Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 140


__ADS_3

Al yang menelpon singa, sambil membuka ikatan yang ada pada Queen. Dan memeriksa tubuh Queen yang banyak lebam. Tubuh Queen yang benar-benar lemah membuat Al benar-benar sangat sedih.


"Maaf tidak menjaga mu dengan baik." Ucap Al setelah menelpon singa.


Al membawa Queen ke atas kereta. Queen di letakkan di depan menghadap Al. Mereka pergi dari tempat itu menuju camp militer. Al sudah tidak memikirkan apapun lagi kecuali tentang keselamatan Queen.


"Aku dimana?" tanya Queen yang sedikit demi sedikit membuka matanya dan melihat dia sedang menaiki sebuah kereta dan memeluk Al.


"Pegangan yang erat. Kita sebentar lagi sampai. " Jawab Al kepada Queen.


Queen yang masih lemas, tidak memikirkan apapun dan mengikuti perkataan Al dengan memeluk Al dengan erat. Tubuh kecil Queen melekat pada Al dengan memeluknya.


Beberapa saat kemudian, Al tiba di camp militer. Memberhentikan sepeda motor dan bergegas pergi dengan menggendong Queen menuju ruang medis.


"Tuan silahkan ikut dengan ku." Jawab singa yang sudah menyambut Al yang sedang menggendong Queen.


Queen di letakkan di atas kasur medis, Al menyuruh mereka semua keluar kecuali sang dokter yang akan memeriksa Queen.


"Kalian keluar kecuali dokter yang mengobati Queen." Jawab Al.


"Anda juga lebih baik keluar, biar saya..."


"Tidak perlu, kerjakan tugas mu saja. Aku tetap di sini." Al yang memotong ucapan dokter dengan memberikan tekanan wajah yang seram dan tanpa ekspresi.


"Baiklah." Jawab dokter wanita itu dengan terdiam dan mengerjakan pekerjaannya. Ia membuka baju Queen. Membersihkan sekaligus mengobati.


"Jangan terlalu lama, lakukan dengan cepat." Jawab Al yang memerintah karena sedang cemburu dengan seorang dokter wanita yang membersihkan Queen.


"Aku saja tidak pernah melihatnya dan menyentuhnya, dia dengan mudahnya melakukan itu." Jawab Al dalam hati dengan mata melotot melihat dokter itu dengan cepat-cepat melakukan pekerjaannya.


Setelah sang dokter selesai membersihkan dan mengobati, dokter itu memakaikan pakaian Queen.


"Tuan saya sudah selesai, nona baik-baik saja. Hanya saja, obat bius yang masuk ke dalam tubuhnya itu sangat kuat makanya tubuhnya sangat lemah. Dan tidak ada luka yang serius, hanya lebam biasa dan sedikit tergores pada beberapa bagian kulit. Setelah siuman, pergilah ke rumah sakit besar untuk melakukan pengecekkan lebih menyeluruh." Jawab sang dokter wanita.


"Oke terima kasih." Jawab Al.

__ADS_1


Al duduk di samping Queen yang di beri infus dan juga beberapa perban yang ada di wajah, tangan dan kaki. Al memegang tangan Queen dan meletakkan ke pipinya.


"Cepatlah sadar! Aku ingin mendengarkan Omelan mu." Jawab Al kepada Queen yang masih pingsan.


Dokter yang keluar dari ruangan itu bernapas lega. Di luar, Singa dan tentara lainnya menunggu.


"Bagaimana keadaan Queen?" tanya Singa.


"Siapa sebenarnya dia? Kenapa anda sangat menghormatinya?" tanya dokter wanita yang baru saja 4 tahun tinggal di resimen camp militer ini.


"Kau sering mendengar namanya saat orang lain mengagungkan namanya sebagai pemuda berbakat yang super Junius." Jawab singa.


"Altezza Alaric?" tanya sang dokter.


"Iya." Jawab singa.


Seketika semua orang yang berdiri di depan pintu itu terkejut saat singa mengatakan siapa Al sebenarnya.


"Aku benar-benar bertemu dengan dia?" ucap semua orang yang tidak percaya.


