
Singa yang sudah memberikan perintah kepada mereka semua untuk meninggalkan perkemahan pada malam hari itu. Dan singa menemukan bahwa ada 3 bus yang tidak memiliki supir. Dan supir yang ada pada bus itu ternyata 3 mayat yang mati di hutan. Mereka mendapatkan petunjuk kembali.
3 bus yang tidak memiliki sopir itu digantikan dengan 3 tentara untuk membawa para mahasiswa. Sedangkan tentara yang lainnya kembali ke camp bersama dengan singa.
....
Di rumah Elena.
Elena yang sudah sampai di rumah dengan keadaan kesal. Sebenarnya apa yang telah di lakukan ayah Eldon kepada Queen. Mengapa gagal? Elena tidak memikirkan Bagaimana nasib sang ayahnya nanti untuk membalas segala perbuatannya itu.
"Sayang boleh ayah masuk?" tanya Eldon yang keluar dari ruang kerja. Eldon diberitahukan kepada pelayan bahwa Elena pulang ke rumah di tengah malam.
Eldon membuka pintu kamar Elena yang tidak terkunci. Eldon masuk dan berjalan mendekati Elena yang duduk di atas kasur.
"Sayang kenapa wajahmu cemberut? Bukannya ayah sudah membantu mu menyingkirkan wanita itu ?" tanya Eldon.
"Apakah ayah tidak mengetahui apa-apa?" tanya Elena.
"Ada apa?" tanya Eldon yang sama sekali tidak mengetahui.
"Queen selamat dari jurang. Dan sebenarnya apa yang dilakukan oleh orang suruhan Aya" tanya Elena.
"Orang ku gagal? Bagaimana mungkin? Aku baru saja menelpon mereka 2 jam yang lalu. Mereka mengatakan bahwa sudah selesai melakukan tugas untuk membunuh Queen." Jawab Eldon.
"Bagaimana mungkin? Ayah tau, orang suruhan Ayah telah mati di dalam hutan. Dan petugas tentara yang menjaga perbatasan hutan lindung menemukan mayat mereka di dalam hutan. Mereka semua mengatakan bahwa 4 orang yang meninggal di dalam hutan itu adalah seorang mafia kayu dan bintang langka." Jawab Elena.
"Mana mungkin aku mengirimkan Eza sebagai mata-mata di sana Dan juga 3 orang yang lainnya yang memiliki kemampuan yang lumayan bisa membuat Queen terbunuh. Jadi bagaimana mungkin mereka mati terbunuh?" Jawab Eldon.
"Ceritakan lebih detail." Jawab Eldon.
"Pasukan tentara yang menjaga perbatasan mengejar 4 orang itu lalu 4 orang itu ingin melawan sehingga para pasukan tentara harus bertindak melindungi diri. Dan entah bagaimana mereka kalah dari pasukan tentara dan kehilangan nyawa." Jawab Elena kepada Eldon.
"Dan saat itu, mereka menemukan Queen yang terjatuh di jurang dan menolongnya. Queen membuat penyaksian sesuai dengan pemikiran para tentara itu bahwa mengetahui para mafia. Dan mereka mengejar Queen untuk membunuhnya agar apa yang dilihat oleh Queen dapat tertutupi." Jawab Elena kepada Eldon.
__ADS_1
"Mereka menganggap bahwa orang suruhan Ayah adalah seorang mafia kayu dan binatang yang di lindungi. Mereka juga mengatakan bahwa mereka adalah Incaran para tentara itu." Jawab Elena lagi.
"Kalau itu juga tidak salah. Dua orang dari mereka memang bekerja di sekitar sana. Tapi lebih tepatnya mereka mencari binatang yang bisa di jual oleh para pecinta binatang. Dan juga Eza bekerja di tempat itu sudah hampir setahun." Jawab Eldon.
"Tunggu, lagi-lagi Ayah bercerita tentang Eza? Apakah Eza yang ayah maksud adalah dia?" tanya Elena yang mengeluarkan sebuah ponsel dengan layar fotonya bersama dengan Eza ketika di hutan.
"Iya, dia masih hidup?" tanya sang Ayah.
"Iya dia masih hidup, tapi dia sudah di bawa oleh para tentara untuk di introgasi." Jawab Elena.
