Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 29


__ADS_3

Mereka berdua memasuki lift. Suasana terasa hening tanpa kata. Queen yang diam sejak tadi membuat Al juga bingung untuk memulai percakapan. Hingga akhirnya di depan pintu apartemen, Queen mulai berbicara kembali.


"Masuklah." Ucap Queen memerintahkan Al.


Al yang sejak tadi sudah mengikuti Queen dan saat ini hanya menganggukan kepala lalu masuk ke dalam apartemen Queen atas perintahnya.


"Duduk dulu, aku akan mengambil kotak P3K." Jawab Queen.


Al duduk dan melihat sekitar.


"Bersih seperti yang aku fikirkan." Jawab dalam hati.


Queen membawa kotak P3K berjalan ke arah Al lalu terduduk disamping. Queen langsung menarik tangan Al yang terluka dan mulai mengobatinya secara perlahan. Queen dengan lembut mengkompres lebam tangan Al lalu memberikan salep secara lembut ke tangan Al. Dengan serius Queen melakukan itu dan dilihat oleh Al dengan intens. Mereka berdua tidak ada berbicara sama sekali. Al yang fokus memandang Queen dengan tersenyum. Queen yang fokus mengobati tangan Al.


"Selesai." Jawab Queen.


"Oh ya, terima kasih." Jawab Al.


"Jadi bisa sekarang keluarga dari apartemen ku?" tanya Queen.


"Keluar?" tanya Al.


"Iya." Jawab Queen sambil membereskan kotak P3K.


"Wanita ini benar-benar seperti kutub Utara " Jawab Al dalam hati.


Al yang melihat ponsel Queen tergeletak di atas meja. Langsung memilih begitu saja dan meletakkan ponsel itu di wajah Queen untuk membuka kunci ponsel.


"Kau?" tanya Queen yang kesal langsung meletakkan kotak P3K."


"Tenang saja aku hanya ingin mendapatkan nomor mu." Jawab Al dengan mengetik nomor teleponnya di ponsel Queen lalu memanggil ya.


Ponsel Al yang sudah berdiri karena panggilan dari pemilik ponsel Queen. Ponsel Queen dimatikan lalu ponselnya di berikan kepada Queen.


"Kau semakin kurang ajar!" Jawab Queen yang menerima ponselnya.


"Sepeda motor mu masih ditangan ku jadi apa aku salah jika akan memberikan kabar jika sudah aku antarkan?" tanya Al.

__ADS_1


"Aish, sudahlah. Pergi sekarang!" Jawab Queen.


"Aku akan pergi sekarang tapi aku akan selalu mengawasimu." Ucap Al.


"Pergi." Jawab Queen dengan mendorong tubuh Al keluar dari apartemennya.


"Aku akan selalu di sekitar mu Queen." Jawab Al dengan tersenyum dan berjalan ke arah lift.


"Dasar pria aneh. Datang tidak tau dari mana dan tidak tau kenapa dia sedang membongkar informasi ku." Jawab Queen setelah menutup pintu apartemennya.


Sehari sebelum kejadian


"Al ada yang menarik dari perempuan itu, datanglah sekarang ke sini. Aku ada di bar." Jawab Sam.


"Oke." Jawab Al


Al yang menerima panggilan dari Sam langsung pergi menuju ke bar. Al yang menggunakan topi dan masker dengan pakaian serba hitam setelah turun dari sepeda motor.


Dua orang yang menjadi pengawas masuk keluarnya pelanggan bar dengan tubuh besar dan kekar yang pastinya pandai berkelahi. Al yang berdiri di hadapan mereka dan ingin masuk langsung di tatap dengan tajam oleh mereka berdua.


Al langsung membuka maskernya dengan cepat lalu menatap mereka berdua dan memakai masker nya kembali.


"Maaf bos." Ucap mereka berdua dengan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Al.


Al langsung masuk ke dalam. Suasana bar yang begitu ramai dengan banyak orang duduk di tempat yang sudah di sediakan atau sambil minum atau hanya sekedar duduk di depan meja bartender yang langsung memberikan minuman.


