
Di saat Ozil sedang menikmati waktu berdua dengan wanita yang meminta tinggal bersamanya, kelima hantu justru saat ini masih sibuk mengawasi dua pria yang kemarin menculik wanita yang sedang bersama Ozil. Mereka sengaja melakukan hal itu agar mereka bisa mendapatkan informasi lain yang mungkin saja berguna.
"Gede juga ya isi celananya," ucap Anggrek yang saat itu melihat salah satu pria sedang melepas baju yang dia pakai, sepertinya pria yang baru bangun itu akan segera mandi. "Bulunya juga lebat banget, tapi sayang, orangnya nggak ganteng."
"Tapi badannya kekar banget ituloh, gagah," Cempaka menimpali.
"Percuma badannya kekar, isi celananya gede, tapi nggak bisa dipegang," sahut Lili. "Masih mending isi celana Bang Ozil. Gede, ganteng, kekar dan bisa kita pegang."
"Hahaha ... benar juga," Anggrek malah terbahak. "Jadi kangen aku sama Bang Ozil. Coba nggak ada cewek itu, paasti kita bisa pegang isi celana Bang Ozil sampai pagi."
"Tapi wanita itu, kayaknya juga suka dengan isi celananya Bang Ozil. Semalam kalian lihat sendiri kan, dia sengaja masukin tangannya ke dalam kolor Abang," ucap Melati.
"Ya wajar sih kalau dia suka. Aku juga yakin semua cewek bakalan suka dengan isi celananya Bang Ozil. Kita aja yang berwujud arwah, sangat suka, apa lagi manusia," celetuk Mawar.
"Hahaha ... kenapa kalian jadi bahas isi celana Bang Ozil sih?" protes Cempaka. "Kita harus fokus loh."
"Tenang aja, Cem, kita masih bisa fokus kok. Tuh lihat isi celananya," ucap Anggrek sambil menunjuk ke isi celana. "Lucu ya, kalau lagi lemas gitu. Bergerak kanan kiri kanan kiri kayak belalai gajah." tawa para hantu seketika pecah sambil mengawasi pria yang sedang berjalan menuju kamar mandi tanpa mnenggunakan apapun untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1
Sebenarnya di sana ada dua pria, tapi yang satu masih tertidur. Setelah diberi ultimatum oleh bos mereka, dua pria itu memilih berdiam diri di rumah kontrakan dengan ditemani beberapa botol minuman beralkohol. Beruntung wanita yang mereka culik sudah tidak berada di sana, jadi bisa terhindar dari hal hal yang berbahaya.
Dari informasi yang sudah para hantu dapatkan, dua pria itu akan mencari kembali wanita yang ditolong para hantu. Entah dengan cara apa para penjahat akan mencarinya, tapi mereka harus kembali mendapatkan wanita itu dalam waktu yang sudah ditentukan. Kedua penjahat itu berencana akan menyelidiki wanita tu di tempat tempat yang berhubungan dengan si wanita target mereka.
"Kita keluar dulu, yuk? Bosan, dari tadi nggak ada perkembangan sama sekali," usul Melati.
"Iya benar, mending kita keluar dulu," Mawar sependapat dengan Melati. "Yang penting kan kita sudah tahu, saat ini para penjahat tinggal disini."
"Ya udah, kita keluar kemana? Ketemu Bang ozil?" usul Lili.
"Percuma ketemu Bang Ozil, kita nggak bakalan bisa ngobrol jika masih ada cewek itu," ucap Anggrek. "Gimana kalau kita ke tempat Fitnes? Ini kan hari minggu, pasti banyak cowok tampan sedang berolahraga."
Benar saja, sesampainya di tempat fitnes terdekat, mata kelima hantu langsung jelalatan, memandangi para lelaki yang sedang melatih otot otot mereka. Mereka benar benar memuaskan diri menatap setiap lekuk tubuh kekar para pria dengan jarak yang lebih dekat tanpa ada rasa takut dan juga malu.
"Gila! Bulu ketiaknya udah basah banget! Duh jadi pengin mencium aromanya," seru Lili dengan perasaan takjub.
"Bagusan cowok disebalah tuh, nggak ada bulu ketiaknya, mulus, nambah ganteng," Mawar menimpali.
__ADS_1
"Lebih seksi yang ada bulu ketiaknya tahu. Bikin berdennyut dan meresahkan," Lili membela diri.
"Ya jangan berdebat, selera orang kan beda beda. Masa iya harus sama semua," celetuk Cempaka.
"Kita bukan orang, Cem, kita arwah," ralat Melati dan semuanya kembali tertawa.
"Eh, Li, bukankah itu cowok kamu?" seru Mawar saat matanya menangkap pria yang pernah dia lohat di sebuah hotel. Para hantu yang sedang tertawa langsung meredakan suara tawanya saat mata mereka, tertuju pada arah yang ditunjuk oleh Mawar.
"Ah iya, bener Li, itu si Marcel!" seru Melati. "Tapi dia sama siapa itu? Kok kayak cewek gatel?"
"Loh, bukankah itu Gloria? Jadi dia beneran suka sama Marcel?"Lili malah tercengang dengan apa yang dia lihat.
"Emang Gloria siapa, Li?" tanya Anggrek.
"Sepupuku," jawab Lili tanpa mengalihkan pandangannya. "Aku dengar sih, dia memang menyukai Marcel."
"Wah! Perlu diselidiki nih, Li," usul Cempaka.
__ADS_1
"Harus dong! Aku harus tahu, apa yang terjadi dianntara mereka," jawab Lili dengan mata penuh kilatan amarah.
...@@@@@...