Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 103


__ADS_3

Queen yang sudah merasa baikan merasa sangat lapar, sehingga ia terbangun dari tidurnya. Saat kedua mata dibuka, Queen melihat Al yang sedang tidur disampingnya sambil memeluk dirinya.


"Laki-laki ini! Sudah, dia yang telah merawatku." Jawab Queen setelah menggerakkan kepalannya untuk melihat ke kanan dan ke kiri.


Queen yang ingin menyingkirkan tangan Al dari tubuhnya, membuat Al terbangun.


"Sudah baikkan?" tanya Al


"Sudah." Jawab Queen yang kemudian membangkitkan dirinya untuk turun dari tempat tidur.


"Mau kemana?" tanya Al yang juga ikut bangkit.


"Lapar." Jawab Queen.


"Oh." Jawab Al yang mendahului Queen untuk berdiri. Al memberikan sandal untuk dipakai Queen. Dan mereka berdua bersama-sama berjalan menuju dapur.


Saat tiba di dapur, Al mengambil makanan yang telah disediakan oleh nelayan untuk dipanaskan. Queen di perintahkan oleh Al untuk duduk saja di meja makan. Queen menuruti perkataan Al untuk duduk.


Setelah beberapa saat, Al membawa makanan yang telah dipanaskan ke hadapan Queen.


"Makanlah, tapi berhati-hatilah karena buburnya masih panas." Jawa Al.


"Terima kasih."Jawab Queen.


"Berhenti berterima kasih kepadaku sejak tadi karena memang ini yang harus aku lakukan sebagai seorang suami. Merawat istri yang sedang sakit." Jawab Al yang lagi-lagi terdengar seperti sedang menggoda Queen.


"Bisakah kau tidak berkata kalimat yang sangat menggelikan seperti itu." Jawab Queen.


"Kenapa? Apakah ada yang salah dengan kalimat ku?" tanya Al.


"Terserah saja."Jawab Queen.


"Jika ada sesuatu yang kau inginkan lagi katakanlah kepadaku. aku akan memenuhinya." Jawab Al kepada Queen.


"Tidak ada." Jawab Queen.


"Gagal untuk bisa melakukan kencan selanjutnya. Tapi tidak apa-apa yang terpenting kesehatan mu yang lebih utama." Jawab Al yang bergumam saat ia sedang menyandarkan kepalanya ke tangan kanan sambil melihat Queen yang sedang menikmati buburnya.


"Kencan kemana lagi?" tanya Queen yang mendengar Al.


"Kau mendengar ya?" tanya Al.

__ADS_1


"Tentu saja." Jawab Queen.


"Kemarin, sudah aku yang memutuskan untuk pergi ke lapangan golf. Mungkin kali ini, menyerahkan keputusan kepada mu." Jawab Al.


"Karena aku juga sudah baikan, dan jika kita hanya berdiam diri di villa tidak akan menyenangkan. Bagaimana jika pergi berkuda? Tapi dengan kondisi ku seperti ini seperti ya tidak dulu. Bagaimana jika menonton saja?" tanya Queen.


"Menonton?" tanya Al.


"Iya mungkin itu adalah kencan yang tidak akan terlalu banyak bergerak. Setelah itu pergi makan." Jawab Queen.


"Boleh." Jawab Al dengan semangat.


"Oke, aku bersiap dulu. Kau juga, sekali kita makan malam di luar." Jawab Queen.


"Oke." Jawab Al.


"Tapi ingat jangan sampai memesan seluruh bioskop hanya untuk kita berdua. Jangan kira aku tidak mengetahui bahwa kemarin kau memesan seluruh lapangan golf itu untuk kita berdua." Jawab Queen sebelum menutup pintu kamar.


"Dia mengetahui itu. Baiklah, baru saja ingin memerintahkan seseorang untuk menyewa bioskop hari ini." Jawab Al


Mereka berdua yang terbangun di jam 10 pagi. Karena terlalu kelelahan sehingga membuat mereka bangun kesiangan. Queen dan Al masing-masing mempersiapkan diri untuk pergi.


