Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 194


__ADS_3

Al yang sejak pagi pergi langsung ke tempat bekas mobil rongsokan. Al mengecek langsung apa yang ada di sana, namun sepertinya Al tidak bisa masuk sehingga ia kembali ke rumah lagi.


Baru saja Al turun dari sepeda motor, kedua pengawalnya yang sudah menunggu kedatangan langsung menghadap Al.


"Tuan, bos Joy mengatakan kepada kami bahwa anda tidak dapat di hubungi."


"Oh iya aku baru ingat bahwa ponsel ku ada di dalam kamar dan baterainya habis. Aku lupa mencarger." Jawab Al yang membuka helmnya.


"Ini tuan Joy." Jawab pengawal salah satunya yang memberikan ponsel kepada Al.


"Ada apa?" tanya Al.


"Bos, Ada hal penting yang harus aku katakan kepadanya tentang identitas orang yang telah menyebarkan informasi untuk membunuh Queen." Jawab Joy.


"Siapa?" tanya Al.


"Aku sulit untuk menjelaskannya. Jadi cepatlah kembali. Aku mendapatkan hal yang menarik, untuk saat ini lebih baik kau sendiri dan Queen yang mengeceknya." Jawab Joy.


"Baiklah." Jawab Al.


Al langsung masuk ke dalam rumah dan melihat Queen bersama dengan Stella sedang memasak. Mereka sedang menyediakan makanan yang sudah masak di susun di atas meja.


"Kau sudah pulang?" tanya Queen.


"Iya, bisa aku berbicara sebentar kepada mu?" tanya Al yang berdiri di depan kursi sedangkan Queen sedang meletakkan SOP ayam di atas meja makan.


"Kenapa gak disini aja?" tanya Queen.


"Hmmm." Jawab Al yang berwajah serius memandang Queen.


"Baiklah." Jawab Queen yang merasa bahwa Al benar-benar ingin berbicara serius.


"Ma, Queen tinggal ya. Al sudah pulang." Jawab Queen kepada Stella.

__ADS_1


"Iya." Jawab Stella yang masih berada di dapur dengan meletakkan makanan yang sudah masak di atas mangkok.


Queen berjalan ke arah kamar mereka yang di ikuti oleh Al dari belakang. Masuk ke dalam kamar, Al menutup pintunya. Queen membalikkan kebelakang melihat Al.


"Queen, bisa kita kembali malam ini?" tanya Al.


"Pulang ke Boyalia?" tanya Queen.


"Iya." Jawab Al.


"Kenapa?" tanya Queen.


"Ada hal yang harus di periksa aku sendiri. Ini tentang mu juga." Jawab Al.


"Ceritakan dengan detail." Jawab Queen.


"Seperti yang aku katakan pada mu tadi malam bahwa ada geng di kota ini. Tadi pagi aku..." Jawab Al yang menceritakan dengan detail.


3 Jam sebelum Al pulang ........


"Hey, siapa kau?" tanya seseorang yang berjalan mendekati Al. Sementara di tempat lain semua anggota mereka baru saja menuju ke markas.


"Sial? aku kira tidak ada orang." Jawab Al dalam hati.


"Aku tanya siapa kau?" tanya seseorang itu makin mendekat.


Tanpa ada jawaban, Al langsung melayang tertinggi ke wajah lelaki itu yang sedang mendekati Al. Kepala lagi itu langsung terdampar ke samping. Lelaki itu terjatuh ke tanah akibat tinju Al yang begitu kuat.


"Sial! Siapa kau brengsekkkkkk!" ucapnya yang menahan sakit. Tanpa ada jawaban lagi, Al langsung berjalan dan melayangkan pukulan-pukulan lainnya hingga lelaki itu tidak sadarkan diri.


"Baru saja 3 kali pukulan sudah tidak sadar. Apa pukulan ku sekuat itu? Tapi sepertinya tidak, aku tidak mengeluarkan seluruh tenaga yang aku punya." Jawab Al dalam hati melihat sosok lelaki yang ada di bawahnya sedang tidak sadarkan diri.


