Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 138


__ADS_3

Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️


Terima kasih atas segala dukungannya❤️


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Tubuh Queen menggelinding dari atas hingga ke bawah, namun tersangkut oleh batang pohon yang begitu rindang. Queen mengalami benturan pada tubuhnya. Untung saja ia menggelinding dari atas ke bawah tidak cukup jauh. Hanya sekitar 5 meter dari atas.


"Auuuuu." Ucap Queen merasakan tubuhnya sakit. Akibat dari hak itu Queen tidak dapat bergerak dan badannya yang masih lemas membuatnya pingsan kembali.


Di sini lain, Fiona yang kembali ke toilet umum sementara mencari jejak Queen dari pintu toilet satu ke keseluruhannya tidak ada. Mencari dari seluruh tempat air terjun tidak ada. Mencari keliling camp juga tidak ada. Hingga melihat gerombolan tim mereka tadi tiba di camp.


"Fiona." Panggil Arya yang melihat Fiona seperti orang yang sedang kebingungan berjalan kesana kemari.


"Arya. Kalian sudah kembali? Apakah Queen bersama dengan mu?" tanya Fiona.


"Bagaimana mungkin dia bersama dengan kami. Bukannya tadi dia kembali bersama dengan mu?" tanya Arya.


"Apa yang terjadi?" tanya Eza kepada Fiona.


Fiona di kelilingi Eza, Arya, Yosi, Elena dan lainnya.


"Aku juga tidak tahu Queen ada di mana." Jawab Fiona.


"Bagaimana kronologinya?" tanya Eza.


"Kami kembali ke camp bersama lalu menemui Bu Grace. Kemudian tangan ku di obati di tenda medis. Setelah dari situ, kami berdua bersama-sama kembali ke tenda untuk istirahat. Karena tubuh ku terasa lengket, jadi aku mengajak Queen untuk membersihkan diri."


"Kami bersama-sama untuk membersihkan diri di toilet umum. Awalnya Queen ingin menyusul kalian tapi aku memaksanya untuk tetap tinggal dan dia mau. Saat itu aku kembali lebih dulu ke tenda untuk mengantarkan pakaian kotor. Kami berjalan akan berjalan-jalan di bawah air terjun. Namun saat aku kembali, tidak menemukannya." Jawab Fiona.


"Sudah mencarinya di tenda?" tanya Arya.

__ADS_1


"Susah, tali tidak ada. Bahkan sudah berkeliling di arena camping. Tidak menemukan Queen juga. Aku juga sudah menelusuri di sekitar air terjun. Tapi tidak menemukan dia juga." Jawab Fiona yang khawatir.


"Hmmm, tidak mungkin dia menyusul kami. Jika dia menyusul kami sudah pasti kami bertemu dengannya saat perjalanan kembali kemari. Karena kami menggunakan rute yang sama saat pergi hingga pulang saat ini." Jawab Arya.


"Lagi pula tidak mungkin dia akan tersesat karena kita selalu membuat petunjuk arah dengan ukiran di pohon." Jawab Eza.


"Jadi dia kemana?" tanya Fiona.


"Jangan panik dulu. Mungkin dia di suatu tempat. Lagi pula ini belum lebih satu jam dia menghilangkan. Aku akan melaporkan ke tim pemandu. Jika dalam waktu 5 jam tidak ada kabar juga. Kami akan menelusuri tempat ini." Jawab Eza


"Tapi ini matahari sudah hampir tenggelam. Malam akan segera tiba." Jawab Fiona.


"Tenanglah. Kalian baris dulu, kita akan melaporkan apa yang sudah kita kerjakan. Soal Queen saya akan melaporkan ke posko." Jawab Eza.


"Apakah ayah sudah bertindak?" tanya Elena dalam hati mendengar segala situasi.


"Baik pak." Jawab mereka.


"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja." Jawab Arya.


Satu persatu tim yang telah berpetualang di dalam hutan kembali ke arena camping. Mereka semua berbaris kembali untuk melaporkan kegiatan yang telah mereka lakukan. Mereka melaporkannya kepada masing-masing pembimbing. Dan pembimbing mengumpulkan semua hasil pengamatan para mahasiswa.


