
Paz bersama dengan seluruh anggotanya sedang membicarakan Al hingga hampir lupa melaksanakan permintaan Al.
"Ada apa pak kepala?"
"Aku mau staf inti masuk ke ruang rapat. Ada yang ingin aku diskusikan kepada kalian." Jawab Paz kepada anggotanya.
"Baik." Jawab mereka sebagai ketua instruktur di setiap bidang.
"Tuan Al meminta kita untuk mencari bukti tentang Hotel A yang menjadi satu-satunya Hotel yang berada di pantai dekat perbatasan kota A dan B." Jawab Paz.
"Karena video yang menjadi pencarian utama di internet itu?"
"Iya, video itu juga menjadi berita utama pada hari ini yang terus-menerus di putarkan."
"Sepertinya kalian sudah mengetahuinya. Jadi aku langsung ke intinya. Sebenarnya ada yang menjebak tuan Al agar terlibat pada pendistribusian narkotika. Mereka ingin merusak citra Al di hadapan publik. Aku sudah mendengarkan penjelasan dari tuan Al sendiri bahwa kejadian yang terjadi bukan seperti yang ada di internet."
"Saat itu, mereka sedang mengatasi mayat yang sudah ada di dalam kamar hotel. Dan video yang langsung di perlihatkan sepenggal-sepenggal sehingga membuat penonton terkecoh....." Paz ceritakan dengan singkat kepada mereka apa yang sedang terjadi.
"Jadi aku kau kelola tim IT untuk menghapus video yang beredar dengan mengganti video yang sebenarnya terjadi di sana." Jawab Paz.
"Baik."
"Tim penyelidik, segera datang ke hotel untuk mendapatkan bukti itu. Kalian bisa langsung ke sana dengan menunjukkan kartu ini. Tapi ingat kalian harus menyamar tanpa perlu menggunakan seragam lengkap agar tidak menonjol." Jawab Paz
"Siap laksanakan."
"Tim Forensik langsung datang ke rumah sakit Sam. Ambil video mayat itu dan data bukti yang sudah di teliti oleh Tuan Sam. Semua berkasnya ada di lab pribadi miliknya di bawah lantai teratas. Kalian saya mencari seorang suster yang ada di rumah sakit itu dan menunjukkan kan kartu ini." Jawab Paz yang sudah di jelaskan oleh Al tadi.
"Baik."
"Selebihnya, ikut aku untuk pergi ke kantor cabang kepolisian yang ada di tempat itu untuk menjamin tuan Sam." Jawab Paz.
"Baik mengerti." Jawab Mereka.
"Kalian sudah mengetahui masing-masing apa yang harus kalian lakukan?" tanya Paz.
"Siap Pak." Jawab mereka.
"Bagus. Kita bergerak sekarang, dan tetap saling berhubungan memberi kabar." Jawab Paz
"Siap pak."
__ADS_1
Mereka bubar dari ruang rapat dan langsung mengutus anggota tim mereka masing-masing menuju ke tempat yang sudah ditentukan oleh Paz.
Tim Forensik yang tiba di rumah sakit Sam langsung mendatangi suster yang sedang berjaga di rumah sakit itu dengan menunjukkan kartu yang sudah diberikan oleh mereka itu. Suster itu langsung mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang kepercayaannya Sam.
Suster itu mengantarkan mereka ke lantai atas lab pribadi Sam. Menunjukkan mayat itu dalam ruang jenazah pendingin. Lalu memberikan hasil otopsi. Mereka juga di peringkatkan suster untuk tidak menyentuh mayat itu dengan sentuhan secara langsung. Dan tidak terlalu banyak orang mendekati mayat. Mereka di perintahkan untuk berhati-hati karena mayat itu beracun.
Tim penyelidik datang ke hotel untuk menyelidiki apa yang terjadi. Mereka datang ke bagian ruang CCTV dan menunjukkan kartu yang di berikan oleh mereka. Mereka bekerja di depan layar komputer untuk melihat secara detail video yang terjadi pada hari itu.
Sementara Al dan Joy pergi ke apartemen Belta untuk bertemu dengan Queen.
"Tuan kenapa kita kembali ke apartemen?" tanya Joy.