"Sudahlah, jangan di bahas tentang itu. Sekarang kalian bubar, dan kerjakan tugas kalian saja seperti biasanya. Dan ingat, jangan katakan apapun dan kepada siapapun bahwa beliau di sini." Jawab Singa.


"Siap komandan." Jawab mereka semua dengan memberikan hormat dan pergi.


Singa yang mengetuk pintu kamar medis, Al keluar.


"Tuan, semua mayat sudah di ambil. Apa yang akan kita lakukan?" tanya Singa.


"Ayo ke sana." Jawab Al.


Al meninggalkan Queen sebentar untuk mengecek ke 3 mayat lainnya. Saat sampai di sana lagi-lagi mendapatkan bukti tato pada tubuh mereka. Dan Al menemukan sebuah ponsel dari satu orang yang bertemu dengannya dan satu ponsel dari ke tiga orang itu.


Saat kedua ponsel ada di genggaman Al, ponselnya berbunyi dan berdering. Ponsel milik dari ketiga orang itu.


"Angkat." Jawab Al kepada singa untuk mengangkat ponsel dan membuat pengeras agar ia juga dengar.

__ADS_1


"Kalian sudah membunuh Sella Queen?" tanya seseorang dari ponsel itu. Al sambil memfoto nomor telepon itu. Al juga memberikan kode kepadanya untuk menjawab seperlunya saja.


"Sudah." Jawab singa.


Mendengar jawab itu, ponsel di matikan.


"Dia sudah mengetahui bahwa itu bukan bawahannya." Jawab Al kepada Singa. Baru saja menjawab ponsel pertama. Ponsel kedua dari ponsel orang yang sendirian itu. Al menjawabnya sendiri.


"Ezi bagaimana tugas membunuh Sella Queen? Apakah kau sudah mendorongnya ke jurang seperti sebuah kecelakaan? Ingat jika kau tidak bisa melakukannya kau yang akan aku bunuh." Ucap Biel dari ponsel itu.


Al berfikir, dia harus ingat dengan suara ini. Tapi ia tetap saja tidak bisa untuk memfoto nomor telepon ini karena Biel menghubungi dengan nomor privasi.


"Tentu saja sudah bos. Apa perlu aku memberi bukti sebuah foto ya saat ini yang sedang jatuh di jurang?" tanya Al dengan menggenggam tangannya menahan emosi.


"Tidak perlu, aku sudah menelpon Grace bahwa Queen memang sudah hilang. Maka aku ingin memastikan bahwa itu perbuatan mu. Kerja bagus. Kau kembalilah, dan kau ingatkan jangan libatkan putri ku dengan aksi kita." Jawab Biel.


"Iya bos." Jawab Al yang kemudian mematikan teleponnya.


"Grace? Apa yang di maksud dia adalah Grace dosen Queen, teman ku mengajar?" tanya Al dalam hati.


"Tuan, sepertinya bos mereka adalah orang yang berbeda." Jawab Singa yang dapat mengenali bahwa suara yang menelpon dari dua ponsel itu berbeda.


"Sepertinya begitu. Tapi kau lihat dengan semua tato yang dimiliki oleh mereka berempat adalah sama." Jawab Al.


"Anda benar." Jawab singa.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan?" tanya Al.


"Saya mengerti, mereka berempat meninggal akibat melawan tentara karena menyerang paksa untuk melakukan penebangan pohon secara liar dan membunuh hewan yang di lindungi di dalam hutan lindung." Jawab singa.


"Bagus, lakukan hal itu dan beritakan kepada media. Hal ini sebagai pemancing para bos mereka masing-masing. Ingatlah untuk tidak meninggalkan jejak apapun yang mencurigai pihak hukum." Jawab Al.


"Siap tuan." Jawab singa


"Baguslah, aku akan kembali ke tempat Queen. Sediakan makan malam. Ini sudah hampir pukul 21.00 Wib." Jawab Al.

__ADS_1


"Baik." Jawab singa.


Al berjalan kembali ke ruangan Queen. Saat Al yang baru saja satu langkah masuk setelah membuka pintu, mata Queen perlahan-lahan terbuka.


__ADS_2