Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 125


__ADS_3

Grace yang sudah mengumpulkan beberapa hal penting yang harus diingat oleh mahasiswa yang berada di dalam bus binaannya. Setelah itu, mereka semua tenang kembali dan menantikan tiba di tempat.


Setengah jam berlalu, bus berhenti di sebuah hutan. Jajaran pohon yang menjulang tinggi dan hamparan lapangan yang bersih seperti terawat. Pohon yang berjajar rapi dengan jarak 10 meter dari pohon 1 pohon yang lainnya.


Jajaran bus sudah berhenti di tempat itu. Bus yang membawa semua mahasiswa mahasiswi fakultas Budaya dengan beberapa jurusan. Termasuk jurusan sastra yang di ambil oleh Queen dan lainnya.


Mereka semua turun dari bus.


"Apakah sudah sampai?" tanya beberapa orang yang melihat dari jendela bus bahwa bus telah berhenti.


"Anak-anak, keluar dari bus dan bawalah barang-barang kalian untuk berkumpul dan berbaris sesuai dengan kelompoknya masing-masing dalam setiap tugas." Jawab Grace.


"Baik Bu." Jawab mereka.


Mereka Semua turun dari bus dan berbaris di depan bus dengan kelompok yang telah ditentukan tadi. Pemandu dari seluruhnya mulai berbicara ketika seluruh mahasiswa dan pendampingnya berbaris dengan rapi.


"Selamat datang di hutan garden florist." Ucap pemandu.


"....." Mereka bertepuk tangan.


"Kalian harus mengingat beberapa hal ketika di dalam hutan tempat camping yang akan didirikan oleh kalian masing-masing."


"Pertama, tetap selalu jaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan merusak alam baik itu membuang sampah sembarangan atau menebang ranting pohon sembarangan. Dan jangan mencemari air sungai dengan sampah plastik. Harus selalu ada aturan."


"Kedua, jangan terlalu jauh berkeliaran dari lingkungan sekitar 50 m dari tempat camping. Baik itu dalam mencari kayu bakar atau ingin menjelajahi hutan."


"Ketiga, ketika pergi kemana-mana jangan pernah untuk sendirian tapi minimal 2 orang. Dan selalu melapor kepada pembina kalian."


"Apakah kalian mengerti?" tanya pemandu.

__ADS_1


"Baik mengerti pak." Jawab mereka.


"Bagus, selebihnya kalian sudah diberi penjelasan masing-masing dari pembina. Jadi dari sini kalian akan saya pandu ke area camping sekitar 10 meter turun ke bawah. Ada yang ingin bertanya?" tanya pemandu.


"Pak kami sangat keberatan jika harus berjalan kaki ke bawah membawa barang-barang ini." Jawab Mereka.


"Tenang? Kalian hanya perlu membawa barang-barang penting yang bisa kalian bawa untuk turun ke bawah. Sementara barang-barang yang berat seperti tenda dan lainnya. Kalian hanya perlu menjadikan 1 tumpuk dan letakkan ke dalam penitipan barang melalui katrol itu.


Sebuah tali yang menggunakan katrol dan pengait di tali yang di ikat dari pohon di dekat lapangan parkir bus hingga pohon ke lapangan camping.


"Menggunakan ini?" tanya mereka.


"Tentu, ini adalah cara semi tradisional yang menggunakan cara lama dan cara baru dengan teknologi. Pemutaran tali ini menggunakan mesin yang dapat ke arah bawah atau atas seperti sebuah eskalator. Hanya saja ini digunakan hanya untuk barang-barang. Bukan orang." Jawab pemandu.


"Ku fikir aku bisa menaikinya."


"Mungkin aku akan kurus ketika jalan turun dari anak tangga tanah menuju ke bawah arena camping."


"Baiklah jika tidak ada pertanyaan lain lagi, silahkan untuk meletakkan barang-barang kalian ke sana dan setelah itu ikut bersama denganku untuk turun ke arena camp. Barang-barang kalian akan aman karena ada tim kami akan menurunkannya." Jawan pemandu.


