Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 100


__ADS_3

Keringat Queen mulai bercucuran dari wajahnya, Al langsung bergegas mengambil handuk kecil dan berjalan ke arah Queen kembali untuk memberikan handuk itu kepadanya.


"Bagaimana? Apakah menyenangkan?" tanya Al sambil mengelap keringat di wajah dan leher Queen dengan menggunakan handuk yang baru saja diambil olehnya.


Queen yang kaget, terbengong selama 5 detik lalu mengambil handuk di tangan Al dan mengelap keringatnya sendiri.


"Lumayan berkeringat dan menyenangkan." Jawab Queen yang langsung mengambil handuk dari Al.


"Syukurlah." Jawab Al yang tersenyum.


"Tapi sedikit melelahkan." Jawab Queen yang berjalan ke tempat duduk untuk beristirahat. Al langsung mengikuti Queen lalu memberikan 1 botol air mineral yang telah dibuka olehnya kepada Queen.


"Minumlah." Ucap Al.


"Terima kasih." Jawab Queen yang menerima botol air mineral dan meminumnya.


"Aku dengar olahraga golf ini adalah salah satu olahraga termahal. Dan sering dilakukan oleh orang-orang kaya." Jawab Queen.


"Hmmmm entahlah. Aku hanya merasa saat memukul bola golf yang kecil namun berat. Di saat itu aku merasa sebuah masalah terlempar melayang di udara. Dan saat bola itu masuk, aku merasa seberat dan sebesar apapun masalah itu akan di terselesaikan jika kita mau menghadapi." Jawab Al dengan menjelaskan dengan mudah ya.


"Sebuah pemikiran yang luar biasa. Pantas saja bisa menjadi dosen." Jawab Queen.


"Hahahah, dosen itu hanya sebuah taktik untuk mendekati dirimu." Jawab Al yang mengakui hal itu.


"Kau mengakui ya dengan mudahnya." Jawab Queen.


"Tentu. Aku selalu jujur." Jawab Al dengan tersenyum.


"Setelah ini kita akan kemana?" tanya Queen yang melihat sekitar dengan berdiri dan melihat pemandangan.


"Terserah dengan mu. Aku akan mengikuti kemauan mu sebagai gantinya telah bersedia ikut bersama dengan ku kemari." Jawab Al dengan Queen.


"Hmm. Aku lihat tidak ada orang selain kita di sini?" tanya Queen.


"Biasanya mereka akan datang di pagi hari dan hari weekend. Sementara ini masih hari Jumat dan akan menjelang sore." Jawab Al membuat alibi.


"Oh. Bagaimana jika kembali sekarang?" tanya Queen yang sedikit merasakan perih di perut.


"Baiklah, ayo." Jawab Al.


Queen yang berjalan lebih dulu dan Al di belakang. Al melihat ada sebuah noda darah di celana Queen. Al langsung berjalan mengikuti Queen dari belakang untuk menutupi hal itu.


"Kita ke ruang ganti?" tanya Queen.


"Langsung saja ke parkiran. Tapi sebelum itu, duduk dulu di sini." Jawab Al yang memerintah Queen untuk duduk di depan lobi.


Queen merasa aneh dengan sikap Al yang seperti sedang panik. Al yang pergi ke loker untuk mengambil dompet, kunci mobil dan jaketnya.


"Queen berdiri lah." Jawab Al yang tiba di depan Queen. Queen mengikuti saja. Queen yang berdiri, Al langsung melingkari jaket yang di bawanya ke pinggang Queen.

__ADS_1


"Kita pulang." Jawab Al dengan memegang bahu Queen dan mengajaknya pulang.


Queen yang melihat sekilas kebelakang yang memang sejak tadi tidak nyaman.


"Terima kasih, tapi nanti jaket mu kotor?" tanya Queen.


"Jangan fikirkan itu, kita pulang dulu." Jawab Al.


"Iya." Jawab Queen.


Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi untuk ke villa. Saat di perjalanan, Queen baru mengingat bahwa sepertinya di villa tidak ada stok pembalut yang di sediakan oleh Al.


"Al bisakah kita berhenti di supermarket nanti?" tanya Queen kepada Al.


"Oke." Jawab Al.