"Aku baru menyadari kalau kami berdua memakai pakaian yang sama." Ucap Queen dalam hati saat berjalan bersama dengan Al.


Mereka melihat banyak pasangan yang sedang mengantri membeli tiket bioskop, makanan popcorn dan sedang bercanda gurau dengan pasangannya.


"Mau menonton film apa?" tanya Al kepada Queen.


"Thailer saja, Marvel." Jawab Queen


"Baiklah, aku akan pesankan tiketnya. Kau tunggu saja di sini ya." Jawab Al yang memerintah Queen untuk duduk di kursi bundar yang mengelilingi tiang. Banyak yang duduk di tempat itu juga.


"Bagaimana jika aku yang pesan makanan, kau yang memesan tiket." Jawab Queen.


"Tidak perlu. Lagian waktu penayangan 13.30, jadi masih ada waktu untuk ku membeli tiket dan popcorn saat mengantri." jawab Al.


"Bukannya akan menghemat waktu." Jawab Queen.


"Tidak. Duduk disini jangan kemana-mana aku akan segera kembali." Jawab Al.


"Baiklah." Jawab Queen.

__ADS_1


Al sangat pengertian karena dia kemarin malam sudah membaca beberapa hal yang harus di perhatikan tentang wanita yang sedang datang bulan. Al tidak mengizinkan Queen untuk berdiri lama-lama mengantri. Itulah alasan untuk memerintah Queen tetap duduk dan ia yang membeli tiket beserta popcorn.


Al yang pertama-tama mengantri tiket dengan barisan sekitar ada 10 orang yang sedang mengantri di depan Al. Waktu yang dihabiskan untuk mengantri tiket sekitar 15 menit. Setelah mendapat dua tiket, Al langsung membeli popcorn dan juga minuman yang akan dibawa ke dalam.


"Ayo." Jawab Al yang membawa 1 buah tempat popcron dan juga dua buah minum.


"Hanya membeli 1?" tanya Queen.


"Iya, aku melihat orang-orang yang membelinya seperti itu." Jawab Al


Queen melihat sekitar bahwa mereka membeli hanya satu tempat popcron dan satu minuman saja yang memiliki dua sedotan. Queen tersipu melihat itu dan segera berdiri.


"Aku fikir jika membeli satu buah minuman seperti mereka kau tidak akan mau, jadi aku membelinya dua." Jawab Al.


"Tidak apa. Sini aku bantu membawakan minum ku sendiri." Jawab Queen yang mengambil minumnya.


"Ayo kita pergi." Jawab Al.


Mereka berjalan beriringan menuju pintu bioskop dan mencari nomor tempat duduk mereka. Tiba di tempat, mereka duduk berdampingan. Al yang berada di samping kanan Queen.


Semua orang mulai masuk dan memenuhi aula bioskop karena film akan segera di tayangkan 5 menit lagi. Satu persatu bangku kosong di penuhi orang-orang. Dan kebanyakan yang menonton adalah gendre lelaki. Hanya ada satu dua orang yang pergi bersama dengan pasangan ya.


"Apakah kita salah memesan tiket?" tanya Al.


"Tentu saja tidak. Karena kebanyakkan yang menyukai film Marvel hanyalah lelaki. Hanya ada satu dua wanita yang menyukai gendre ini." Jelas Queen.


"Iya juga. Ya sudah karena ini adalah film pilihan mu. Ini adalah untuk pertama kali ya aku menonton bioskop." Jawab Al.


"Pertama kalinya?" tanya Queen yang tidak percaya.


"Iya. Karena tidak terlalu suka menonton." Jawab Al.


"Pantas saja. Aku dulu jika ke kota hanya ingin menonton dengan bebas." Jawab Queen.


"Jadi pergi ke kota secara diam-diam karena untuk bermain." Jawab Al.


"Sudah mulai." Jawab Queen.


"Kenapa aku bisa cerita tentang masa lalu. Untung saja bisa mengalibi." Jawab Queen dalam hati yang meminum minuman yang di pegang ya.


Film segera di tayangkan.

__ADS_1


__ADS_2