
Melihat Queen yang tertidur pulas di atas kasur dengan gaya tidur yang tidak menyelimuti tubuhnya. Al berjalan mendekati dan menarik selimut untuk menyelimuti Queen. Duduk di samping Queen tertidur dengan memperhatikan wajah Queen. Al memberikan kecupan di atas kening Queen.
"Selamat tidur wanita ku." Jawab Al tersenyum
Al melihat kardus yang berisi beberapa hal yang menurut Queen penting itu belum di tata di lemari Al. Al perlahan membantu menyusun buku-buku dan barang lainnya. Tanpa di sengaja, Al menemukan buku diary Alex.
"Buku apa ini?" tanya Al dalam hati ketika semua buku sudah di susun dan barang-barang lainnya sudah di susun
Al membuka buku yang membuat dirinya penasaran dan mulai membaca bait pertama.
"Buku diary guru untuk Queen?" tanya Al yang membaca halaman pertama.
Al tidak ingin membangunkan Queen segera keluar dari kamar. Al mulai membaca diary itu sampai selesai dan meletakkan kembali diary itu di rak buku bersama dengan buku lainnya.
"Takdir memberikan sebuah petunjuk untuk dengan sendirinya. Queen, akan aku lindungi dengan cara ku walaupun dirimu belum sepenuhnya mempercayai ku." Jawab Al dalam hati melihat kembali Queen yang sedang tertidur. Al keluar lagi dan duduk di atas sofa.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, Al memberikan tubuhnya di atas sofa lalu memejamkan matanya. Al tertidur dengan pulas setelah apa yang terjadi malam ini.
Saat ia bangun dari tidur, berjalan ke arah dapur bentuk mencari air mineral. Kebiasaan Al yang bangun tidur kehausan. Al baru saja melihat meja makan yang sudah tersedia bubur ayam daun bawang merah.
"Queen yang membuatnya?" tanya Al menoleh ke kanan dan kiri ternyata ada sebuah note kertas di bawah gelas susu.
"Hanya membuat bubur ayam instan yang berada di lemari." dalam tulisan itu.
Al yang hanya mendapatkan kalimat itu langsung bergegas menuju ke kamar untuk melihat Queen. Saat masuk ke dalam kamar, kamar tersebut sudah rapi dan bersih. Tidak ada sosok Queen yang ada di dalam kamar Al kembali mencari Queen ke dalam kamar mandi namun tidak ada.
"Apa mungkin dia sudah ke kampus?" tanya Al.
Al bergegas mengambil ponselnya dan mempertanyakan Queen.
"Kamu di mana?"
__ADS_1
"Kampus."
Al hanya membaca saja tanpa membalas balasan Queen.
"Ada apa tuan?"
"Kirimkan seseorang untuk melindungi Queen dari kejauhan." Ucap Al kepada Joy.
"Oke." Jawab Joy.
"Dasar wanita itu," jawab Al yang kembali ke meja makan menikmati bubur yang telah dikeluarkan oleh Queen.
Al bergegas membersihkan diri dan berdandan menjadi Azlan untuk pergi ke kampus. Hari ini Al hanya memiliki sedikit jadwal untuk masuk kelas lain bukan kelas Queen. Al juga tidak ingin mengganggu yang sedang belajar. Setelah jam masuknya selesai, Al bergegas pergi dari kampus.
Al di jemput oleh Joy di depan gerbang kampus dengan mobil. Al yang langsung masuk tanpa di bukakan pintu oleh Joy seperti biasanya.
"Bagaimana informasinya?" tanya Al yang sudah berada di dalam mobil.
"Kami sudah mendapatkan rekaman CCTV dari gedung apartemen itu, namun laki-laki yang keluar dari kamar apartemen itu tidak memperlihatkan wajahnya di setiap kamera. Dia menggunakan hoodie dan juga topi hitam. Tidak ada satu pun kamera CCTV yang menunjukkan wajahnya. Sehingga sulit untuk di ketahui identitasnya.