Al yang ingin menarik tubuh laki-laki itu dengan mengangkat kedua kakinya lalu menariknya ke pinggir mobil-mobil rongsokan. Al yang masih memakai helmnya tidak terlalu mendengar suara kereta yang mendekati tempat.

__ADS_1


Hingga beberapa orang tiba dan melihat Al yang sedang menggeret laki-laki yang dikenal oleh mereka. Mereka yang datang semua langsung turun dari kereta dan menyerbu Al.


"Hey kau apakan saudara kami?" teriak mereka dari kejauhan sambil berlari ke arah Al.


"Duh, merepotkan saja. Ya sudahlah jika sudah seperti ini." Jawab Al dalam hati melihat beberapa orang yang datang.


Satu tinju, pukulan, tendangan, menghindar dan segala atraksi berkelahi 1 lawan 9 orang. Mereka satu persatu di lumpuhkan Al dengan beberapa pukulan dan tendangan. Al hanya membutuhkan waktu 5 menit menyelesaikan mereka.


Ada yang sedang memegang perutnya karena terlalu sakit akibat serangan dari Al. Ada yang sudah pingsan akibat serangan Al. Dan ada beberapa anggota tubuh yang fatal akibat serangan dari Al. Mereka semua kesakitan dan terkalahkan.


Al dengan mendekati mereka satu persatu untuk melihat adakah tato yang menjadi identitas mereka. Al mulai memeriksa dari kerah baju sekitar, tangan, kaki dan tubuh.


"Apa yang anda lakukan kepada kami?" tanya mereka yang heran dengan Al tanpa ada menjawab sejak tadi.


Tetapi Al tidak ada menjawab apapun kepada mereka. Al yang sudah memastikan tanda atau simbol apapun yang memastikan identitas mereka. Beberapa ada yang memiliki tato, cincin, dan kalung. Al juga mengingat mereka menggunakan dasi miliknya dan baju panjang mereka. Mereka di kumpulkan melingkar.


Al membiarkan mereka di luar lalu masuk ke dalam untuk menggeledah apa yang ada di dalam bangunan. Melihat hal-hal yang sudah di beritahu oleh pengawalnya.


Saat masuk Al hanya melihat jajaran tempat tidur, lemari, tempat latihan dengan berbagai alat olahraga yang simpel, dan 1 buah komputer di tempat itu. Al duduk di depan komputer dan mulai memeriksa isi data komputer itu sendiri. Al mulai melacak kembali IP address yang telah di lihat oleh pengawalnya.


"Jadi memang benar apa yang di dapat oleh pengawal ku? Dan untung saja saat ini aku sudah menghapusnya. Ini hanya tinggal email pribadi yang masuk." Jawab Al.


"Tunggu email pribadi?" tanya Al yang mengeceknya kembali.


"Jadi mereka ada kaitan erat dengan penyebaran pengumuman pembunuhan Queen di situs?" tanya Al dalam hati.


"Jadi yang di dapatkan oleh anggota ku itu hanya beritanya saja. Sementara ini adalah email pribadinya?" tanya Al dalam hati.


Al langsung memberikan informasi detai tentang email itu untuk melacaknya. Al mendapatkan hal itu dan langsung mengirimkan kepada Joy untuk memeriksanya.


Al keluar dengan meninggal gedung terbengkalai pada komputer yang sudah di install otomatis untuk menghilangkan semua data tanpa bisa di recovery lagi. Al juga membawa sebuah kursi lalu duduk di depan mereka yang masih sadarkan diri.


"Kau? Bukannya kau itu lelaki yang ikut dengan bos Bram?" tanya dua orang yang memang bekerja di pabrik Bram saat Al membuka helmnya.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya kepada kalian 2 hal. Jawab apa yang ingin aku dengar tanpa ada hal lain yang tidak berkaitan.


__ADS_2