
"Jadi Paman Sakurata ..." Seruni tidak bisa meneruskan kata katanya. Dirinya terlalu terkejut dengan apa yang saat ini dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Sebuah kenyataan yang cukup membuat hatinya remuk redam. Mata wanita itu bahkan sampai berkaca kaca karena sebuah kenyataan yang tidak pernah dia duga sama sekali.
Agar tidak menarik perhatian para pengunjung restoran dan juga para penjahat tentunya, Ozil berpindah tempat duduk untuk menutupi Seruni dari perhatian para penjahat. "Udah, kamu yang sabar. Sekarang kamu sudah tahu, siapa pengkhianat yang telah menunjukan keberadaan kamu di luar negeri, bukan?"
"Aku nggak terima, Bang, aku harus minta penjelasan kepada Paman Sakurata," ucap Seruni penuh dengan kemarahan. Dia bahkan hendak bangkit untuk melabrak sang Paman dan juga para penjahat. Namun dengan sigap menahan tangannya.
"Jangan gegabah! Ingat! Bukan kamu aja yang saat ini menjadi korban, ada lima wanita lain yang nyawanya juga sedang terancam," dengan suara pelan, Ozil mencoba menahan dan memberi pengertian.
"Aku nggak peduli! Yang penting aku bongkar kelakuan Paman sekarang juga!" Seruni siap memberontak, tapi dengan sigap Ozil memberi perintah kepada lima hantu yang ada di sana untuk mencegahnya. Seruni bahkan sampai terkesiap melihat sikap Ozil yang berbicara dengan mulut pelan kepada para hantu.
Seketika para hantu menggunakan kekuatannya untuk menahan mulut dan juga tangan Seruni. Wajah Seruni memucat dengan mata membelalak. Tapi dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan suaranya. Dengan sangat terpaksa, Ozil harus bersandiwara mengajak keluar Seruni yang sebenarnya sedang dikendalikan para hantu.
Makanan yang dipesan Ozil bahkan belum datang, mau tidak mau Ozil mengeluarkan uang untuk membayar makanan yang belum dia nikmati. Ozil membawa tubuh Seruni ke tempat motornya terparkir yang kebetulan sepi. "Kamu jadi cewek egois banget sih!" Ozil langsung meluapkan amarahnya begitu sampai di tempat parkir motor.
__ADS_1
"Tadi yang membekap mulut dan menahanku, hantu?" tanya Seruni dengan suara tergagap dan wajah yang masih dipenuhi rasa takut.
"Siapa lagi kalau bukan para hantu!" mendengar bentakan dari Ozil, selain terkejut, Seruni juga langsung memeluk lengan pria yang sedang marah kepadanya. Wajah Seruni semakin pucat karena ketakutan. "KIta pulang!"
Ozil bukan hanya mengajak Seruni pulang, tapi juga para hantu yang juga menunjukkkan wajah marahnya kepada wanita itu. Ozil segera menyalakan mesin motornya dan langsung tancap gas, meninggalkan area hotel. Tidak ada pembicaraan di sepanjang jalan, yang ada Ozil sedang mengurangi rasa marahnya pada wanita yang saat ini memeluk pinggangnya dari belakang dengan kencang.
Tak butuh waktu lama, Ozil sampai di tempat tujuan dan mereka berdua langsung menuju kamar, setelah Ozil menaruh motor pada tempatnya dan mengunci pintu gerbang. "Kamu tahu nggak sih, kalau perbuatan kamu tadi bisa menimbulkan bahaya," Ozil masih melanjutkan meluapkan amarahnya meski tidak segalak tadi.
Seruni yang masih ketakutan juga cukup terkejut saat mendengar suara Ozil yang cukup tinggi. "Aku kan hanya ingin membuka kedok Pamanku, apa aku salah?"
"Bodoh! Kamu bilang aku bodoh!" Seruni malah menunjukan wajah tidak terimanya.
"Ya, kamu terlalu bodoh jika sampai kamu melakukan hal itu! Kamu bisa membahayakan nyawa lima korban penculikan lainnya."
__ADS_1
"Apa peduliku sama mereka!" teriak Seruni. "Mereka bukan siapa siapa aku, ngapain aku peduli!"
Ozil terperangah mendengar ucapan wanita itu. "Justru karena kelima wanita itu, kamu jadi tahu kalau paman kamu itu seorang pengkhiat!"
"Apa!" kini gantian Seruni yang tercengang.
"Ya, kelima wanita itu, yang kini menjadi hantu penasaran karena perbuatan paman kamu. Mereka yang menyelamatkan kamu dari penculikan! Mereka juga yang menunjukkan siapa paman kamu sebenarnya! Kamu pikir aku yang melakukannya sendiri? hah!"
Seruni terbungkam. Matanya nanar menatap pria yang saat ini sedang emosi kepadanya. "Mereka?" suara Seruni agak parau. Bahkan dia tidak bisa meneruskaan ucapannya karena terlalu terkejut dengan kenyataan lain yang baru saja dia dengar.
Para hantu yang menyaksikan pertengakaran di depan mata mereka, juga tidak berani mengeluarkan suaranya. Mareka juga sama terkejutnya dengan kemarahan Ozil yang baru sekali ini mereka lihat. Tentunya para hantu juga terharu, ternyata Ozil sangat peduli dengan keselamatan mereka yang jasadnya belum ditemukan.
"Kamu enak, bisa selamat dan masih hidup. Tapi apa kamu sama sekali nggak memikirkan para hantu yang sekarang tidak tenang? Mereka bergentayangan dalam kebimbangan. Tapi kamu dengan egoisnya mau menghancurkan harapan mereka, mentang mentang mereka bukan siapa siapa kamu. Kalau kamu memang menganggapnya seperti itu, silakan kamu pergi dari sini, lakukan saja apa yang kamu mau. Bukankah aku juga bukan siapa siapa kamu?"
__ADS_1
Deg!
...@@@@@...