HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Si Hantu Turun Tangan


__ADS_3

"Tolongin aku Woy!" teriak salah satu penjahat. wajahnya terlihat sangat ketakutan dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini. Senjata yang berada dalam genggaman tangannya, kini justru mengarah kepada dirinya sendiru. Pria itu mencoba menahan tangannya sendiri, tapi usahanya sia sia. Dia sangat merasakan ada kekuatan lain yang mengendalikan tangannya saat ini.


Tentu saja kejadian itu membuat semua orang yang ada di sana takjub dengan kejadian yang sedang mereka saksikan. Benar benar kejadian diluar logika. Hampir semua pria yang ada di sana terkejut dengan apa yang terjadi pada salah satu penjahat, kecuali dengan pria yang saat ini masih disandra. Dia hanya terkejut karena hantu itu bisa mengeluarkan kekuatannya di saat dia sedang dalam bahaya.


Melihat ada kesempatan untuk meloloskan diri, Ozil, pria yang sedang disandra itu langsung saja menghantam perut penjahat yang menyandranya dengan siku tangannya dan menampik tangan kiri penjahat dengen keras.


Dakh!


"Akhh!" teriak si penjahat dengan suara yang cukup kencang sampai membuat penjahat lainnya terperangah. Begitu Ozil sudah terbebas dari penjahat, kekuatan hantu wanita langsung menghilang dan si hantu seketika terlihat lemas.


"Kamu nggak apa apa?" tanya Ozil terlihat panik saat melihat keadaan si hantu. Hal itu sampai menjadi pusat perhatian semua mata yang ada di di sana. Jika tiga pria yang datang bersama dengan Ozil tidak terlalu terkejut dengan apa yang sedang Ozil lakukan, berbeda dengan empat orang yang ada di sana. Keempat orang itu terperangah saat menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, Ozil melempar pertanyaan entah pada siapa.


"Aku nggak apa apa," jawab sang hantu yang langsung terduduk dilantai karena merasa sangat lemas.

__ADS_1


"Terima kasih, sudah menolongku," ucap Ozil yang wajahnya masih terlihat khawatir melihat keadaan hantu yang sedang tidak berdaya. Mungkin tenaga sang hantu terkuras habis saat mencoba menolong Ozil tadi.


Dor!


Marsel mengarahkan senjatanya ke arah langit langit dan suaranya sukses menyadarkan semua mata yang terkejut dengan apa yang mereka saksikan saat ini. "Buang senjata kalian atau kalian akan merasakan hal yang tidak terduga berikutnya, cepat!" bentak Marsel dengan lantang.


Para penjahat langsung panik dan tanpa pikir panjang lagi, mereka langsung membuang senjata mereka. Selain karena ancaman, yang membuat para penjahat takut adalah sosok tak kasat mata yang tadi diajak bicara oleh Ozil. Melihat sikap Ozil yang berbicara sendiri dan juga kejadian aneh yang menimpa salah satu penjahat, membuat mereka yakin kalau di sana ada sosok lain tak kasat mata yang tidak bisa mereka lawan.


Ozil menatap tubuh wanita yang tidak bergerak dengan sebuah alat bantu. Ozil sungguh heran, darimana dokter Sakurata mendapat alat seperti itu. Apa mungkin dia masih memiliki persediaan. Hantu wanita pemilik tubuh itu juga sedang memperhatikan tubuhnya sendiri.


"Apa aku masih bisa hdup lagi?" tanyanya dengan raut wajah nampak begitu sedih.


Ozil menoleh, menatap hantu itu, lalu dia tersenyum. "Kamu jangan khawatir, nanti akan ada dokter yang datang ke sini untuk menolongmu," ucapnya, dan hal itu membuat hantu wanita juga ikut tersenyum. Ozil lalu mengarah pandangan matanya ke arah pria jepang. Dan dia mendekati pria jepang tersebut kemudian Ozil jongkok di hadapannya.

__ADS_1


"Bagaimana, Dokter? Apa kamu masih berani memberi tantangan buatku?" tanya Ozil langsung menunjukan wajah sinisnya.


Dokter Sakurata hanya terdiam dengan sorot mata yang penuh dengan rasa benci dan juga amarah. Tapi kali ini dokter itu benar benar sudah tidak berdaya. Apa lagi setelah menyaksikan sendiri kejadian aneh di depan matanya, membuat sang dokter berpikir kalau Ozil bukan orang biasa. Apalagai dokter Sakurata selalu percaya dengan hal hal mistis, dan kali ini dia sangat yakin kalau ada orang yang bisa berbicara dengan makhluk tak kasat mata.


"Akhirnya dokter sialan ini bisa kami tangkap juga," ucap William dengan wajah yang terlihat begitu senang. "Nggak sabar aku memberi pelajaran sama pria tak tahu diri ini."


"Tenang, Wil, tenang. akan ada masanya nanti," jawab Marsel yang terlihat lebih santai. "Sekarang kita tangani dulu wanita itu dan tiga penjahat ini."


"Kalian tidak menyerahkannya ke polisi?" tanya Ozil yang nampak terkejut begitu mendengar ucapan Marsel.


"Tentu saja kami akan menyerahkannya ke aparat, tapi tidak untuk sekarang. Nanti, setelah kita puas main main sama mereka," ucap Marsel seketika langsung menunjukan senyum liciknya.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2