
Al berhenti di sebuah ujung jalan sudut kota A negara Boyalia. Banyak kendaraan lainnya yang sedang memakirkan kendaraannya di tempat itu. Dan banyak orang yang sedang berlalu lalang di pinggiran jembatan menuju ke laut. Jembatan yang mengelilingi sudah perbatasan kota dengan laut.
Burung merpati, walet dan lainnya biasanya berada disekitar pinggiran laut. Matahari sudah mulai akan terbenam di ujung hamparan laut.
"Kenapa kita kemari?" tanya Queen saat mobil mereka berhenti.
"Melihat senja. Keluar lah." Jawab Al.
Mereka keluar dari mobil. Al berinisiatif ingin menggenggam tangan Queen. Al berjalan ke arah Queen dan ingin menggenggam tangannya. Dengan malu-malu Al ingin menggenggam namun tangan Queen terus saja bergerak.
"Queen?" panggil Al dengan mengangkat tangannya ke leher dengan tatapan yang menunduk.
"Ada apa?" tanya Queen.
"Bisakah kita mulai berjalan dengan bergandengan tangan ke arah sana?" tanya Al.
"Kenapa harus bergandengan tangan?" tanya Queen.
"Lihatlah itu, semua orang melakukan itu dan juga aku takut kehilanganmu di keramaian seperti itu. Please, aku janji gak akan macam-macam." Jawab Al.
Tanpa mendengar persetujuan dari Queen, Al dengan cepat meraih tangan Queen dan menggenggam ya. Al berjalan menarik meme pada keramaian yang berada di jalan jembatan itu.
"Lelaki ini?" Jawab Queen yang tidak menolak ketika dirinya ditarik oleh Al. Al yang berjalan di depannya dengan Queen yang mengikuti dari belakang. Melewati berbagai orang dengan berdesakkan karena memang sangat ramai.
Sampai pada ujung jembatan pada lautan lepas, Al mulai berjalan santai dengan Queen karena sudah tidak harus berdesakan lagi untuk berjalan.
"Melihat sudut kota beserta dengan lautan lepas di tempat ini juga sangat bagus." Jawab Al kepada Queen.
"Teryata di kota ini juga ada hal seperti ini." Jawab Queen tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah.
"Tentu saja, lihatlah banyak orang yang datang ke sini. Pandangan dan juga udara yang di tawar di tempat ini juga lumayan, menghindari kebisingan kota dan asap kendaraan." Jawab Al .
"Kau sering kemari untuk melihat senja?" tanya Queen yang melihat awan susah mulai jingga.
"Iya. Salah satu tempat favorit. Di sini aku bisa melihat beberapa kebahagiaan yang tidak pernah aku dapatkan. Lihat anak itu, dia tertawa dengan lepas di saat Ibu dan Ayahnya. keluarga mereka begitu bahagia." Jawab Al.
__ADS_1
"Walaupun tidak pernah merasakan hal itu maka berikanlah perasaan itu kepada orang yang kau cintai suatu saat nanti." Jawab Queen dengan mengelus kepala Al tanpa di sadari.
"Tentu, dan itu akan aku lakukan bersama dengan mu." Jawab Al dengan ekspresi merona.
Queen yang tersipu malu mendengar hal itu mengalihkan pembicaraan dengan berlari ke pinggir dinding jembatan. karena di saat itu juga, burung-burung sedang berterbangan dengan hiasan senja yang akan membawa mereka pulang.
Queen menarik Al untuk ke arah dinding jembatan menyaksikan para burung yang sedang berterbangan.
"Indah sekali." Jawab Queen tersenyum melihatnya.
"Tidak sia-sia aku membawa kemari." Jawab Al dalam hati Karena untuk pertama kalinya ia melihat senyuman yang begitu indah terpancarkan dari wajah Queen.
Al yang ingin mengabadikan momen, membuka ponselnya dan mencari aplikasi kamera untuk memfoto mereka berdua. Queen yang diajak foto oleh Al mengikuti saja. Mereka dengan beberapa klik mendapatkan foto.
