Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 95


__ADS_3

Eldon yang mengerti maksud Elena untuk melakukan sesuatu di saat camping acara kampus. Eldon akan melakukan hal licik kepada Queen.


"Ayah memang yang terbaik." Jawab Elena.


"Tentu saja. Anak ayah harus tetap bahagia. Oh ya, ayah membawa beberapa barang-barang oleh-oleh yang di bawa untuk anak ayah. Jika masih ada yang kurang, katakan saja kepada ayah." Jawab Eldon.


"Tapi ayah tidak marah jika 3 pengawal itu sudah meninggal?" tanya Elena.


"Hanya perlu mencari pengganti saja." Jawab Eldon.


"Heheh terima kasih Ayah." Jawab Elena berdiri dan mengambil beberapa tas yang di pegang oleh pembantunya.


"Ayah aku membawa semua oleh-oleh ku ke kamar, ayah juga pasti lelah. Istirahatlah." Jawab Elena yang berjalan ke arah kamarnya.


Queen yang baru saja sampai di apartemen dan melihat apartemen miliknya masih belum di benahi karena tukang pemasangan kaca masih banyak job. Sehingga giliran Queen masih harus menunggu sekitar seminggu lagi.


Setelah Queen melihat apartemennya ia berniat untuk masuk ke apartemen Al untuk istirahat.


"Aku lupa menanyakan paswordnya." Ucap Queen yang berdiri di depan pintu apartemen Al .


Queen mengambil ponselnya lalu menelepon Al.


"Ada apa Queen?" tanya Al.


"Apakah kau tidak di dalam apartemen?" tanya Queen.


"Tidak. Aku sedang di luar. Kalau mau masuk silahkan masukkan password 01087991." Ucap Al.


"Oke." Jawab Queen langsung mematikan.


"Dasar wanita dingin, berasa di tinggalkan karena tidak menarik."Jawab Al.


"Ada apa tuan?" tanya Joy.


"Tidak apa-apa. Mari lanjutkan ke ruang rapat." Jawab Al.

__ADS_1


Queen yang sudah menekan angka password yang di berikan oleh Al. Queen masuk dan melihat apartemen Al tetap bersih dan rapi sehingga ia berjalan masuk ke kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat langit kamar.


"Apa yang harus aku lakukan? Apakah harus melakukan hal itu?" tanya Queen dalam hati.


Queen yang ingin menghilangkan fikiran itu, bangkit dari tempat tidur dan bergegas membersihkan dirinya. Setelah itu memulai kembali mengerjakan beberapa pembelajaran yang harus ia pelajari dari buku soal-soal lama yang sudah di pinjam Queen tadi di perpustakaan.


Setelah beberapa jam belajar, suara cacing perut berbunyi membuat Queen mengehentikan belajarnya. Queen menghentikan aktifitasnya dan menyandarkan diri di kursi dengan tangan terjatuh di samping badan dan kepala yang menyandar di kursi.


"Lapar..." Ucap Queen menghembuskan napas.


"........" Suara ponsel Queen berdering dengan nama Altezza.


"Queen malam ini aku tidak bisa kembali pulang. Jangan pergi keluar sendirian, tetaplah di apartemen ku. Aku sudah memesan makan malam mu, mungkin sebentar lagi akan sampai. Dan beberapa orang akan menjaga pintu apartemen ku. Oh ya, besok hanya ada 2 les mata kuliah yang harus di ikuti. Jadi setelah itu, aku harap kau sudah bersiap-siap. Aku akan menjemputmu untuk pulang ke villa seperti perjanjian kita. Selama malam dan selamat menikmati makan malamnya." Isi pesan dari Al kepada Queen.


"Laki-laki ini...." belum siap memberikan komentar, suara bel apartemen berbunyi.


Queen keluar untuk membukanya.


"Nona Queen ini pesanan tuan Al."


"Terima kasih, tapi kalian berdua?" tanya Queen.


"Oh. Kalian masuklah." Jawab Queen.


"Ha?" tanya mereka berdua kaget.


"Jangan membantah, lagi pula tidak ada Al di sini. Atau kalian mau aku memberi tahu bahwa kalian tidak becus?" Jawab Queen dan bertanya mengancam.


"Baik nona." Jawab mereka berdua masuk.