"Ayah lihat ini." Ucap Elena yang sempat memfoto 4 mayat yang di buka di arena camping.
"Ini? Bagaimana mungkin Ezi ada di sini?" tanya Eldon.
"Maksud Ayah siapa Ezi?" tanya Elena
"Ezi adalah adik kandung Eza. Mereka berdua kembar. Hanya saja Ezi lebih pandai berkelahi dan juga cerdas. Sehingga Ezi sering bersama dengan bos besar. Sedangkan Eza di berikan oleh bos besar kepada ku. Karena aku adalah tangan kanan bos besar." Jawab Eldon.
"Bos besar? Jadi maksud Ayah mereka berdua adalah kembaran?" tanya Elena.
"Bos yang menjadi penyokong Ayah di belakang selama ini?" tanya Elena.
"Iya. Tapi kenapa Bos bisa mengirimkan Ezi ke sana juga? Ini benar-benar aneh. Tapi bisa saja jika ada orang yang memiliki bayaran tinggi untuk membunuh Queen juga." Jawab Eldon.
"Orang yang mau membunuh Queen? Selain kita?" tanya Elena.
"Iya. Hanya itu tebakan yang masuk akal. Tapi mengapa wanita itu banyak sekali musuh? Bukannya dia hanyalah seorang anak dokter dan ibu rumah tangga saja. Keluarga mereka juga tidak terlalu kaya, hanya berkecukupan saja di luar negara ini." Jawab Eldon yang hanya mengetahui tentang Sella Queen yang tinggal di daerah desa dan anak dari Bram seorang dokter di rumah sakit.
"Entahlah Ayah, mungkin dia juga sudah menyinggung perasaan orang lain juga seperti sedang menyinggung aku." Jawab Elena.
"Bisa saja. Tapi ayah juga ingin mencari tahu tentang ini." Jawab Eldon.
"Tapi tunggu dulu, tadi kau bilang mereka muncul 2 jam yang lalu. Lalu yang mengangkat telepon dari Ayah siapa?" tanya Eldon yang mengingat kembali.
__ADS_1
"Ayah menelpon?" tanya Elena.
"Iya. Ayah menelpon." Jawab Eldon.
"Jangan-jangan para tentara?" tanya Eldon dan Elena bersamaan.
Eldon langsung mencari ponselnya dan membuka kartu SIM.
"Untung saja ini kartu SIM hanya sekali pakai, dan bukan data diri Ayah. Jadi mereka tidak bisa melacaknya." Jawab Eldon.
"Ayah yakin mereka tidak bisa melacaknya?" tanya Elena.
"Iya. Barang bukti ini juga sudah ayah hancurkan." Jawab Eldon yang menghidupkan mancis dan membakar kartu SIM itu di meja kerja yang di lapisi kaca.
"Untung saja. Jika tidak, kita akan terkena masalah." Jawab Elena.
"Iya." Jawab Eldon.
"Sekarang kita harus lebih berhati-hati. Mereka pasti akan mencari tahu tentang siapa saja yang terkait dengan para mayat itu. Dan juga Eza seharusnya bisa menjaga kerahasiaan organisasi. Aku yakin dia bisa menjaga hal itu." Jawab Eldon.
"Ayah yakin itu?" tanya Elena.
"Iya." Jawab Eldon.
"Tapi aku merasa bahwa dia tidak akan sesetia itu." Jawab Elena.
"Jika dia membocorkan hal itu, dia juga tidak akan bisa mencari tahun tentang aku. Karena selama ini mereka bertemu dengan ku kita mereka ada di markas. Walaupun dia mengetahui wajah ku, tapi dia tidak mengetahui di mana aku tinggal dan keseluruhannya." Jawab Eldon.
"Baguslah." Jawab Elena.
"Sudah jangan khawatir. Kembali lah ke kamar dan istirahat. Biar ayah yang menguruskan hal ini." Jawab Eldon kepada Elena.
"Oke Ayah." Jawab Elena yang berjalan melangkah keluar dari kantor sang Ayah.
__ADS_1
"Queen kau benar-benar selalu beruntung. Tapi tidak akan selamanya kau akan beruntung." Jawab Elena dalam hati ketika meninggalkan ruangan Eldon