Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 20


__ADS_3

Wajah mereka semua menjadi serius memperhatikan penjelasan Al yang sedang mempersentasikan materi menggunakan layar. Al menjelaskan materi dengan perlahan namun asik sehingga yang mendengarkan mudah mengerti. Adanya komunikasi timbal balik dalam presentasi yang di paparkan mereka.


Waktu berjalan dengan cepat sehingga mata pelajaran yang dibawah oleh Al selesai.


"Terima kasih." Ucap Al dengan tersenyum mengakhiri perkuliahan.


Al berjalan keluar dari kelas. Mereka semua mulai bergosip tentang cara mengajar Al kepada mereka yang mudah di mengerti. Mereka semua menganggap sebagai dosen yang baik dan profesional.


"Kau lihat auranya tadi. Walaupun dia terlihat kejam tapi sebenarnya profesional. Dan walaupun terlihat lembut namun tegas. Dan yang paling aku suka adalah ia menerangkan materi ini mudah untuk di mengerti." Ucap mahasiswa-mahasiswi yang sedang bergosip.


Sementara, Queen Yang sedang membereskan peralatan tulis nya ke dalam tas di ajak Fiona ke suatu tempat setelah ini.


"Queen." Panggil Fiona.


"Iya." Jawab Queen.


"Bagaimana setelah ini ikut denganku untuk ke kafe yang baru buka di dekat kampus itu. Katanya es cream di tempat itu sangat enak dan juga tampilannya sangat cantik." Ajak Fiona.


"Hari ini?" tanya Queen.


"Ayolah. Yah, yah." Ucap Fiona dengan memeluk tangan Queen dan memasang wajah yang memelas.


"Baiklah." Jawab Queen.


"Lagian di tempat itu juga ada pancake yang lumayan enak." Jawab Fiona.


"Jadi bisa kita pergi sekarang?" tanya Queen yang ingin segera mengakhiri hal ini karena ia tidak terbiasa dengan ocehan yang terlalu banyak.


"Baik. Ayo!" Jawab Fiona yang menggandeng tangan Queen keluar dari kelas.


Di sisi lain, Yosi yang melihat Queen dan Fiona berjalan keluar dari kelas memberitahukan kepada Elena. Elena yang memerintahkan Yosi untuk mengikuti mereka berdua.


"Mereka masuk ke cafe ini?" tanya Elena yang melihat Queen dan Fiona masuk ke dalam cafe.


"Kita ikuti?" tanya Yosi.


"Ayo." Jawab Elena.


Queen dan Fiona duduk di pojok kiri cafe sedangkan Elena dan Yosi duduk di dua kursi sebelum tempat duduk Queen dan Fiona.


"Kenapa kita harus mengikuti mereka berdua?" tanya Yosi.


"Kau akan mengetahui nanti. Pesanlah makanan, aku yang akan membayarnya." Ucap Elena.


"Yes, makan gratis lagi." Jawab Yosi dalam hati.


"Oke. Kau mau pesan apa Elena?" tanya Yosi.


"Terserah, pesankan saja." Jawab Elena yang sedang asik memantau Queen dan Fiona

__ADS_1


"Baik. Biar aku yang akan memesan." Jawab Yosi


"Queen kau mau pesan apa? biar aku yang membayarnya." Jawab Fiona.


"Aku masih mampu untuk membayarnya sendiri " Jawab Queen.


"Anggap saja ini sebagai tanda pertemanan kita." Jawab Fiona.


"Ini orang kenapa seperti itu."Jawab Queen dalam hati.


"Aku akan memesan es krim cokelat doble dan pancake spesial." Ucap Fiona kepada pelayan yang menunjukkan gambar pada menu yang akan di pesan oleh nya.


Pelayanan membacakan ulang pesanan dari mereka lalu pergi. Fiona mulai kembali berbicara kepada Queen dengan terus menerus.


"Queen, dari mana asal mu?" tanya Fiona.


"Hanya di sebuah desa terpencil yang dekat taman hutan." Jawab Queen.


"Hutan?" tanya Fiona.


"Maksud ku hanya tinggal di kota kecil yang terdapat banyak hutan di sekeliling kota." Jawab Queen.


"Hampir saja." Jawab Queen yang menyadari bahwa dirinya bukan Sella.


"Bagaimana dengan keluarga mu?" tanya Fiona lagi.


"Hebat dong kalau begitu. Kalau Ayah ku seorang produser film. Ibu ku seorang penulis." Jawab Sella.