Al melihat sekeliling untuk menemukan keberadaan Sam. Sam yang sedang duduk di sofa dengan dikelilingi beberapa wanita di samping ya. Sam yang melihat Al sudah datang langsung undur diri dengan wanita-wanita itu.


"Aku pergi dulu." Jawab Sam.


"Tuan Sam kenapa harus pergi?" tanya mereka


"Kalian nikmati saja makanan dan minumannya biar aku yang bayar." Jawab Sam tersenyum dengan menggoda mereka.


"Tuan Sam memang yang paling baik."


Al yang sudah berdiri tidak jauh dari Sam yang duduk di sofa melanjutkan langkahnya menuju ke lantai atas dan diikuti oleh Sam.

__ADS_1


"Apa yang kau temukan?" tanya Al yang membuka masker dan topinya saat duduk di sofa.


Mereka masuk ke dalam ruangan di lantai atas. Yah, ruang kamar yang memiliki sofa dan fasilitas lainnya seperti kamar hotel.


Sam berjalan mengambil beberapa kertas yang ada di atas meja kerja miliknya. Sam memberikan kertas-kertas itu kepada Al.


"Ini informasi yang didapatkan dari bawahanku mengenai Queen." Jawab Sam yang memberikan kertas itu kepada Al.


Al yang mengecek informasi Queen dari kertas-kertas yang di berikan oleh Sam. Sedangkan Sam langsung menjelaskan informasi yang didapatkan olehnya.


"Aku tidak tahu apakah yang bertemu denganmu itu Queen Aleska atau Sella Queen. Secara kebetulan aku menemukan identitas mereka di penerbangan milik kita yang bekerja sama di negara A."


"Aku melihat mereka yang dilahirkan di tempat yang berbeda pada identitas yang didapatkan dari pasport tetapi memiliki wajah yang sama bahkan aku tidak bisa menyangkalnya. Yang membedakan mereka hanyalah ukuran rambut."


"Saat aku menemukan identitas mereka berdua, Aku kira mereka adalah orang yang sama namun menggunakan dua identitas yang berbeda. Tetapi saat aku mencari tahu kedua identitas itu, bawahan yang ku perintahkan mengatakan bahwa mereka adalah dua orang yang berbeda."


"Hal itu mengejutkanku, dan yang lebih mengejutkan adalah identitas dari Queen Aleska. Jika Sella Queen adalah putri dari Bram dan Stella yang tinggal di kota dan dia adalah siswa biasa. Dengan mudah kita mendapatkan informasinya. Hanya saja pertemuan mereka berdua di bandara itu entah sebuah kebetulan atau sebuah takdir tanpa sengaja."


"Maksud mu mengejutkan dengan informasi Queen Aleska?" tanya Al yang dengan cepat sudah membaca beberapa kertas.


"Aku bahkan tim detektif atau tim cyber IT kita tidak bisa menemukan identitas dari Queen Aleska. Lebih tepatnya identitas miliknya di lindungi oleh negara A." Jawab Sam.


"Negara A?" tanya Al.


"Iya. Jika kita meng-hacker secara paksa untuk mendapatkan informasi tentang dia maka akan sangat merepotkan. Makanya aku memberhentikan penyelidikan indentitas miliknya sampai sini saja." Jawab Sam.


"Jadi maksud mu mereka berdua memang orang yang berbeda?" tanya Al.


"Iya. Kau lihat ini." Jawab Sam memberikan sebuah video saat Queen Aleska dan Queen Sella sedang mengecek pasport sebelum masuk ke pesawat.


"Durasi dalam beberapa video ini dari mereka pengecekan identitas sampai masuk ke dalam pesawat tidak mungkin mereka mengganti pakaian begitu cepat." Jawab Al.


"Tenang saja, video mereka sudah tidak ada di sana. Lagian beberapa hal sudah di tutup tentang penumpang saat itu yang menaiki pesawat karena kecelakaan." Jawab Sam.


"Kecelakaan? Kecelakaan yang aku katakan kepadamu untuk mencari tahu itu?" tanya Al.


"Iya. Petunjuk pertama yang kau berikan kepadaku itulah yang menjadi awal titik mula detektif kita dapat menemukan beberapa fakta saat ini." Jawab Sam

__ADS_1


__ADS_2