" Jadi bagaimana tuan?" tanya Joy.
"Tenang saja. sebersih apa pun dalam melakukan sebuah tindakan untuk meninggalkan jejak, jika takdir mengatakan tidak. Maka akan ada sedikit petunjuk tanpa di fikirkan sebelumnya." Jawab Al.
"Apa yang anda temukan untuk mendapatkan sebuah bukti?" tanya Joy.
"Kita pergi ke rumah sakit Sam. Queen menemukan sehelai rambut yang berada di baret penembak jitu itu." Jawab Al.
"Nona Queen yang menemukan ya?" tanya Joy.
"Iya." Jawab Al.
__ADS_1
"Nona Queen itu memang selalu mengejutkan." Jawab Joy.
"Seperti itulah." Jawab Al.
"Oh ya bagaimana dengan orang yang kamu kirimkan untuk mencari tahu tentang keberadaan markas organisasi itu?" tanya Al.
"Mereka masih dalam tahap penyelidikan di setiap tempat hiburan atas nama milik keluarga Elena. Namun untuk saat ini belum menemukan hal lainnya." Jawab Joy.
"Hmmm, tempat teraman adalah tempat yang paling berbahaya. Begitu juga dengan sebaliknya. Bagaimana dengan rumah Eldon?" tanya Al.
"Setahu saya, Eldon sering tidur di perusahaan miliknya. Namun untuk rumah, hanya ada putrinya yaitu Elena yang sering keluar masuk ke dalam rumah mereka dari konfirmasi orang sekitar." Jawab Joy
"Mungkin di rumahnya atau mungkin di perusahaan. Coba lebih amati tempat itu, mungkin akan mendapatkan sebuah petunjuk." Jawab Al.
"Baik tuan." Jawab Joy.
"Oh ya satu lagi Joy. Perintahkan seseorang untuk menyusup ke rumah Abraham sebagai seorang pelayan. Dan seorang yang bisa menyusup ke perusahaan mereka. Dan kirimkan satu orang untuk mengawasi setiap anggota keluarga Abraham. Aku ingin mengetahui semua gerak-gerik yang mereka lakukan." Ucap Al kepada Joy untuk memerintah.
"Keluarga Abraham?" tanya Joy yang terkejut saat meminta dirimu melakukan hal itu.
"Ada yang salah?" tanya Al.
"Tidak. Hanya saja kenapa harus melakukan itu. Mereka itu adalah keluarga terkaya nomor 5 di negara ini selama 5 tahun belakangan ini dan juga menjadi keluarga terkaya urutan kurang lebih 10 selama ini. Jadi bisa dikatakan bahwa mereka adalah keluarga terlama yang menguasai negara Boyalia. Dan usaha mereka salah entertainment. Pengendalian berita dan publik." Jawab Joy yang menjelaskan apa yang diketahui olehnya tentang keluarga Abraham.
"Aku mengerti tentang identitas siapa keluarga Abraham. Tapi 2 hari yang lalu saat kita pergi untuk melaksanakan tugas, Sam mengatakan kepadaku tentang keadaan yang terjadi terhadap Queen. Keluarga Abraham mengakui Queen sebagai anggota keluarga mereka dihadapan tamu inti saat pesta ulang tahun John Abraham. Queen dinyatakan sebagai cucu yang telah lama hilang, anak dari Mirza Khan dan Princess Abraham." Jawab Al.
"Apa? Nona Queen adalah keturunan keluarga Abraham?" tanya Joy yang tiba-tiba menoleh ke belakang dengan terkejut.
"Aku menjelaskan lebih banyak tapi sekarang lihatlah ke depan ketika kau sedang menyetir." Ucap Al.
"Maaf tuan, aku tidak fokus karena terkejut." Jawab Joy.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kejadian tentang keluarga Abraham yang sedang mengakui Queen ini....." Al menceritakan semua yang ia ketahui kepada Joy.
Joy yang terus melaporkan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Al kepadanya tadi malam dari perjalanan hingga di sampai di rumah sakit.