
Al yang sejak tadi hanya memperhatikan sekeliling kamar apartemen tersebut dan membayangkan kejadian yang terjadi pada saat itu. Namun karena sejak tadi ia fokus dengan melihat secara detail keadaan sekitar yang ada di dalam kamar tersebut tidak melihat dirinya bahwa Queen memperhatikan mereka sejak tadi di lift.
Queen yang berpura-pura masuk ke dalam apartemennya Kembali keluar dan melihat apa yang telah dilakukan oleh mereka yang masuk ke dalam kamar sebelah.
"Nona ada mau apa?" tanya Seorang yang menjaga pintu depan kamar 28.
"Aku ingin melihatnya." Jawab Queen dengan dingin.
"Melihat apa? Anda lebih baik menikmati istirahat di kamar Anda."
"Aku tau apa yang sedang kalian sembunyikan di dalam jadi lebih baik perlihatkan kepadaku atau Aku akan melakukan dengan kasar." Jawab Queen.
"Nona jangan salahkan saya untuk bertindak kasar." Ucap mereka dengan tegas.
Queen yang tersenyum tipis sambil memberikan tindakan untuk masuk ke dalam kamar dengan secara paksa. Queen dengan cepat mengumpulkan mereka berdua yang berjaga di pintu.
Queen yang sudah masuk ke dalam kamar dan melihat dua orang yang sedang berada di dalam. Satu orang yang sedang mengamati sekitar sedangkan dua orang lainnya hanya berdiri melihat. Dan saat Al memerintah dua orang yang berdiri tersebut sebagai karyawan itu untuk membereskan mayat yang sudah tergeletak di lantai, Queen memberhentikan.
"Jangan sentuh mayat itu!" Ucap Queen dengan tiba-tiba membuat mereka semua melihat siapa yang sedang mengucapkan kalimat itu.
"Anda siapa? Kenapa di sini?" tanya dua karyawan itu yang terkejut dengan kehadiran Queen. Salah satu dari mereka melewati Queen dan melihat dua orang temannya sudah pingsan di depan pintu kamar 28
"Kau yang melakukan ini?" tanyanya melihat kedua temannya sudah terduduk dan tidak sadarkan diri.
"Kejutan apa lagi yang akan kau tunjukkan kepadaku?" tanya Al dalam hati melihat kehadiran Queen.
"Kau!" Karyawan yang berada dekat dengan Aku ingin mendekati Queen dan menyerangnya. Al nggak mengetahui hal itu mencegah karyawan itu.
"Berhenti." Jawab Al yang menahan.
Queen tidak memperdulikan mereka yang ingin menyerang dirinya namun ia berjalan ke arah dapur untuk mencari benda yang terbuat dari bahan perak. Ia menemukan garpu yang terbuat dari bahan perak.
__ADS_1
Queen yang kembali ke ruang tamu dan mendekati mayat itu. Dengan santai Queen memasukkan garpu ke dalam mulut mayat yang berdarah dan juga berbuih itu.
"Apa yang kau lakukan?" tanya karyawan yang dekat dengan pintu kamar.
"Aku hanya menyelamatkan kalian." Jawab Queen dengan menarik kembali garpu itu dari mulut mayat dan memperlihatkannya kepada mereka.
"Aku mengerti." Jawab Al dalam hati melihat tindakan Queen.
"Menyelamatkan kami?" tanya karyawan.
"Jika kalian dengan sembarangan mengangkat mayat ini kemungkinan besar kalian akan terkena racun." Jawab Queen.
"Racun?" tanya mereka berdua lagi.
"Lihat, sisi garpu yang terkenal dengan darah dan bumi mayat itu berubah menjadi kehitaman. Garpu ini terbuat dari bahan perak yang dapat mendeteksi racun walaupun dalam kadar sedikit." Jawab Queen.
"Oh."
"Kemungkinan besar. Tapi untuk hal racun apa yang membuat dirinya mati aku tidak dapat mengetahuinya sebelum kalian mengeceknya sendiri ke laboratorium." Jawab Queen.
"Bagiamana nona bisa begitu yakin?" tanya Karyawan.
