HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Iseng Para Hantu


__ADS_3

Setelah mendengar pembicaraan dari dua pria dimana pria itu adalah penculik wanita yang saat ini bersama Ozil, kelima hantu segera saja bergegas pulang untuk menceritakan semua yang mereka dengar kepada pria yang hanya bisa melihat dan mendengar wujud mereka semua. Kelima hantu benar benar membawa berita yang sangat penting dan harus segera disampaikan.


Namun saat kelima hantu itu hendak masuk ke dalam kamar, salah satu hantu yang kebetulan masuk terlebih dahulu, langsung menahan hantu yang lain, begitu dia melihat sesuatu di dalam kamar Ozil. Hantu itu memberi perintah agar teman temannya tidak mengeluarkan suara dan tidak menampakan dirinya di depan Ozil untuk saat ini.


"Ada apa, Cem?" tanya Lili yang merasa heran dengan sikap Cempaka karena tiba tiba langsung menghalau mereka ke area dapur. Pertanyaan tersebut mewakili para hantu lainnya yang juga merasa penasaran. "Bang Ozil sudah tidur?"


"Bukan!" bantah Cempaka. "Mending kalian intip sendiri, tapi jangan berisik."


Keempat hantu pun setuju. Mereka bergegas kembali menuju kamar untuk melihat apa yang terjadi di dalam kamar Ozil. Begitu mereka sampai kamar, mata para hantu langsung membulat dengan apa yang dilihat saat ini. Pria yang ada di kamar itu sedang asyik mengamati wajah lelap wanita yang ada di sisinya. Para hantu pun tersenyum lalu mereka kembali ke area dapur.


"Apa Bang Ozil suka dengan wanita itu?" tanya Anggrek antusias.


"Cowok manapun pasti suka lah dengan cewek secantik dia," jawab Cempaka. "Justru karena melihat kejadian itu, aku tuh jadi kepikiran dengan rencana kita."

__ADS_1


"Ah iya, bukankah ini kesempatan kita, mumpung ada manusia bersama Bang Ozil," seru Lili.


"Tapi kan kita ngggak mungkin mengendalikan tubuh wanita itu, yang ada nanti Ozil malah curiga kalau itu adalah pekerjaan kita," ucap Melati.


"Iya juga sih," sahut Mawar. "Terus apa yang harus kita lakukan?" tannya Mawar.


"Begini saja," Cempaka langsung menceritkan idenya.


"Nah , itu dia maksud aku. Kita juga penasaran kan, lima wanita yang sudah mereka culik itu memang kita atau bukan? Kalau itu memang kita, berarti rencana mereka harus gagal dong."


"Ya udah, ayok, kita lakukan sekarang saja." para hantu segera saja beranjak dengan semangat.


Sementara itu di dalam kamar, Ozil masih menikmati wajah terlelap milik wanita yang dia kasih nama Seroja. Bahkan Ozil sampai senyum senyum sendiri dengan khayalan yang cukup tinggi. Namun saat sedang asyik asyiknya menikmati kecantikan di depan matanya, Ozil mendadak ingin pergi ke kamar mandi. Pemuda itu langsung saja bangkit secara perlahan, keluar kamar menuju kamar mandi.

__ADS_1


Tidak memerlukan waktu yang lama, Ozil bergegas kembali ke kamar setelah urusan dengan toilet selesai. Namun, begitu pintu kamar Ozil buka, mata pemuda itu sontak membelalak. Dada Ozil mendadak bergemuruh dengan jantung yang berdekap lebih kencang dari biasanya. Ozil perlahan mendekat ke arah Seroja yang masih terlelap.


"Indah banget!" puji Ozil dengan suara lirih setelah dia nongkrong di sisi Seroja. Kaos yang dipakai wanita itu terangkat hingga salah satu bukit kembarnya terlihat karena memang Seroja hanya memakai kaos longgar milik Ozil. Kolor yang dipakai wanita itu juga turun sampai ke paha, dan isi kolornya kelihatan sangat jelas. daging tembem terbelah dengan rumput hitam yang tidak terlalu lebat, nampak sangat indah di mata Ozil.


Karena takut wanita itu sadar dan nantinya terjadi kesalah pahaman, Ozil kembali merebahkan dirinya, dengan mata masih memandangi yang indah indah. Saat menyadari wanita itu bergerak, Ozil langsung berpura pura memejamkan matanya. Namun Ozil kembali dibuat terkejut saat merasakan tangan kanan wanita itu mendarat tepat di tengah tengah isi kolornya yang sedang menegang.


"Astaga! Cobaan apa ini?" gumam Ozil dalam hati. Jantung Ozil benar benar tidak aman untuk saat ini. Ozil kembali merasakan tangan Seroja bergerak dan mata Ozil kembali membelalak saat merasakan tangan wanita itu memasuki kolor yang Ozil pakai dan menggenggam isinya dengan erat. Perasaan Ozil benar benat tidak karuan saat ini juga. Bahkan Ozil sampai menghirup dan menghembuskan nafasnya beberapa kali agar gemuruh di dadanya bisa berkurang.


Ozil terdiam tak berkutik, namun akhirnya Ozil bisa menikmati peristiwa yang sedang menimpanya. Ozil benar benar merasakan keenakan saat di dalam kolor yang Ozil pakai, tangan Seroja bergerak gerak secara pelan. Hingga beberapa menit kemudian, Ozil mendengar suara lenguhan dari wanita disebelahnya. Ozil langsung memejamkan matanya.


"Apa yang sedang aku lakukan?" pekik Seroja saat matanya terbuka.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2