
Mereka semua yang berada di dalam ruangan, baik itu lelaki dan wanita. Mereka bersiap-siap membuat kuda-kuda untuk menyerang Queen. Queen membuka helm miliknya dan melemparkannya ke arah depan untuk menyingkirkan dua orang yang ada di depan.
Melayangkan tendangan ke arah belakang dan melayangkan tinjunya ke arah kanan dan kiri. Queen menghindari dari serangan lainnya yang tidak kena tendangan dan tinju Queen. Dengan cepat Queen melumpuhkan mereka semua.
Mereka semua terduduk di lantai dengan wajah babak belur dan tenaga yang sudah terkuras. Mereka hanyalah beberapa orang yang bisa bela diri namun belum ahli bela diri. Menyerang Queen tanpa ada teknik dan juga rencana.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya bos mereka yang sudah terduduk di dekat meja komputer dengan wajah yang lebam dan darah yang sedikit keluar dari bibirnya dan pelipis mata yang sedikit lebam parah berwarna biru lebam.
"Baguslah, akhirnya aku bisa bicara dengan santai." Jawab Queen menarik kursi yang ada di dekatnya dan duduk menghadap semua orang yang telah di hajar olehnya.
Queen mengeluarkan ponselnya dan menampilkan berita tentang ya untuk di tunjukkan kepada mereka semua.
"Lihat berita ini? Siapa yang telah melakukan ini?" tanya Queen dengan wajah datar dan aura menindas yang kuat dari suasana saat itu.
"Berita ini? Berita yang beberapa waktu lalu terhapus?"
"Iya aku yang menghapusnya. Apa yang ingin kalian mau dari ku ketika membuat berita ini kepada ku?" tanya Queen.
"Kami hanyalah perusahaan gelap kecil yang berada di jalur bidang penayangan berita di jejaring sosial. Kami hanya menerima permintaan klien."
"Sudah ku duga. Lalu siapa yang memerintahkan kalian?" tanya Queen.
"Kami tidak pernah bertanya tentang identitas klien. Kami tidak bohong, serius." Jawabnya lagi.
Queen melihat sekitar tempat dan mendapatkan sebuah CCTV.
"Dimana kalian menyimpan rekaman CCTV di ruang ini? Tunjukan kepada ku siapa orang itu yang telah memerintahkan tentang pembuatan berita ini " Jawab Queen.
"Baiklah." Lelaki yang menjadi bos itu berdiri dan berjalan menuju sebuah komputer yang berada paling ujung. Ia membuka layar komputer untuk CCTV. Mencari rekaman yang terjadi pada waktu Elena datang ke tempat mereka.
"Ini nona." Ucapnya kepada Queen. Queen berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju layar komputer yang menampilkan kejadian itu.
Queen melihat durasi rekaman itu dan mulai mengamati secara seksama. Queen meminta lelaki itu memperbesar kamera di saat wajah Elena tertangkap CCTV keseluruhan.
"Baik nona " Jawabnya.
__ADS_1
"Elena?" tanya Queen saat melihat layar komputer itu.
"Ada lagi yang bisa kami bantu?" tanya mereka.
"Kalian di bayar dengan uang cash atau transfer?" tanya Queen.
"Transfer nona, wanita itu baru membayar setengah bayaran. Setengah bayaran lagi akan di kirim ketika berita sudah mulai menjadi vital." Jawab mereka.
"Kirimkan aku video itu ke email milik ku sekarang." Ucap Queen dan memberikan alamat email nya. Lelaki itu langsung mengirimkan video CCTV kepada Queen.
"Berikan kepada ku nomor rekening miliknya " Jawab Queen.
"Baik nona."
Lelaki itu memberikan nomor rekening Elena.
"Ingat, jangan lakukan hal lain lagi tentang ku. Kalian tau harus berbuat apa setelah ini? Bersihkan nama ku dengan baik. Dan lakukan dengan baik, jika aku tidak menerima berita itu dengan cepat, kalian akan tahu akibatnya.
"Baik nona." Jawab mereka semua dengan ketakutan saat Queen berdiri dan mengatakan hal itu.
