Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 108


__ADS_3

Queen juga memberitahukan alasan terkuat untuknya menerima ajakan pernikahan dari Al.


"Maksud ya?" tanya Al yang tidak paham.


"Aku ingin memanfaatkan mu. Memanfaatkan segala yang kau punya untuk mencapai tujuan ku. Tapi kau juga boleh menghentikan semua ini sekarang. Aku tidak ingin memaksakan seseorang." Jawab Queen dengan tatapan kosong melihat Al yang sedang menatapnya dengan memegang buku diary Alex.


Dalam pikiran Queen ketika telah mengatakan kejujuran tentang alasan Ia menikah dengan Al. Al akan segera marah kepada ya, kecewa kepadanya dan membencinya. Tapi semua pemikiran itu salah dan kebalikannya.


Al berjalan mendekati Queen lalu memeluknya dengan sangat erat sehingga tidak dapat menolaknya.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Jika aku harus memberikan semua yang aku punya bahkan jika itu adalah nyawaku sendiri aku juga tidak akan pernah ragu untuk memberikannya kepadamu. Ingatlah satu hal Queen, aku bersama dengan mu." Jawab Al dengan memeluk Queen.


"Lelaki ini sungguh aneh?" tanya Queen dalam hati saat merespon kalimat yang terucap oleh Al sambil memeluk dirinya.


"Kau tidak marah? Kecewa atau membenci ku?" tanya Queen.


"Untuk apa aku melakukan semua itu? Aku memutuskan untuk menikah denganmu karena aku tahu bahwa pilihanku tidak akan pernah salah." Jawab Al dengan melepas pelukannya dan memegang kedua tangan Queen sambil berkata hal ini.


"Apapun yang ingin kau lakukan aku akan mendukung dan membantu mu apapun yang kau inginkan." Jawab Al lagi.


"Kau benar-benar lelaki aneh." Jawab Queen.


"Tidak aku tidak aneh. Malah sebaliknya, kau yang unik. Tapi aku menyukai ya." Jawab Al tersenyum melihat Queen.


"Kau tau? Tidak akan ada seseorang yang mengatakan kepada orang yang akan di manfaatkan bahwa ia ingin memanfaatkannya. Kejujuran dan kepolosan mu itu sangat jarang di miliki orang lain. Kau tidak permainan menutupi sesuatu dari orang lain jika itu berkaitan dengan orang lain itu sendiri. Tapi malah sebaliknya, kau bisa menyembunyikan seluruh hal tentang diri mu sendiri." Jawab Al.


"Terima kasih." Jawab Queen.


"Tentu. Saat aku menikahimu dengan mengucapkan janji suci itu maka aku sedang berjanji pada Tuhan bukan hanya kepadamu. Sudah pasti aku akan selalu melindungi, mencintai dan membimbing mu dengan baik selama aku hidup." Jawab Al memeluk Queen kembali.


Setelah beberapa detik mereka berpelukan, Queen melepaskan pelukan itu dan mereka tidur kembali di tempat masing-masing.


Al yang ingin tertidur memejamkan matanya sambil bergumam di dalam hati sendirian.


"Aku tidak menyangka dia akan menceritakan segala hal kepada ku. Dan pantas saja dia bersikap seperti itu. Ternyata selama hidupnya sudah di didik oleh Guru menjadi seorang wanita yang mandiri, tangguh, jujur dan hebat dalam menyelesaikan masalah dengan tenang "


"Apapun yang ingin kau lakukan bahkan jika ingin membalas dendam kepada keluarga Abraham. Aku akan mendukung mu." Jawab Al dalam hati.

__ADS_1


Al tertidur setelah bergumam dengan dirinya sendiri. Di pagi hari, Al lebih dulu terbangun dan berolahraga di taman belakang villa. Al juga sudah memerintahkan pelayan untuk memasukkan sarapan pagi


Queen yang baru saja terbangun langsung membersihkan diri dan keluar dari kamar.


"Pagi nona." Jawab pelayan yang sedang menyusun makanan diatas meja makan.


"Dimana Al?" tanya Queen.


"Tuan ada di belakang sedang berolahraga." Jawab pelayan.