"Jadi alasan mu memilih jurusan kesusastraan?" tanya Queen yang baru saja mau membuka pertanyaan.


"Iya benar. Aku ingin seperti mereka berdua." Jawab Fiona.


"Oh." Jawab Queen.


"Bagaimana dengan mu?" tanya Fiona.


"Mungkin ingin meneruskan mimpi seseorang." Jawab Queen.


"Mimpi seseorang? Pacar?" tanya Fiona.


"Lebih tepatnya orang yang penting." Jawab Queen.


"Oh." Jawab Fiona.


Mereka mengobrol sejak tadi terhenti ketika pesanan yang mereka pesan sudah tersedia.


Fiona terus berbicara dengan ceria kepada Queen walaupun Queen bersikap sangat dingin. Dan saat Fiona menoleh ke belakang melihat Yosi dan juga Elena yang duduk di belakang dirinya. Fiona yang meletakkan sendok di mulutnya terhenti saat melihat mereka berdua lalu membalikkan dirinya untuk memberitahu Queen.


"Elena dan Yosi ada di sana?" Ucap Fiona dengan menunjuk ke arah belakang punggungnya kepada Queen.

__ADS_1


"Lalu?" tanya Queen dengan tetap santai.


"Jangan bilang Queen sejak tadi sudah mengetahui bahwa mereka duduk di belakang ku?" tanya Fiona yang di beri anggukan kepada Queen.


"Mereka mau apa?" tanya Fiona


"Nikmati saja makanan kita." Jawab Queen yang mulai memakan es krimnya dengan santai.


Elena yang tiba-tiba berjalan mendekati mereka.


"Kenapa kau sejak tadi melihat ku dengan tatapan seperti itu?" tanya Elena kepada Queen dengan menghentakkan tangannya ke meja


"Kau sedang berbicara dengan ku?" tanya Queen yang tetap bersikap dingin dengan duduk dan menatap Elena


"Tentu saja aku berbicara dengan mu." Ucap Elena


"Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian. Mengapa kalian mengikuti kami sejak keluar dari kelas?" tanya Queen.


"Kami?" tanya Elena.


"Kiriman mu sudah aku kalahkan. Lain kali jangan kirim manusia lemah seperti itu " Jawab Queen yang berdiri dan menepuk pundak Elena lalu tuliskan kalimat itu kepadanya.


Wajah Elena yang terkejut mendengar kalimat yang diucapkan oleh Queen.


"Jangan terlalu percaya diri bahwa aku sedang melihat dirimu. Ini adalah tempat umum yang semua orang dapat melihat sekitarnya." Jawab Queen yang menarik dirinya menjauhi Elena setelah membisikkannya.


"Fiona lebih baik kita pergi dari tempat ini " Jawab Queen dengan meninggalkan Elena dan Yosi yang berdiri di meja mereka.


"Baik. Aku akan membayar tagihan dulu." Jawab Fiona yang melihatku Queen sangat keren.


"Elena apa yang harus kita lakukan." Jawab Yosi.


"Diam. Bayar saja tagihannya." Jawab Elena yang terduduk di kursi tempat Queen tadi. Elena memberikan kartu miliknya kepada Yosi untuk membayar tagihan.


"Bagaimana mungkin tiga orang yang aku sewa dari bawahan ku dikalahkan olehnya? Tidak, ini tidak mungkin. Seperti ya dia memiliki pendukung lainnya. Aku harus mengetahui siapa pendukung dia." Jawab Elena


Elena yang mengambil ponselnya dalam as kemudian menelpon seseorang untuk memerintahkan pencarian 3 orang yang telah dikirimnya untuk melakukan penculikan kepada Queen. Jika tidak menemukan 3 orang tersebut, Elena memerintahkan untuk diam diam mencari tahu identitas Queen.


Fiona yang sudah selesai membayar tagihan langsung berjalan ke arah Queen dan memeluk tangannya.


"Kau benar-benar keren Queen. Apa yang kamu katakan kepada Elena sehingga membuat wajahnya sangat tegang seperti itu. Lebih tepatnya ekspresi terkejut namun takut." Jawab Fiona.


"Tidak ada, aku hanya mengatakan padanya untuk lebih mengurangi kepercayaan diri." Jawab Queen.


"Hahahha." Fiona yang tertawa.


"Lebih baik kita pergi." Jawab Queen.


"Baiklah." Jawab Elena yang tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2