Mereka menikmati suasana senja di pinggir laut dengan pemandangan burung-burung yang berterbangan ke sana kemari untuk kembali ke rumahnya. Banyak orang yang sudah mengabadikan momen itu termasuk dengan Al dan Queen.
Mereka menikmati senja hingga bulan sedikit muncul menggantikan matahari yang telah terbenam. Al dan Queen duduk di kursi yang di sediakan di situ.
"Iya." Jawab Queen yang masih menikmati burung-burung yang terbang.
Al berjalan ke arah jualan cemilan, Al membeli dan juga membeli minuman. Al membawa makanan dan dua buah mineral. Memberikan kepada Queen yang masih menunggu Al kembali dengan duduk di tempat kursi itu.
Al yang melihat hal itu membuatnya mengeluarkan kembali ponsel untuk mengabadikan momen Queen yang sedang duduk di kursi dengan pemandangan burung-burung yang berterbangan serta awan yang masih sedikit senja. Al memfoto Queen dengan secara diam-diam. Al mengambil beberapa jepretan pada setiap sudut untuk mendapatkan hasil yang bagus. Sambil tersenyum.
"Autentik. Bisa di jadikan profil." Jawab Al tersenyum tipis setelah selesai mendapatkan foto yang di ambil olehnya secara diam-diam.
Setelah mendapatkan foto yang bagus dari Queen, Al berjalan ke tempat Queen dan memberikan makanan itu.
"Makanlah untuk mengganjal sebelum makan malam." Jawab Al.
"Terima kasih." Jawab Queen menerima cemilan itu beserta dengan air minum mineral.
Mereka duduk berdua di tempat itu sambil menikmati pemandangan senja hingga senja hampir hilang seluruhnya di langit.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Al yang menyimpan ponselnya dan kembali menyandarkan tubuhnya di dinding jembatan.
"Aku suka melihat hal ini, dulu ketika masih tinggal di desa aku sering melihat kawanan burung yang kembali ke hutan." Jawab Queen yang bercerita tentang dirinya.
"Benarkah? Kapan aku bisa berkunjung ke tempat tinggal mu dengan guru?" tanya Al.
"Entahlah." Jawab Queen langsung menarik senyumnya.
"Tenang saja, aku juga sedang berusaha untuk mencari keberadaan guru. Tapi percayalah bahwa dia saat ini pasti baik-baik saja. Karena sejak dulu memang dia seperti itu." Jawab Al.
"Benarkah?" tanya Queen.
"Iya. Dulu iya memang sering menghilang begitu saja dan akan muncul kembali. Dan setelah itu tidak pernah muncul kembali, dan aku fikir itu saat dia memiliki mu." Jawab Al.
"Hmmm." Jawab Queen.
"Bagaimana dan kapan kau dilahirkan?" tanya Al sedikit ingin membuat Queen bercerita tentang asal-usulnya.
"Aku bukan anak dari ayah Alex." Jawab Queen dengan singkat.
"Apa? Kau tidak bercanda?" tanya Al yang berpura-pura.
"Iya. Dia menyelamatkan ku dari incaran orang yang ingin membunuh keluargaku. Aku adalah anak dari Princess Abraham dan Mirza Khan. Sepertinya kau juga sudah tahu bahwa beberapa hari yang lalu saat aku diundang ke pesta ulang tahun keluarga Abraham. Di saat itu John Abraham mengumumkan bahwa aku adalah cucu kandungnya." Jawab Queen.
"Jadi seperti itu cerita ya?" tanya Al.
"Lalu kenapa tidak kembali ke keluarga Abraham. Dan bagaimana bisa kamu memakai identitas sebagai Sella Queen? Tapi Aku tidak akan memaksamu untuk bercerita. " tanya Al lagi.
"Akan aku ceritakan semua nanti malam. Tapi bisakah kita kembali dulu? Sepertinya aku sedikit lelah berjalan." Jawab Queen yang merasa perutnya kembali sakit.
"Apakah sakit lagi?" tanya Al.
"Sedikit." Jawab Queen
"Baiklah kita kembali ke mobil." Jawab Al.
__ADS_1
Mereka berjalan kembali ke mobil.