"Aku akan mengirimkan apa yang harus kalian buat di berita itu, kalian cukup mengembangkannya saja." Jawab Queen.
Queen mengambil helm miliknya yang sudah terjatuh di lantai untuk di gunakan olehnya. Helm itu untung saja tidak pecah dan rusak. Masih bisa digunakan sehingga Queen masih bisa memakainya.
Queen pergi dari tempat itu, sementara di sisi lain saat Queen pergi dari sekolah tadi, Fiona panik mencari keberadaan Queen.
"Dimana Queen sebenarnya? Aku khawatir dengannya. Apa aku harus meminta bantuan dari kakak Sam?" tanya Fiona.
Fiona memutuskan untuk meminta bantuan Sam dengan menelponnya. Fiona yang menunggu kedatangan Sam di apartemen milik Queen. Fiona pergi ke apartemen Queen dan mencari Queen, tapi tidak menemukannya. Karena pada saat Queen baru saja keluar dari parkiran apartemen, Fiona masuk ke gedung apartemen dari pintu utama. Sehingga mereka tidak bertemu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sam.
"Kakak gawat, aku tidak menemukan Queen di kampus dan apartemen miliknya ini." Jawab Fiona yang baru saja dari lantai atas di apartemen Queen. Bertemu dengan Sam yang tiba di apartemen pintu utama lobi gedung.
"Apa yang membuat Queen tidak di temukan dimana pun?" tanya Sam.
__ADS_1
Fiona menjelaskan awal kejadian tentang berita itu, dan menceritakan Queen yang juga di panggil oleh dekan. Dan setelah itu mereka berpisah.
"Jadi setelah Queen dari ruang dekan, ia tidak terlihat ke mana?" tanya Sam.
"Iya, sebentar aku akan memperlihatkan berita itu." Jawab Fiona yang ingin menunjukkan berita itu.
Saat Sam baru saja selesai membaca berita itu tiba-tiba berita tersebut menampilkan 404 yang menandakan berita tersebut telah dihapus.
"Beritanya telah di hapus?" tanya Sam.
"Di hapus?" tanya Fiona yang mau lihat ponselnya dipegang oleh sama dengan layar menampilkan 404.
"Siapa yang telah menghapus berita ini?" tanya Fiona.
"Entahlah. Sekarang masuk ke mobil, kita akan mencari keberadaan Queen." Jawab Sam.
"Oke. Kakak aku mengkhawatirkan dirinya." Jawab Fiona.
"Tenanglah, coba hubungi dia. Kita akan mencari keberadaannya." Jawab Sam yang melajukan mobilnya.
"Iya kita cari di seluruh kota ini. Aku tidak pernah mengetahui di mana Queen biasanya selain kampus dan apartemennya." Jawab Fiona.
"Tentu. Soal foto yang ada di berita itu sepertinya aku mengenal foto pertama itu." Jawab Sam.
"Siapa?" tanya Fiona.
"Ingat orang yang bertemu dengan kita di kantor polisi. Seseorang yang wajahnya tertutup dari topeng serigala itu?" tanya Sam.
"Yah, aku mengingatnya." Jawab Fiona yang berfikir tentang masa lalu saat ia bertemu dengan Sam di kantor polisi.
"Lelaki di berita itu adalah dia, dan foto keduanya sepertinya itu adalah Zaki. Orang kepercayaan John Abraham." Jawab Sam.
"Sepertinya iya." Jawab Fiona yang melihat keluar jendela mobil untuk mencari keberadaan Queen yang telah hilang.
"Kapan foto itu di ambil? Dan kenapa mereka melakukan pembuatan berita seperti itu?" tanya Sam.
__ADS_1
"Aku juga tidak mengetahui siapa pelakunya yang telah membuatnya. Dan kapan foto itu di ambil sehingga menjadi penguat berita." Jawab Fiona.
"Tenang lah dek, kita pasti akan menemukan. Coba lagi untuk menghubungi dirinya." Jawab Sam kepada Fiona yang ekspresi wajahnya terlihat khawatir. Fiona juga sejak tadi menghubungi Queen namun nomornya tetap tidak aktif.