Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 42


__ADS_3

Joy yang mengambil laptop di lantai dan meletakkannya ke atas meja. Baru saja meletakkannya ke atas meja, tiba-tiba layar laptop berhenti dan muncul sebuah video. Al langsung menggunakan topengnya dan memerintahkan Sam dan Joy membelakangi Laptop.


"Kau benar-benar hebat. Mengelabui kami sampai seperti ini. Tapi tidak heran, karena kau benar-benar ketua Black wolf." Ucap Akira dalam video itu.


"Bagiamana?" tanya Al dengan wajah yang di tutupi topeng


"Kami kira karena security proxy server yang memiliki banyak tameng kami tidak dapat memasukinya. Ternyata, kau memang sudah mempersiapkan dalam tebakan hipotesis sendiri."


"Tidak semudah itu untuk mencari tau. Persingkat saja, apa mau mu?" tanya Al.


"Tentu saja membalas hinaan kalian yang telah menolak kerja sama dengan kami. Kau ingat baik-baik, ini hanya sedikit pembalasan saja. Tunggu berikutnya." Jawab Zerico.


"Silahkan kerjakan apa yang kau inginkan." Jawab Al.


"Tentu, lihat beberapa jam lagi." Jawab Zerico yang kemudian mematikan video itu.


"Hancurkan laptop ini." Jawab Al kepada mereka.


"Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?" tanya Sam kepada Al.


"Apa yang sudah dia rencana dan beraninya dia mengancam?" tanya Joy.


"Tenang saja, apapun yang di lakukan olehnya, dia juga tidak akan mungkin bisa menggangu kita." Jawab Al.


"Kau yakin?" tanya Sam.


"Entahlah, saat ini kita tunggu saja apa yang di inginkan olehnya. Tindakan apa yang ingin dia lakukan." Jawab Al.


"Baiklah." Jawab Sam.


"Joy antar aku ke kantor." Jawab Al yang berdiri dan keluar dari gudang.


Mereka bertiga keluar dari gudang menuju ke kantor perusahaan Alaric.


"Hancurkan laptop yang di dalam beserta dengan flash disk nya." Jawab Joy kepada bawahannya.


"Baik bos."


Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan pergi ke perusahan Alaric, mereka bertiga tiba di kantor. Al membereskan beberapa hal yang harus di bereskan di kantor. Sedangkan Joy dan Sam sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Di dalam ruang kantor itu mereka bertiga sibuk dengan berkas.


Terkadang Joy menjelaskan satu berkas yang akan disetujui oleh Al. Terkadang Sam berbicara untuk membantu mereka berdua dalam menyusun mengelompokkan beberapa berkas yang harus laksanakan pada waktu terdekat hingga waktu lama. Mereka bertiga benar-benar kompak dalam menyelesaikan berkas-berkas kantor yang ada di dalam ruangan.

__ADS_1


Sebagai CEO yang menjalankan segala sesuatu yang terjadi di dalam perusahaan, Joy melakukannya dengan baik. Publik juga mengetahui bahwa Joy lah yang menjalankan perusahaan ini. Walaupun menjadi rahasia umum bahwa ada eksekutif direktur pemilik dari perusahaan Alaric ini sebenarnya yaitu sosok misterius Altezza Alaric.


Seperti biasanya, Allah tidak pernah mengungkapkan identitas di depan publik karena kebebasan yang ingin dia dapatkan dalam kehidupannya. Hanya beberapa orang yang mengetahui dia yang sebenarnya.


Mereka beberapa jam sibuk dengan berkas tersebut namun tidak ada yang menyangka bahwa ada sebuah berita yang sedang menantikan mereka.


"Breaking news, telah beredar sebuah video peredaran narkoba berjenis heroin yang terjadi di hotel A. Beserta pengkroyokan di arena balap liar sekitar perbukitan perbatasan kota A dan B. Di lihat dari isi video bahwa semuanya berkaitan dengan hotel A. Apa yang terjadi sebenarnya, pihak kepolisian masih mencari tahu dan meminta keterangan kepada pemilik hotel A agar dapat mengklarifikasi video yang beredar. Sekian dari breaking news hari ini." berita dari televisi.


Suara telepon Sam berdering terus menerus sehingga membuatnya menghentikan pekerjaannya.


