Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 136


__ADS_3

Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️


Terima kasih atas segala dukungannya❤️


Queen dan Fiona yang sudah sampai di arena camping bergegas menemui Grace untuk mempertanyakan tentang dokter yang akan menangani mereka. Saat itu, Grace berasa di posko pendamping dan pemandu.


"Queen, Fiona, kenapa kalian cepat sekali?" tanya Grace yang saat itu duduk di bawah tenda mengobrol dengan yang lainnya. Grace mendekati mereka berdua yang mendekat.


"Bu, Fiona butuh pertolongan untuk luka goresan akibat duri liar di hutan. Aku hanya takut jika duri itu mengandung racun yang dapat membahayakan Fiona." Jawab Queen kepada Grace.


"Baiklah, ayo ikut dengan ku." Jawab Grace kepada mereka berdua.


Mereka berdua bergegas menuju ke mobil tenda medis.


"Apakah ada dokter?" tanya Grace yang masuk ke tenda medis.


"Bisa saya bantu?" tanya seorang suster yang hanya ada 3 orang di dalam tenda itu.


"Dimana dokter Sam dan asistennya?" tanya Grace.


"Mereka ada urusan mendadak di rumah sakit sehingga tidak dapat datang." Jawab suster yang mengetahui bahwa Sam memang belum datang ke tempat ini.


"Bisakah kalian memeriksa luka gadis ini?" tanya Grace.


"Tentu." Jawab suster.


Mereka memeriksanya dengan seksama memberikan salep kepada luka itu dan memerintahkan Fiona untuk meminum obat antiseptik tetanus.


"Tenang saja, ini bukan hal yang serius." Jawab suster.


"Kau yakin?" tanya Queen.


"Tenang saja, goresan ini hanya goresan biasa."Jawab suster lagi.


"Kau yakin tumbuhan berduri yang berada di dalam hutan ini tidak beracun sehingga membahayakan luka Fiona?" tanya Queen.


"Tentu saja tidak. Saya ingin bertanya, kalian mendapatkan luka ini sudah berapa lama?" tanya suster.


"Sekitar setengah jam." Jawan Queen bersamaan dengan Fiona.


"Baiklah saya jelaskan. Jika memang tumbuhan berduri kecil ini beracun maka waktu setengah jam itu dapat memberikan dampak terhadap lukanya." Jawab Suster.


"Maksud ya sus?" tanya Fiona.


"Apakah ada rasa gatal dan panas? Atau berdenyut?" tanya suster.

__ADS_1


"Tidak sua, hanya perih." Jawab Fiona.


"Itu tanda-tanda normal, dan lihatlah sekeliling kulit yang terkena goresan duri itu tidak membiru. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan itu tidak mengandung racun yang berbahaya bagi manusia." Jawab Suster.


"Syukurlah." Jawab Queen dan Fiona yang bersamaan juga.


"Baiklah, saya beri obat salep dulu ya. Karena seorang Wanita tidak boleh ada bekas luka yang tertinggal pada kulitnya." Jawab suster itu.


"Queen, ikut aku keluar." Jawab Grace.


"Baik Bu. Fiona aku tinggal dulu." Jawab Queen.


"Oke." Jawab Fiona.


Queen dan Grace keluar dari tenda medis. Mereka sedang mengobrol di luar tenda.


"Cerita kepada ku apa yang sebenarnya terjadi." Jawab Grace.


"Saat kami menelusuri perumputan tinggi, kami mengikuti pemandu kami untuk berhati-hati melewati jalanan. Tapi Fiona tidak terlalu hati-hati hingga tangannya tergores duri tumbuhan." Jawab Queen menjelaskan apa yang terjadi.


"Jadi kalian kembali ke mari bersama-sama dengan grup kalian?" tanya Grace.


"Tidak. Mereka melanjutkan perjalanan dan aku bergegas mengantarkan Fiona." Jawab Queen.


"Baiklah, sepertinya semuanya sudah jelas. Setelah Fiona selesai dirawat maka kembalilah tenda saja dan tunggu tim kalian sampai kembali." Jawab Grace.


"Baik Bu " Jawab Queen kepada Grace yang sudah melangkah jauh meninggalkan mereka berdua di dalam camping.


