
Queen yang baru saja bangun tidur bergegas membersihkan diri dan berbincang dengan Stella di kebun bunga yang berada di belakang rumah.
"Sudah makan siang sayang?" tanya Stella yang sedang menyemprotkan air bunga anggrek.
"Sudah ma, mama kegiatan ya setiap hari seperti ini?" tanya Queen kepada Stella.
"Yah beginilah. Ayah pergi ke pabrik dua hari sekali. Dan selebihnya kami bersama mengolah kebun yang ada di sekitar rumah dan juga mengolah wine di gudang." Jawab Stella sambil menunjuk ke arah gudang.
"Oh ya sayang, bisakah kau ceritakan bagaimana pertemuan pertama mu dan seluruh cerita yang belum aku dengar dari mu tentang Al?" tanya Stella yang meletakkan gunting kebun di samping bunga mawar yang baru saja ia potong dahan-dahan yang keluar dari jalur seni ukiran tanaman.
Stella berjalan ke arah kursi yang telah tersedia di tenga kebun. Dengan 4 kursi besi yang mengelilingi meja bundar. Variasi warna putih pada kursi dan juga mejanya. Di bawah teduhan tanaman hias merambat yang menutupi seperti sebuah ruang kecil untuk tempat bersantai di tengah-tengah kebun.
Queen dan Stella duduk berdua di kursi dengan suasana di tengah kebun. Mereka berdua berhadapan dengan saling memandang.
"Wajah mama yang sangat penasaran ya?" tanya Queen yang bertanya.
"Tentu saja mama ingin mendengar putri mama bercerita tentang lelaki yang bisa di nikahi olehnya. Apakah Mama tidak boleh mendengar Putrinya sendiri bercerita tentang lelaki yang di cintai ya?"
"Padahal mama sudah kehilangan kesempatan mendengarkan curhatan putri mama tentang lelaki yang di taksir olehnya. Yang tiba-tiba mama mendapatkan kabar bahwa putri mama sudah menikah tanpa izin dari mama lebih dulu." Jawab Stella yang memelas.
"Mama....." ucap Queen yang langsung tersentak mendengarkan hal itu.
"Oke aku ceritakan." Jawab Queen.
"Benarkah?" tanya Stella.
__ADS_1
"Tentu." Jawab Queen yang memegang tangan Stella di atas meja.
Queen mengambil napas lalu mengeluarkan. Kemudian mulai bercerita dengan yang lainnya.
"Tidak ada yang spesial dari hal apapun ma. Seperti yang sudah Queen katakan kepada Mama bawa Queen bertemu dengannya pada beberapa kejadian yang tidak terduga. Al selalu menjadi penyelamat aku." Jawab Queen.
"Pertama, aku bertemu dengannya di pesawat saat kita sama-sama akan pergi ke negara Boyalia. Dan saat itu juga kami mengalami sedikit tragedi yang mungkin akan mengambil nyawa semua orang. Saat itu pesawat mengalami kerusakan mesin. Dan pilot yang mengemudi mengalami serangan jantung." Jawab Queen.
"Serangan jantung?" tanya Stella.
"Ia, saat itu juga Al menggantikan pilot itu dan mengendalikan pesawat hingga stabil. Begitulah singkatnya pertemuan pertama kali." Queen menceritakan kisah dirinya yang bertemu untuk pertama kalinya dengan Al di pesawat.
"Karena alasan itu terpesona?" tanya Stella.
"Tentu saja tidak hanya sekali Ma. Kedua kalinya aku bertemu dengannya saat aku hampir saja di culik oleh orang yang tidak di kenal. Aku di tolong olehnya." Queen menceritakan tentang kejadian ia di culik oleh orang-orang suruhan Elena.
"Penculikan?" tanya Stella.
"Iya. Aku juga tidak mengetahui alasannya apa orang-orang itu mau menculik ku. Aku di masukkan ke dalam mobil, lalu Al melihatnya dan mengikuti mobil yang menculik ku. Ia menyelamatkan aku. Hal ini tanpa di sengaja, seperti sudah takdir." Jawab Queen sambil tertawa kecil.