"Kalian makanlah bersama dengan ku. Dan setelah makan kalian tetap tinggal di sini. Satu orang berjaga dan satu orang istirahat. Kalian berganti saja." Jawab Queen.


"Tapi nona?"


"Tidak ada tapi-tapi. Kalian harus menuruti ku. Jika kalian berdiri di depan pintu luar akan menarik perhatian banyak orang. Dan jika kalian tidur di luar aku tidak memiliki empati. Jadi kalian di sini saja. Lagi pula kalian tidak mungkin macam-macam dan juga, aku ada di kamar. Aku bisa mengkunci kamar dan kalian tidur di sofa seperti Al." Jawab Queen.

__ADS_1


"Baiklah nona. Kami akan menuruti Anda, tapi kami tidak akan tidur di sofa. Cukup berikan kami selimut saja. Kami akan tidur di lantai secara bergantian. Karena tuan Al paling tidak suka dengan barang-barang yang harus berbagi dengannya."


"Hmmm, apakah lelaki itu sangat OCD?" tanya Queen.


"Lebih tepatnya tuan Al tidak suka berbagi dengan sembarangan orang semua hal yang di milikinya. Dan juga dia itu Sultan. Nona lihat saja di penjuru segala ruangan ini dan kamar mandi tuan Al. Semua barang-barangnya hanya ada 1 buah setiap macam. Seperti piring, sumpit dan sebagainya. Tuan Al tidak suka orang lain menyentuh barang-barang miliknya apalagi rumah yang ia tempati. Bahkan ketika pulang ke rumah besar. Khusus kamarnya sendiri, tuan Al membersihkannya sendiri."


"Sampai seperti itu?" tanya Queen.


"Bukan hanya itu, aku saja tidak menyangka bahwa tuan Al sudah menikah."


"Kenapa?" tanya Queen.


"Hanya nona satu-satunya wanita yang bisa berdekatan dengan tuan Al. Di rumah besar, hanya ada beberapa pelayan wanita. Selebihnya adalah pria. Dan bekerja secara terpisah dan intinya tidak ada yang mendekati tuan Al lebih dari 2 meter. Dia mengatakan bahwa tidak menyukai jika ada wanita yang mendekatinya. Makanya kami semua hampir mengira tuan Al itu bersama dengan tuan Sam dan tuan Joy."


"Hahahahah. Apa lagi yang kalian tahu tentangnya?" tanya Queen yang terhibur dengan cerita Al.


"Apakah nona memberikan kami makan ini dan juga menyuruh kami tidur di dalam sebagai sogokan untuk kami bercerita tentang tuan Al?"


"Tidak. Hanya saja aku tidak tahu harus berbicara apa kepada kalian selain membicarakan dia." Jawab Queen.


"Ehmmmm, kami kira anda adalah wanita yang dingin dan sulit untuk bersosialisasi. Ternyata anda wanita yang ramah." Jawab mereka berdua.


"Terkadang bisa ramah, dingin dan sebagainya. Tergantung dengan mood saja. Dan aku hanya melihat kalian seperti orang-orang yang pernah aku temui jadi wajar jika aku tidak ingin menjadi majikan yang tidak punya empati." Jawab Queen.


"Benarkah? Jadi bagaimana anda bisa bertemu dengan tuan Al hingga memutuskan untuk menikah?"


"Apakah itu perlu di bahas?" tanya Queen.


"Kami hanya ingin tahu. Karena semua penghuni rumah sangat ingin bertemu dengan Anda. Mereka terus bergosip bagaimana rupa anda dan rupa tuan Al. Mereka benar-benar menantikan pesta resepsi kalian."


"Apakah sampai seperti itu?" tanya Queen.


"Sebagai orang berfikir tuan Al adalah dewa atau malaikat. Walaupun dia dingin dan jarang berbicara namun dia sangat baik."


"Pendiam?" tanya Queen.

__ADS_1


"Iya. Jika kami lihat, antara nona dan tuan Al adalah bertolak belakang. Anda ceria sedangkan tuan Al pendiam."


"Apakah mereka tidak terbalik mengatakan itu? Al itu depan ku terlalu banyak bicara sedangkan aku tetap dingin." Jawab Queen dalam hati mendengar cerita mereka terus.


__ADS_2