Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 141


__ADS_3

Queen memegang kepalanya dan membuka mata secara perlahan-lahan.


"Queen sudah sadar?" tanya Al yang langsung menghampiri Queen yang sedang siuman.


"Aku di mana Al? Kenapa kau disini?" tanya Queen yang heran karena Al ada di hadapannya.


"Aku bantu." Jawab Al yang membantu Queen untuk menyandarkan diri di atas kasur medis dengan meletakkan bantal dan meninggikan sedikit tempat tidurnya.


"Ini sudah cukup?" tanya Al dan Queen menganggukkan kepalanya.


"Aku ingat bahwa aku jatuh ke jurang. Dan tadi samar-samar aku sedang memeluk mu di atas kereta." Jawab Queen.


"Benar. Aku menolong mu." Jawab Al.


"Kau yang membawa ku naik dari jurang itu?" tanya Queen dan Al menganggukkan kepalanya.


"Dan kau membawa ku kemari?" tanya Queen lagi dan Al menganggukkan kepalanya lagi.


"Dan kau juga yang menggantikan pakaian ku?" tanya Queen yang sudah melihat bahwa pakaiannya telah ganti.


"Bukan, dokter tentara yang menggantikannya. Tapi aku melihat semuanya." Jawab Al dengan menundukkan kepalanya.


"Ha, kau melihat semuanya?" tanya Queen yang terkejut lalu menutupi dirinya dengan selimut yang ada di bawah kakinya.


"Maaf, aku hanya khawatir ada luka serius pada tubuh mu dan tidak percaya dengan orang lain. Bagaimana jika kau akan di bunuh oleh dokter itu?" tanya Al.


"Aihssss, ya sudah lah jangan bahas itu. Lupakan saja. Dan jangan di ungkit lagi." Jawab Queen yang baru berbicara setelah lama berfikir dan mendiamkan Al yang wajahnya merasa bersalah.


"Kau mau minum?" tanya Al yang memberikan segelas air mineral kepada Queen.


"Terima kasih." Jawab Queen kepada Al.


"Sama-sama. Apakah kau lapar?" tanya Al.


Lalu suara perut Queen berbunyi. Queen yang terkahir makan siang tadi. Dan memang sudah waktunya harus makan malam beberapa jam yang lalu.


"Tunggu sebentar." Jawab Al yang keluar yang saat membuka pintu singa sudah membawa makan malam bersama beberapa tentara lainnya.


"Kalian?" tanya Al yang terkejut.


Singa membisikkan kepada Al.


"Mereka semua adalah fans anda bos. Dan mereka ingin lebih baik lagi di depan mu." Jawab singa.


"Baiklah. Kalian masuklah." Jawab Al kepada mereka semua. Bahkan sang dokter wanita itu juga datang membawa sesuatu.

__ADS_1


"Hy nona, bagaimana keadaan mu? Apakah ada yang sakit?" tanya dokter kepada Queen dengan meletakkan sebuah susu panas kepada Queen.


"Istri pelatih, salam." Ucap seluruh tentara kepada Queen dengan berbaris rapi di hadapan Queen sambil membawa sesuatu pada tangan mereka masing-masing.


"Ha, salam." Jawab Queen.


"Mereka hanya ingin memberikan mu makanan. Jadi terima saja." Jawab Al.


"Nona saya membawakan susu panas yang akan hangat satu jam lagi. Anda bisa meminumnya setelah makan malam dan akan tidur." Jawab dokter.


"Anda yang mengantikan pakaian ku tadi?" tanya Queen


"Iya benar nona." Jawab dokter wanita itu.


"Sudah, lanjutkan." Jawab Al untuk satu persatu maju memberikan kesempatan yang lain.


"Nona saya membawakan bubur ayam."


"Saya membawakan SOP daging."


"Saya membawakan buah pir hijau."


"Saya membawakan apel hijau.".


"Saya membawakan sate."


"Saya membawakan ubi kukus dengan gula merah."


" Saya membawakan anda pisang."


" Saya membawakan bunga mawar merah untuk di letakkan di pot agar anda segera sembuh."


"Saya membawakan rubik agar anda tidak bisa di sini."


Semua orang memberikan sesuatu kepada Queen namun hanya singa yang tidak memberikan apa-apa kepada Queen.