"Apa yang kau lakukan dengan bos dari pada kamu bukan apa-apa." Jawab Queen.


"Al aku sudah selesai setelah ini kita akan kemana?" tanya Al.


Joy yang melihat seseorang habis berpapasan dengan Al untuk tidak melihatnya. Fiona cemburu saat Queen berteman dengan yang lain atau dimusuhi oleh lain-lain.


"Siapa?" tanya Fiona.


"Mungkin kecoak yang butuh untuk di basma." Jawab Queen.


"Kita akan kemana?" tanyanya.


"Kembali ke tenda. Lebih baik kau istirahat saja sampai mereka kembali." Jawab Queen.


"Kau?" tanya Fiona.


"Sepertinya aku harus kembali." Jawab Queen.


" Jangan pergi sendirian. Sudahlah kita menunggu di sini." Jawab Fiona.

__ADS_1


"Lagian tidak ada yang menjaga aku." Jawab Fiona.


"Oh baiklah." Jawab Queen yang melihat melas Fiona.


"Ye ye ye. ayo kita ke tenda." Jawab Fiona kepada Queen untuk kembali ke tenda.


Mereka yang sudah sampai di tenda merasa dirinya harus berganti pakaian.


"Queen, bisakah bantu aku berganti pakaian dan sedikit membersihkan diri di toilet umum?" tanya Fiona merasa tubuhnya sangat lengket dan juga gerah.


"Hmm." Queen yang memasang wajah yang terkejut aneh.


"Lihatlah, lagian kan sesama wanita." Jawab Fiona yang menunjukkan luka pada tangannya yang sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasa ya.


"Baiklah." Jawab Queen.


Mereka berdua pergi berjalan ke arah toilet untuk mandi membersihkan diri menggunakan air terjun yaitu air gunung.


Sampai di tempat, Queen membantu Fiona untuk membukakan bajunya dan berjaga di luar pintu. Queen hanya berusaha terbiasa bisa melakukan hal ini. Sampai di membuka baju saja. Setelah itu, Queen keluar menunggu di luar.


Fiona tertawa kecil karena telah mengerjai Queen. Fiona langsung membersihkan dirinya dan berusaha untuk tidak membasahi tangannya. Selesai, Fiona memakai bajunya dengan pelan-pelan karena tangannya yang masih sakit.


"Apakah sudah siap?" tanya Queen.


"Hanya tinggal memakai baju." Jawab Fiona.


"Aku juga mau mandi, kau tunggu aku ya." Jawab Queen.


"Baiklah." Jawab Fiona.


Fiona selesai lebih dulu, sedangkan Queen tinggal memakai baju.


"Queen aku lapar, aku pergi ke tenda dulu mengambil cemilan dan meletakkan pakaian kotor. Bawa kemari pakaian kotor mu itu, aku akan meletakkannya di tenda. Aku akan kembali dan lebih seru jika kita menelusuri aliran sungai ini sambil berfoto-foto lagi." Jawab Fiona.


Fiona yang memiliki sifat suka mendokumentasikan segala sesuatu berbentuk foto menggunakan ponsel miliknya. Jadi ini adalah hal yang wajar.


"Tidak perlu. Pergilah lebih dulu." Jawab Queen.


"Oh oke." Jawab Fiona.


Fiona yang pergi ke tenda untuk melontarkan beberapa barangnya dan mengambil sedikit cemilan. Sedangkan Queen masih berada di arena air terjun.


"Kenapa lama sekali Fiona pergi? katanya hanya mengambil cemilan." Jawab Queen dalam hati.


Queen bergegas akan pergi ke tenda, namun sebuah tembakan jarum bius tertancap di leher Queen.


Queen menoleh ke arah jarum bius yang telah mengenai lehernya itu. Queen menarik jarum bius dari lehernya. Terlihat samar-samar ada satu orang yang melakukan lewat jarak dekat pada dirinya. Queen melihat sosok yang dikenal olehnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan pak?" tanya Queen yang sebelum kehilangan kesadaran akibat dari jarum bius yang mengenai dirinya.


"Dari tadi aku sudah menunggu kesempatan untuk melakukan ini kepada mu. Tapi aku datang terlambat dari tempat ini." Jawab seseorang yang telah berhasil menusukkan jarum bius ke leher Queen.


__ADS_2