sedang merakit kantong infus dengan tali infus lalu memasangkannya di tangan Queen.
"Aku sudah selesai, kau rawatlah dengan baik." Jawab Sam ya sudah selesai memberikan pengobatan kepada Queen. Sam membereskan peralatannya di dalam tas hitam yang dibawa olehnya.
"Daripada kau khawatir tidak menentu, lebih baik pergi ke dapur dan buatkan iya bubur agar bisa meminum obat setelah makan." Jawab Sam dengan menepuk pundak Al yang saat ini Al duduk dengan menatap wajah Queen dengan terbengong.
"Baiklah." Jawab Al yang berdiri lalu berjalan ke arah dapur untuk memasak bubur kepada Queen.
__ADS_1
"Aku pergi." Jawab Sam berpamitan pergi ketika Al berjalan menuju dapur.
"Seperti biasanya, lupa begitu saja." Jawab Sam dalam hati lalu menutup pintu apartemen setelah berada di luar.