"Karena kita sudah melibatkan Queen di dalam kekacauan ini." Jawab Al.
"Video itu?" tanya Joy yang nama menjawab karena berpikir apa yang ada di dalam video yang tersebar di internet itu.
"Wanita yang ada di dalam hotel itu?" tanya Joy lagi.
"Iya. Kau tunggu dulu di sini. Aku akan pergi ke atas dulu, setelah itu kita ke penjara." Jawab Al.
"Baik tuan."
Al keluar dari mobil lalu masuk ke dalam lift menuju ke apartemen Queen. Tiba di depan apartemen Queen, Al menekan tombol bel pintu .
"Ting, Ting,".
Queen yang masih di tempat tidur dan membaca diary Alex dengan serius terhenti karena suara bel. Queen yang meletakkan diary itu lagi ke dalam laci, lalu bergegas untuk membuka pintu.
"Siapa.....?" tanya Queen yang mengintip dari pintu apartemen dengan penampilan seseorang laki-laki yang terlihat dari punggungnya saja.
Queen membuka pintu itu, "Siapa ya?".
"Hy," Ucap Al dengan membalikkan badannya
"Dari mana kau mengetahui kamar apartemen ku?" tanya Queen.
"Apa kau lupa aku mengetahui semuanya?" tanya Al.
"Aih tidak heran dengan laki-laki ini." Ucap Queen dalam hati
"Ada perlu apa?" tanya Queen
__ADS_1
"Tidak bisakah kau menyuruhku untuk masuk lebih dulu?" tanya Al.
"Jika tidak penting silahkan keluar! " Jawab Queen.
Al yang tidak peduli bahwa dia sedang diusir oleh Queen, Al langsung masuk saja ke dalam tanpa di perintahkan masuk.
"Kau!"
"Duduklah, ada hal penting yang harus aku beritahukan." Jawab Al.
"Ada apa?"
"Lihat ini," Al yang menunjukkan video yang tersebar di internet itu.
"Apa ini?" tanya Queen.
"Lihat saja." Jawab Al.
"Pencarian nomor satu di internet dan juga masuk ke banyak berita utama hari ini?" tanya Queen.
"Iya. Di dalam video itu ada wajah mu, jadi kemungkinan polisi sedang mencari tahu tentang keberadaan mu. Sebelum polisi itu datang sendiri kemari, maka kita yang akan mendatangi. Mengklarifikasi semuannya. Ceritakan apa yang terjadi pada hari ini." Jawab Al.
"Kau menyuruh ku untuk menjadi saksi? Lalu apakah polisi akan mempercayainya?" tanya Queen yang memakai logika
"Lakukan saja apa yang aku beritahu, sisa nya serahkan kepada ku." Jawab Al.
"Jangan lagi banyak berfikir, berganti pakaian lah. Aku akan menunggu mu di luar." Jawab Queen.
Al yang keluar begitu saja dan menunggu di depan pintu apartemen Queen.
"Dia itu sebenarnya siapa sih? Lalu aku dengan mudahnya ikut apa yang di katakan olehnya." Jawab Queen sambil melihat lemari pakaian untuk memilih pakaian apa yang akan digunakan olehnya.
"Aku kira dia datang karena bertanya tentang hal kemarin. Ternyata tentang kejadian malam itu. Tapi siapa yang menyebarkan hal itu kepadanya? Lalu kenapa aku harus terlibat?" tanya Queen terus dalam pemikirannya.
"Ponsel? Iya aku memiliki itu, mungkin itu bisa menjadi bukti." Jawab Queen dalam hati.
Queen menggunakan stelan pakaian berwarna hitam seperti biasanya. Kali ini dia menggunakan switer hitam dan celana jeans hitam, sepatu putih dan syal hitam beserta tas kecil berwarna hitam yang cukup hanya untuk handphone dan dompet.
Queen keluar dari apartemennya dan mengunci apartemen miliknya.
"Sudah siap?" tanya Al yang melihat Queen sudah keluar.
__ADS_1
"Ayo!" jawab Queen yang melihat Al berdiri di depannya.
"Tau diri juga dia menunggu di depan pintu saat aku berganti pakaian." Jawab Queen dalam hati