"Pertama Mama sangat terkejut dengan penculikan ini. Kedua mama merasa lega saat itu anak mama tidak kenapa-kenapa dan merasa aman karena Al melindungi mu dari penjahat itu." Jawab Stella.
"Mama akan sangat terkejut lagi jika aku menceritakan hal lain lagi." Jawab Queen.
" Ada lagi yang lebih action romantis?" tanya Stella.
__ADS_1
"Tentu. Bukan hanya melihat Al bela diri menyelamatkan aku dari penculikan itu. Tapi juga melihat Al yang mengejar aku dengan menyelidiki tempat tinggal ku. Saat ia berkunjung ke apartemen dengan masuk secara liciknya..." Queen ingin meneruskan tapi di potong Stella.
"Secara licik bagaimana?" tanya Stella.
"Al menyewa apartemen yang ada di depan apartemen ku Ma, dia datang sebagai tetangga dan masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa ada di izinkan masuk. Mama tau kan maksud ku?" tanya Queen lalu Stella mengangguk karena faham.
"Lagi-lagi aku harus dengan cepat mengarang cerita yang sebenarnya menjadi cerita yang seperti ini." Jawab Queen dalam hati dengan menampilkan wajah tersenyum kepada Stella untuk mengekspresikan akting ya sempurna.
"Dan tidak tau dari mana asal peluru yang mengarah ke apartemen ku. Aku di dorong oleh Al sehingga peluru itu tidak mengenai kepala ku Ma. Kejadian ini setelah keluarga Abraham melakukan tes DNA kepada ku. Aku di undang pesta ulang tahun kakek John Abraham. Dan saat itu juga aku di umumkan di depan umum para tamu undangan bahwa aku adalah bagian dari keluarga Abraham." Jawab Queen.
"Tunggu dulu, maksud dari kalimat itu ada seorang penembak jitu yang ingin membunuh Putri mama. Setelah kejadian pengumuman keluarga Abraham." Jawab Stella.
"Iya ma. Saat itu Al lagi-lagi menyelamatkan aku. Dan ia mencari tahu dalang dari semua itu menggunakan kekuasaan dan kekuatan yang di miliki oleh ya. Tapi tetap saja, tidak ada yang dapat di pastikan tentang penembak jitu itu. Semua ya menemukan jalan buntu." Jawab Queen.
"Mama jangan khawatir ya. Semua sudah berlalu." Jawab Queen.
"Bentar mama mengolah semua cerita action mu seperti di drama saja. Kenapa harus mengalami semua itu." Jawab Stella.
"Jadi ini mengapa lelaki itu mengatakan untuk membawa pergi jauh-jauh Queen dari negara itu? Sampai saat ini aku juga tidak mengetahui keluarga mana yang menyerang kedua orangtua Queen. Entah keluarga Abraham itu sendiri entah keluarga lain yang tidak di ketahui. Tapi yang pasti menurut cerita Bram bahwa wajah Queen saat ini mirip dengan wanita yang pernah di tolong olehnya, Ibu kandung Queen." Jawab Stella dalam hati.
"Satu lagi ma, kejadian saat aku camping. Saat itu aku tiba-tiba jatuh di jurang dan yang menyelamatkan itu adalah Al. Dan saat aku terbangun ada 4 mayat yang di temukan. Salah satu mayat yang ada adalah penembak jitu itu sendiri. Al yang mengatakan semua itu." Jawab Queen.
"Al menemukan hal itu?" tanya Stella.
"Mama tau sendiri bahwa Al adalah pengatur ekonomi, hukum, bisnis dan juga dunia bawah di negara Boyalia. Walaupun sulit, tetap saja Al pasti akan menemukan kebenarannya." Jawab Queen.
__ADS_1
"Apakah memang kekuasaan Al itu seperti itu? Pengaruh yang begitu besar?" tanya Stella yang terkejut dengan pernyataan yang di berikan oleh Queen kepadanya.