"Kenapa kau membiarkan ponsel mu terus berdering?" tanya Joy.


"Masih sibuk dengan membantu kalian." Jawab Sam.


"Angkat saja, sejak tadi ponsel itu tidak berhenti untuk berdering." Jawab Al yang masih memegang pulpen untuk menandatangani beberapa berkas yang sudah menumpuk di depannya.


"Ais, baiklah." Jawab Sam.


Akhirnya Sam mengangkat panggilan itu.


"Bos bagaimana ini, video tentang beredarnya heroin itu di dalam hotel kita telah tersebar didalam internet sehingga membuat media memberitakan hal itu kepada khayalak."


"Bos silakan cek sekarang di televisi."


"Baiklah aku mengerti."


"Bos, sepertinya para wartawan berdatangan ke hotel kita. Apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.


"Jangan biarkan mereka untuk masuk ke dalam." Jawab Sam.


"Bos, pihak polisi juga baru saja tiba." Jawab seseorang itu yang melihat bahwa mobil polisi tiba di hotel.


"Jangan katakan apapun. Bilang saja kau tidak mengetahui hal itu. Tunggu aku sampai di sana, kita akan menyelesaikannya." Jawab Sam.


"Ada apa?" tanya Al.


Sam yang mengantongi ponselnya dan menjelaskan apa yang terjadi dengan menunjukkan beberapa video yang telah diberitakan oleh media. Dan mencari video yang telah tersebar di internet.


"Jadi ini kejutan yang dikatakan oleh dia." Jawab Al yang menyimpulkan perkataan dari Zerico.


"Maksud mu ini adalah ulah dari Zerico?" tanya Sam.

__ADS_1


"Begitulah." Jawab Al lalu meletakkan berkas dan segala sesuatu yang ada di meja kerja. Mereka bertiga keluar dari ruang kantor menuju ke hotel.


"Bagaimana kita apa menyelesaikan semua ini?" tanya Joy.


"Mereka sengaja melakukan hal ini untuk membuat publik tidak percaya terhadap hotel kita. Jika mereka mencari masalah dengan menggunakan media maka selesai kan juga menggunakan media." Jawab Al.


"Maksud mu?" tanya Sam dan Joy.


"Sam, kau pergi melihat situasi yang ada di hotel. Sedangkan Joy, antarkan aku menemui komisaris polisi tertinggi di kantornya." Jawab Al.


"Kami mengerti." Jawab Mereka.


Mereka berpisah dengan menggunakan mobil yang berbeda dari kantor menuju ke masing-masing tujuan mereka.


Sam yang tiba di hotel, melihat banyaknya kerumunan wartawan yang sudah berada di depan pintu masuk hotel. Jajaran orang berdiri di depan bahkan mobil polisi berada di depan pintu halaman hotel.


"Akhirnya bos datang." Jawab mereka.


"Dia pemilik hotel ini?" tanya Polisi.


"Iya." Jawab Sam.


"Bapak kami tangkap atas tuduhan pendistribusian barang narkotika. Silahkan ikut kami, bapak bisa menjelaskan di kantor dan juga bisa mencari cara untuk membantu bapak." Ucap polisi yang memberikan surat selamat kepada Sam.


"Aku bisa berjalan sendiri tanpa harus sekalian borgol " Jawab Sam yang tidak ingin mereka menyentuhnya.


"Bos!" Panggil para karyawan hotel melihat Sam yang ingin dibawa oleh Polisi.


"Kalian tenang saja. Aku tidak akan kenapa-kenapa. Serahkan semuanya." Jawab Sam tersenyum.


Sam beserta dengan para polisi masuk ke dalam mobil polisi. Saat para polisi keluar dari hotel sudah disambut oleh banyak wartawan yang sedang mendekati mereka untuk mendapatkan penjelasan klarifikasi tentang video yang telah tersebar.


"Bagaimana tanggapan bapak tentang video yang telah?"


"Bagaimana hal itu terjadi?"


"Bagaimana hotel bapak menjadi tempat pendistribusian barang narkotika?"


Para wartawan yang terus mengajukan pertanyaan kepada mereka yang berjalan menuju ke mobil.


"Semua harap tenang, semuanya akan di klarifikasi secepatnya." Jawab Sam.

__ADS_1


__ADS_2