Semua mahasiswamengikuti instruksinya untuk meletakkan barang-barang mereka menjadi satu tim. Setelah itu, mereka mengikuti pemandu itu untuk berjalan menelusuri turun tangga ke bawah menuju arena camp.


Queen dan Fiona saling bergandengan tangan ketika turun dari tangga. Mereka hanya membawa handphone saja. Sementara tas ransel mereka dan barang-barang yang lain sudah di letakkan menjadi satu tim mereka.


"Queen lihatlah udara di tempat ini masih sangat begitu sejuk. Sangat bagus untuk pernafasan aku yang selalu hidup di kota selama ini." Jawab Fiona.


"Iya. Hidup di daerah pegunungan yang jauh dari polusi udara memang sangat bagus contoh kesehatan." Jawab Queen.


"Apakah kau sudah sering melakukan hal seperti ini Queen?" tanya Viona kepada Queen sambil memegang tangan Queen untuk melangkah satu demi satu anak tangga.

__ADS_1


"Begitulah."Jawab Queen.


Suara serangga yang berada di hutan menjadi melodi yang terdengar sepanjang perjalanan mereka turun dari tangga. Angin sejuk yang berhembus membuat udara tetap dingin walaupun mereka sudah setengah anak tangga yang ditelusuri untuk turun. Tidak ada keringat yang begitu bercucuran dan mereka kepanasan. Mereka hanya menyukai suasana dan pemandangan yang ditawarkan ini.


Pemandangan hijau dengan angin yang meniup dedaunan di atas pohon dan juga angin yang melayangkan daun yang berguguran. Beberapa mahasiswa juga semangat semangat melihat suasana alam ini. Dari beberapa orang mereka yang turun ke bawah, mereka menyanyikan lagu untuk menjadi semangat mereka turun ke bawah.


Ketika tinggal 15 anak tangga lagi, mereka sudah mendengarkan derasnya air dari sungai.


"Apakah di sini ada air terjun?" tanya Queen.


"Bagaimana kamu mengetahuinya?" tanya pemandu itu yang memang pada saat itu, Queen dan Fiona ada di belakang pemandu. Mereka lebih dulu berjalan sehingga mengikuti pemandu terus menerus saat turun ke bawah.


"Aku hanya mendengarkan derasnya bunyi aliran air, jadi mungkin ini dekat dengan air terjun." Jawab Queen.


"Iya kau benar nak, di sini memang ada air terjun. Dan air terjun itu akan menjadi kamar mandi kalian. Kalian akan membangun toilet sementara yang dekat dengan air terjun." Jawab pemandu itu.


"Benarkah? Bagaimana nanti kita mandi di sana Queen?" tanya Fiona yang bersuara ria mendengarkan bahwa di dalam hutan ini ada sebuah air terjun. Fiona jelas sangat bersemangat mengajak UN untuk melihat dan mandi di bawah air terjun.


"Berapa meter ketinggian air terjun itu?" tanya Queen.


"Hanya ada 17 Meter. Tidak terlalu tinggi dan airnya sangat bersih. Benar-benar alami. Nanti kalian akan melihatnya dengan takjub." Jawab pemandu mereka.


"Iya tidak terlalu tinggi. Bagaimana dengan gua? Dan keamanan binatang buas?" tanya Queen.


"Tempat ini sudah di sterilkan. Jadi tempat ini sudah dirawat dan dilindungi dari berbagai binatang buas yang dapat melukai orang-orang sekitar. Yang terpenting kalian tidak akan pergi seperti yang sudah di katakan. Selalu ada larangan yang harus di turuti." Jawab pemandu.


"Oh. Iya juga." Jawab Queen dengan menganggukkan kepalanya dan membuat polisi itu tidak sadar saat di tayak.


"Apakah tetap ada ular atau ulat atau hal lainnya yang menjijikan jika camping di tempat ini?" Tanya Fiona yang sangat takut dengan hewan melata.

__ADS_1


"Hahaha, tenang saja. Ular pasti ada. Tapi di usahakan untuk tidak terdapat ular di sekitar camping." Jawab pemandu


__ADS_2