"Mudah saja. Jika kalian tidak mempercayai perkataan ku maka silakan otopsi saja mayat ini sekarang dengan memindahkannya tanpa alat pelindung medis. Mungkin racun itu akan menyebar ke tubuh kalian melalui sentuhan kulit tangan kalian dengan mayat." Jawab Queen yang menjatuhkan garpu ke lantai begitu saja.
"Nona ini luar biasa. Siapakah nona sebenarnya? Kenapa bisa dengan beraninya masuk ke dalam dan juga melakukan tindakan ini bahwa mengetahui mayat ini terkena racun?" tanya Al.
"Itu tidak penting. Hanya saja aku ingin menyelamatkan beberapa orang yang tidak seharusnya terluka. Lagi pula hanya untuk memastikan bahwa mayat ini bukan orang yang aku kenal." Jawab Queen dalam hati.
Sejak tadi, Queen berinisiatif untuk mengetahui keadaan di dalam kamar 28 karena ingin memastikan bahwa orang yang menabrak dirinya tadi atau bukan. Ternyata orang itu bukanlah orang yang sama. Queen ingin mengetahui lebih jelas tentang apa yang terjadi sebenarnya, hanya saja ia tidak ingin bertanya lebih jelas. Ia hanya melihat situasi di sekitar apakah ada hal menarik baginya.
"Kalau tidak salah ingat, nona adalah nona yang bersama kami tadi di lift. Dan juga aku melihat nona masuk ke kamar hotel sebelah yaitu nomor 27? Apakah nona ada hubungannya dengan tamu ini?" tanya Al dengan santai.
__ADS_1
" Aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu yang terlalu banyak itu. Kalian bisa saja mengecek CCTV agar mendapatkan bukti yang lebih baik sebelum mendapatkan jawaban yang sebenarnya." Jawab Queen yang berjalan keluar meninggalkan kamar itu.
"Kalian bereskan mayat itu menggunakan pelindung alat medis. Dan kirimkan ke rumah sakit tuan Sam agar otopsinya bisa di lihat keseluruhan."
"Oke." Jawab mereka berdua.
"Nona tunggu!" Ucap Al yang bergegas untuk mengejar Queen pergi dan Queen menghentikan langkahnya. Al yang berhasil menyusul dan sekarang berdiri di depan Queen.
"Maaf atas kesalahpahaman tadi. Dan terima kasih sudah mengingat kami." Jawab Al.
"Iya." Jawab Queen yang melanjutkan langkahnya.
"Nona jangan terburu-buru. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu, bisakah kita berbicara sebentar?" tanya Al.
"Ada apa?" tanya Queen.
"Aku di sini hanya membantu temanku untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di hotel miliknya. Jadi kami juga tidak bisa mempercayai orang lain. Oleh karena itu, karyawan di sini juga begitu. Tapi jika nona mengetahui sesuatu tentang hal lain yang berkaitan dengan penyelidikan kami maka saya harap anda memberikan informasi.
"Jadi mereka bukan penjahat melainkan orang-orang suruhan pihak hotel." Jawab Queen dalam hati.
"Lebih baik aku menceritakan saja." Jawab Queen yang berinisiatif untuk memberi tahu apa yang terjadi.
"Nona, ini kartu nama saya. Jika mengetahui hal penting maka saya akan berterima kasih kepada Anda " Jawab Al.
"Aku juga baru beberapa jam di tempat ini. Namun, 4 jam yang lalu saya mengalami suatu tabrakan tidak sengaja dari seseorang pria. Pria itu keluar dari kamar 28 lalu menabrak saya. Saya melihat laki-laki itu terburu-buru pergi dari tempat dengan menggunakan dua tas sandang."
"Tas?" tanya Al
"Ini adalah benda yang aku dapatkan dari laki-laki itu yang tidak sadar bahwa barangnya jatuh." Ucap Queen yang sudah memegang sebuah paket narkotika.
"Namun saat aku melihat mungkin kalian lebih membutuhkan dari pada aku. Aku juga tidak punya waktu untuk membantu." Lanjut Queen yang berjalan ke arah lift.
__ADS_1