Mereka setiap tim memberikan persentasi dari pengamatan yang telah mereka lalui ketika masuk ke dalam hutan. Tentang apa saja yang mereka temui dan apa saja yang telah di jelaskan pemandu tentang alam yang mereka rasakan.


Di sisi lain, Al yang sudah sampai di helipad militer satuan hutan lindung di tempat itu.


"Lapor komandan! Selamat datang di camp militer satuan raja singa hutan lindung." Ucap seseorang yang menyambut Al dan Joy.


"Pergilah segera untuk melihat situasi tentang Sam." Ucap Al kepada Joy. Joy yang menganggukan kepala dan Al turun dari helikopter.


Joy kembali mengemudi helikopter untuk terbang ke rumah sakit dimana Sam di rawat. Sedangkan Al di tinggal di camp militer.


"Kau semakin gagah." Jawab Al yang menyapa seseorang yang sejak tadi mengangkat tangannya memberi hormat.

__ADS_1


"Bos bisa saja." Jawab lelaki yang di panggil singa.


"Aku tidak ingin banyak bicara dan juga di kenalkan oleh anak buah mu. Tapi aku butuh bantuan beberapa anak buah mu yang dapat di percaya." Jawab Al.


"Tuan masuk dulu ke ruangan ku, kita bahas di dalam." Jawabnya.


"Aku tidak ingin menunggu lama. Segera kumpulkan 10 orang saja untuk membantu ku sekarang." Jawab Al yang berjalan untuk masuk ke dalam ruangannya.


Dalam waktu 1 menit, 10 orang sudah masuk ke dalam ruangan dimana Al dan singa sudah duduk di hadapan para 10 orang tentara.


"Lapor, tim khusus siap melaksanakan tugas." Jawab 10 orang tentara itu menghadap Al dan singa.


"Pelatih Al yang akan membicarakan tugas kalian. Bos silahkan." Jawab singa.


"Aku persingkat dengan cepat. Aku mengumpulkan kalian untuk membantuku menemukan seorang wanita." Jawab Al yang memberikan ponselnya kepada Singa untuk diberitahukan kepada ke 10 orang itu.


"Kalian sudah ingat wajahnya?" tanya Al.


"Siap, sudah." Jawab mereka.


"Bagus. Satu orang pergilah ke arena camping yang berada di perbatasan hutan lindung ini. Kalian pasti tau tentang arena perkemahan untuk liburan para mahasiswa?" tanya Al.


"Siap, saya memiliki seorang kenalan yang bekerja di sana sebagai pemandu. Saya bisa bertanya tentang keberadaan wanita yang pelatih maksud." Jawab salah seorang dari ke sepuluh.


"Baik. Segera laksanakan. Tanyakan kepadanya apakah Sella Queen di tempat itu baik-baik saja?" tanya Al.


"Siap laksanakan." Seseorang itu pergi melakukan panggilan kepada kenalan yang dia maksud untuk mencari informasi tentang keberadaan Queen.


"Kalian bersembilan, dengarkan baik-baik. Rencana pertama, berpencar lah di arena hutan lindung. Pahami situasi, jika ada seseorang yang mencurigakan lapor segera. Rencana kedua, jika Queen tidak ada di arena camping, aku meminta bantuan kalian untuk menemukan dia di seluruh hutan lindung. Terutama cari di mana saja titik jurang yang terdapat di hutan lindung." Jawab Al.


"Yah, aku yakin mereka mencari situasi jurang untuk menghindari bukti tertinggal. Karena hal ini dapat memberikan dampak hanya sekedar kecelakaan murni." Jawab Al yang berfikir bahwa para pembunuh ingin melakukan hal ini kepada Queen.


"Kalian mengerti?" tanya Singa yang melihat Al terdiam.

__ADS_1


"Siap kami mengerti." Jawab mereka.


Tentara yang tadi pergi menelpon pemandu yang ia kenal untuk mencari keberadaan Queen, dia datang kembali untuk melapor kepada Al.


__ADS_2