"Nona, saya tidak membawakan apapun. Tapi doa saya kepada Anda, selamat berbahagia dengan bos. Maaf saya tidak dapat hadir ke acara pernikahan anda berdua karena bos tidak memberikan kabar." Jawab singa.


"Uhk uhk." Al yang batuk dengan sengaja memberikan kode. Semuanya diam dan kembali berbaris dengan rapi.


"Terima kasih atas kebaikan kalian." Jawab Queen kepada mereka semua dengan tersenyum. Al juga ikut tersenyum melihat Queen yang tersenyum begitu tulus.


"Semuanya keluar. Biarkan Queen makan malam dulu." Jawab Al.


"Baik pelatih, bos." Jawab mereka bersama-sama.

__ADS_1


"Sebenarnya kita ada di mana?" tanya Queen yang terkejut.


"Resimen camp militer perbatasan hutan lindung dengan hutan liar pemerintah." Jawab Al.


"Bagaimana bisa kita ada di sini?" tanya Queen yang terkejut.


"Tenang saja, dulu ini adalah salah satu tempat persinggahan pelatihan yang aku jalani. Sekarang makanlah dengan baik. Aku keluar sebentar melihat mereka." Jawab Al.


"Oke. Terima kasih, sampaikan kepada mereka sekali lagi." Jawab Queen.


Queen yang tidak ingin mempertanyakan banyak hal lagi. Queen lebih memikirkan agar segera memakan hidangan yang ada di hadapannya.


"Oke. Aku bantu untuk ke sofa." Ucap Al kepada Queen untuk memapahnya duduk di meja makan yang memang ada di samping tempat tidur pasien itu.


Setelah itu Al keluar.


"Maaf senior, kami tidak mengenali anda." Jawab mereka semua saat Al menutup pintu medis.


"Kalian tidak perlu formal. Terima kasih atas bantuan kalian semua. Kalian sudah tahu tentang aku dan juga yang terpenting adalah wajah ini. Pasti kalian sudah di jelaskan oleh singa tentang apa yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan." Jawab Al.


"Tentu. Kami akan merahasiakan tentang kehadiran dan juga wajah anda di kalayak publik. Bahkan kami akan berpura-pura tidak mengenal anda ketika bertemu di luar. Dan juga membuat laporan tentang penyusup yang ingin menebang pohon secara liar serta memburu binatang yang di lindungi." Jawab mereka bersama-sama.


"Bagus. Kalian sudah paham. Aku akan mengingat wajah kalian atas kebaikan yang sudah kalian lakukan untuk membantu ku. Jadi pergilah istirahat. Aku ingin kalian memanfaatkan waktu bebas kalian untuk istirahat." Jawab Al kepada Mereka.


"Terima kasih senior Altezza Alaric." Jawab mereka semua dengan memberikan hormat dan memanggil nama lengkap Al.


Al hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku hampir lupa nama lengkap ku jika mereka tidak memanggil seperti itu." Jawab Al dalam hati.


"Oh ya singa. Utus seseorang untuk ke camp memberikan kabar bahwa Queen saat ini sedang berada di sini. Tak perlu jelaskan kejadian dengan rinci. Katakan saja kepada mereka bahwa Queen tergelincir jatuh ke dalam jurang." Jawab Al.


"Oke bos." Jawab Singa.


"Kami pamit." Jawab singa dan membuat yang lainnya juga memberikan hormat dan bubar dari depan pintu kamar medis.


Al yang sudah lihat semua orang pergi. Al kembali masuk ke dalam. Melihat Queen dengan lahap memakan segala sesuatu yang ada di depannya kecuali buah.


"Apakah aku tidak boleh mencicipinya?" tanya Al yang mengambil sendok Queen yang berisi SOP daging.


"Al, apa yang kau lakukan?" tanya Queen yang terkejut.


"Tentu saja ikut makan bersama dengan mu." Jawab Al sambil tersenyum.


"Tapi ini adalah makanan ku yang di berikan oleh mereka. Lagi pula kau kan bisa meminta kepada ku tanpa harus mengambil makanan Yang ada di sendok ku?" tanya Queen .

__ADS_1


__ADS_2