"Oh " Jawab Queen yang mengambil teh hangat dan berjalan ke arah taman belakang.


Saat Queen tiba, Al sedang berolahraga boxing. Dengan tidak memakai baju sehingga perut sixpack ya terlihat dengan jelas air keringat mengalir dari kepala jatuh ke perut. Dan hanya menggunakan celana sport pendek di atas dengkul.


"Hebat juga." Jawab Queen yang sedang berdiri dan berjalan di tempat duduk untuk melihat Al lebih jelas.


"Sudah bangun?" tanya Al yang menghentikan aktivitasnya dan berjalan ke tempat duduk Queen. Di meja bundar itu ada sebuah handuk kecil berwarna hitam. Al mengambil ya dan membersihkan keringat yang keluar dari tubuhnya menggunakan handuk tersebut.


"Tiap pagi melakukan itu?" tanya Queen yang melihat sangat tergiur untuk mencoba.


"Oh, memang orang kaya itu berbeda." Jawab Queen.


"Tidak harus kaya untuk hidup sehat bukan?" tanya Al.


"Benar juga. Olahraga adalah kegiatan yang seharusnya wajib untuk dilakukan setiap hari agar menjaga stamina pada tubuh." Jawab Queen.


"Pintar." Jawab Al dengan berdiri dan mengelus rambut kering sehingga berantakan.


"Al!" panggil Queen yang sedikit kesal kepada Al karena telah merusakkan rambutnya.


"Aku pergi mandi dulu, tunggu di meja makan. Kita sarapan bersama." Jawab Al yang pergi meninggalkan Queen.


"Dia terlalu menggoda dengan penampilan di pagi hari." Jawab Al dalam hati saat berjalan.


Mereka sarapan bersama lalu duduk di ruang tamu.


"Apa yang ingin kita lakukan hari ini?" tanya Al kepada Queen berdiri dari meja makan. Al melihat Queen yang ternyata tidak menggunakan sendal.

__ADS_1


"Kebiasaan." Jawab Al yang mendekati Queen dengan sedikit memberikan pukulan jari telunjuk di kening Queen.


"Auuu." Jawab Queen.


"Kebiasaan tidak memakai sendal sementara hal itu akan membuat mu mudah masuk angin." Jawab Al langsung menggendong Queen ke sofa ruang tamu.


"Kenapa kau suka sekali menggendong ku tanpa izin." Jawab Queen.


"Karena kau terlihat kecil dan mudah untuk di gendong." Jawab Al kepada Queen yang sedang menggendong yang berjalan beberapa langkah sampai di sofa.


"Padahal aku baik-baik saja." Jawab Queen.


Al di jalan pergi untuk mengambil sandal Queen yang berada di dalam kamar. Setelah mengambil sandal itu, Al memberikannya kepada Queen untuk dipakai.


"Gunakan ini jika berjalan. Jangan berjalan tanpa alas kaki." Jawab Al kepada Queen. Queen hanya diam sambil menganggukkan kepalanya sekali dan berwajah masam.


"Kita tidak perlu kemana-mana hari ini karena Aku ingin belajar untuk persiapan ujian besok." Jawab Queen.


"Ujian?" tanya Al.


"Iya." Jawab Queen.


"Oh iya, tidak terasa ternyata sudah akan melewati satu semester saja." Jawab Al.


"Iya. Jadi apakah pak dosen memiliki sedikit kisi-kisi ujian?" tanya Queen.


"Pelajari saja soal-soal lima tahun terakhir." Jawab Al kepada Queen.


"Oh. Okehlah jika tidak ingin membantu. Aku bisa belajar sendiri." Jawab Queen kepada Al.


"Hahah begitu saja sudah merajuk?" tanya Al.


"Tidak kata siapa?" tanya Queen berjalan ke dalam kamar untuk mengambil beberapa buku dan peralatan lainnya.


Queen memenuhi meja yang ada di depan sofa dengan buku-buku dan juga peralatan tulis lainnya. Al membuka satu persatu buku yang dibawa oleh Queen.


"Baiklah, aku akan membantu" Jawab Al.

__ADS_1


__ADS_2