Saat mereka akan melewati supermarket, Al memberhentikan mobilnya. Queen keluar dari mobil dan tiba-tiba perutnya sakit.


"Kenapa?" tanya Al yang khawatir melihat wajah Queen yang pucat dan memegang tangannya.


"Perutku keram." Jawab Queen.


"Duduk saja di sini. Ke supermarket mau membeli apa?" tanya Al.


"Pembalut dan madu dan minuman jahe kunyit untuk orang menstruasi." Jawab Queen yang sedikit pelan namun terdengar oleh Al.


"Oke. Aku belikkan, tapi tetap di sini." Jawab Al dengan wajah yang memerah dan Queen ekspresi yang malu.


"Tidak apa-apa." Jawab Al dengan tersenyum dan mengelus kepala Queen.


Al keluar mobil dan menutup pintu. Sampai di dalam Al mulai panik.


"Kenapa aku bilang iya? Bagaimana ini?" tanya Al yang bingung membeli yang di perintahkan Queen.


Pelayan supermarket yang menjaga di kasir dua orang wanita langsung melihat Al yang masuk dengan tatapan terkejut.


"Wah tampannya?"


"Sepertinya dia idola dari mana?"


"Tidak, aktor dari mana?"


Mereka melihat Al yang sedang celingak-celinguk ke kanan dan kiri. Satu pelayan kasir itu langsung menghampiri Al.


" Ada yang bisa kami bantu?" tanya.


"Aku sedang mencari pembalut wanita dan obat untuk peredah nyerinya beserta madu." Jawab Al dengan terbata-bata.


"Ternyata untuk wanita ya. Wah, imutnya." Jawab pelayan itu melihat ekspresi Al.

__ADS_1


"Saya akan mencarinya. Tunggu di sini." Jawab pelayan.


"Oke." Jawab Al.


Pelayan itu pergi mencari yang diminta oleh Al. Dan segera membawanya di atas meja kasir.


"Tuan ini pesanan yang anda minta." Jawab pelayan itu.


"Terima kasih. Berapa semuanya?" tanya Al.


"Ada apa ini?" tanya pelayan kasir.


"Dia membeli ini untuk pacarnya. Lihat betapa imutnya dia. Malu-malu seperti itu." Jawab pelayan lainnya berbisik -bisik.


"Hahah iya sangat imut."


"Jadi berapa?" tanya Al.


"Ah maaf, anda ingin membayar dengan kartu bank apa atau kartu kredit apa atau yang lainnya?" tanya mereka.


"Bisa pakai kartu ini?" tanya Al mengeluarkan kartu emas.


"Ha, kartu emas?"


"Siapa sebenarnya dia?"


"Kenapa laki-laki ini memiliki ini?"


"Bisa kah?" tanya Al.


"Maaf tuan, kami tidak memiliki alatnya."


"Bagaimana dengan QR?" tanya Al.


"Bisa tuan, silahkan ke kode ini." Jawab mereka memberikan Al sebuah kode scan barcode.


Al mengambil ponselnya dan mulai meletakan ponselnya untuk men-scan barcode pembayaran.


"Sudah." Jawab Al.


"Terima kasih tuan. Silahkan berkunjung kembali." Jawab Mereka berdua.


"Lihatlah! Dia itu tampan, kaya dan sangat baik. Betapa beruntungnya Wanita ya."


"Kau benar? Ahhh seperti cerita fiksi. Lelaki tampan, kaya raya dan juga baik. Completed."


"Iya seperti yang di katakan oleh mu. Andai saja kita yang memiliki lelaki seperti itu. Aku tidak akan pernah melepaskan ya."


"Kau benar. Bahkan tidak akan pernah memikirkan pria lain dan tidak ada berniat untuk selingkuh. Lelaki seperti itu akan aku borgol selalu dengan ku. Ahhaha."

__ADS_1


Mereka sangat histeris bergosip tentang Al yang begitu antusias bagaimana fisik Al yang tampan dan kekayaan Al. Karena hanya beberapa orang yang memiliki kartu emas itu.


"Lihatlah, mobil ya saja seharga 8 Milyar. Benar-benar orang yang kaya raya." Jawab mereka yang melihat Al masuk ke dalam mobil lard rover militer. Mereke melihat dari balik kaca.


__ADS_2