HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Ada Sakura Di sana


__ADS_3

Setelah mendapat kabar dari Zhang, Ozil segera saja mempersiapkan diri untuk datang ke lokasi yang dia dapatkan dari wanita itu. Dengan penuh tekad dan penuh rasa yakin, Ozil berharap apa yang akan dia lakukan saat ini bisa memdapatkan hasil baik. Terutama bagi lima arwah yng nasibnya sangat ditentukan oleh keberhasilan rencana yang dia buat.


Di tempat berbeda, Marsel, Leo dan William juga sedang bersiap diri. Setelah mendapatkan satu informasi wanita yang akan dijadikan umpan, Mereka bersiap untuk pergi ke tempat seorang dukun yang diduga melakukan penculikan terhadap lima wanita, satu tahun yang lalu. Setelah mengantongi alamat dukun tersebut, mereka memang sengaja bergerak lebih cepat sebelum keduluan oleh para penjahat.


Ozil melajukan motornya dengan kecepatan yang cukup kencang. Ozil cukup kaget saat melintasi ruas jalan. Ternyata jalan yang dia lalui, masih satu arah dengan jalan menuju rumahnya Mbak Lisa, meski hanya sebagian saja, karena jalan lainnya, Ozil merasakan bedanya. Lokasi yang dituju Ozil lebih jauh lagi.


"Pantas, aku menemukan Sakura di sekitar sini, rupanya jalannya hampir sama," gumam Ozil saat melewati tempat dimana dia bertemu dengan arwah Sakura kemarin malam.


Beberapa saat kemudian, Ozil telah sampai di tempat tujuan. Kedatangannya langsung disambut Zhang yang sedari tadi duduk di dalam mobil. Sebelum bergerak, Ozil terlebih dahulu menemui Zhang di dalam mobil untuk menanyakan keadaannya.


"Yakin, itu rumahnya?" tanya Ozil sambil menunjuk rumah yang gerbangnya berwarna biru.


"Yakinlah, Bang," ucap Zhang pasti. "Kapan kita bergerak, Bang?"

__ADS_1


"Bentar lagi, kita lihat keadaan sambil menunggu kabar dari Leo dan kawan kawan," jawab Ozil, dan Seruni pun mengangguk.


Baru saja Ozil mengakhiri ucapannya, pintu gerbang yang sedang diawasi terbuka. Ozil dan Zhang langsung mengfokuskan tatapannya ke arah gerbang itu. Di sana, ada mobil yang hendak keluar. Ozil juga melihat dua hantu berada di sana. Agar para hantu melihat dirinya telah datang dilokasi, Ozil segera saja keluar dari mobil Zhang. Benar saja, dua hantu langsung mengenali kalau pemuda yang bisa melihat wujud hantu berada di dana. Mereka segera saja menghampiri Ozil


"Gimana keadaan di dalam?" tanya Ozil begitu para hantu sudah berada di dekatnya.


"Mending Abang dan yang lainnya siap siap, Seruni dan Sakura akan dibawa ke tempat Mbah Wiro sekarang," jawab Mawar.


"Benar, Bang. Aku juga tadi kaget," ucap Melati. "Dengan panduan dari Dokter Sakurata lewat ponsel, mereka melakukan semua perintah. Kali ini mereka akan berangkat ke tempat Mbah Wiro dengan dua mobil karena ada dua tubuh yang harus mereka bawa."


"Baiklah," ucap Ozil. "Kalian tetap awasi keadaan dan kalian bagi dua buat menemani masing masing cewek ya?" titah Ozil, dan dua hantu wanita itu mengangguk patuh. Mereka lantas berpisah, Ozil kembali masuk ke dalam mobil dan memberi tahukan semuanya kepada Zhang.


"Mending kamu naik mobil aja, Bang," ucap Zhang setelah Ozil menceritakan semuanya dan mengatakan rencana berikutnya.

__ADS_1


"Tidak usah," tolak Ozil. "Mending aku tetap naik motor. Kita nggak tahu jalan yang akan kita lewati bagaimana. Kamu tenang saja, yang penting komunikasi kita lancar, karena itu sangat penting. Jangan lupa juga, hubungi Leo dan yang lainnyaa."


Zhang pun hanya bisa pasrah dan menuruti apa yang dikatakan Ozil. Tak lama waktu berselang, ternyata benar, dua mobil nampak keluar dari rumah yang sedari tadi Ozil dan Zhang awasi. Ozil pun bergegas naiik ke motornya. Agar tidak kehilangan jejak, Mawar dan Melati duduk di atap mobil agar Ozil mudah mengikuti mereka.


Semua bergerak melalui jalur yang berbeda. Leo dan yang lainnya juga sudah berangkat. Empat hantu lainnya juga saat ini sudah berangkat mengikuti dokter Sakurata dan juga anak buah yang lain karena mereka berbagi tugas untuk mengawasi sang dokter dan para penjahat.


Sepanjang perjalanan, mata Ozil terus menatap mobil yang diatapnya ada hantunya. Ozil hanya berhenti sekali di tempat pengisian bahan bakar, di saat dua mobil yang dia ikuti juga memasuki area yang sama untuk mengisi bahan bakar juga. Di lain tempat Ozil juga sudah mendengar kalau yang lainnya sudah bergerak sesuai rencana.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat jam, akhirnya Ozil sampai disebuah kampung. Bukan kampung terpencil, tapi kampung itu tidak terlalu ramai juga. Apa lagi pas Ozil sampai di tempat tersebut, keadaan sudah gelap. Untuk saat ini Ozil tidak memikirkan tentang pekerjaaannya, yang penting bagi Ozil, saat ini dia bisa menyelamatkan para wanita.


"Jadi itu tempat Mbah Wiro," gumam Ozil saat dua mobil yang dia ikuti masuk ke dalam gerbang rumah yang cukup besar dengan tembok keliling yang tinggi menjulang.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2