HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Yang Pertama


__ADS_3

Pria manapun pasti akan sangat terkejut mendapat sebuah penawaran yang aneh seperti itu. Begitu juga dengan Ozil, pemuda itu sangat terkejut dengan permintaan yang keluar dari mulut wanita yang sedang memeluknya dari belakang. Ozil bahkan langsung terdiam, setelah tadi dibuat kesal oleh wanita kaya bernama Seruni.


"Kenapa diam, Bang? Abang nggak mau isi kolor Bang Ozil dimainin sama mulutku?" Seruni malah mengeluarkan pertanyaan yang agak mendesak.


"Bukannya nggak mau," bantah Ozil. "aku bingung," jawaban jujur dari mulut Ozil sontak membuat Seruni terkekeh.


"Kalau mau, sekarang Bang Ozil telentang menghadap aku deh," titah Seruni, dan Ozil menurutinya. "Anggap aja ini ucapan terima kasihku karena Bang Ozil sudah mau membantuku."


Ozil hendak mengeluarkan suaranya, tapi tanpa di duga, bibir Ozil mendapat serangan dari bibir Seruni. Mata Ozil kembali membelalak dan mulutnya tidak bergerak sama sekali karena Ozil memang tidak berpengalaman dalam hal perang bibir dengan wanita. Ozil hanya merasakan, bibir Seruni bergerak dan hal itu terasa sangat hangat.


"Ternyata Bang Ozil jujur ya? Ini juga ciuman pertama kamu apa?" Ozil mengangguk patah patah karena dia masih cukup syok dengan serangan mendadak yang dia terima. "Ya udah, sekarang kita ciuman lagi ya? nanti kalau bibir aku bergerak, Bang Ozil juga gerakin bibirnya ya?" Ozil hanya mengangguk.


Tanpa membuang waktu, Seruni kembali menempelkan bibirnya dan secara perlahan, Ozil ikut menggerakan bibirnya sendiri. Meskipun tidak pernah ciuman, setidaknya Ozil pernah melihat adegan seperti itu dan Ozil sekarang bisa melakukannya.


"Enak, Bang?" lagi lagi Ozil hanya mengangguk. Seruni hanya tersenyum dan perang bibir itu terjadi beberapa kali samapi Ozil benar benar enjoy dan menikmatinya.

__ADS_1


"Kamu nggak jijik ciuman sama aku?" pertanyaan itu baru keluar dari bibir Ozil setelah ciuman yang ke sepuluh kali terjadi. Tentu saja Seruni terkekeh dibuatnya.


"Ya nggak lah, ini kan spesial buat kamu," jawab Seruni. "Lagian kamu tuh aslinya tampan kok. mungkin nasib kamu aja yang kurang beruntung. Tapi tenang aja, selama aku ada disini, aku akan buat Bang Ozil menjadi laki laki yang beruntung." Ozil hanya tersenyum tanggung. Meskipun senang, tapi saat ini dia tidak bisa mengepresikannya karena masih terlalu terkejut.


"Sekarang tinggal isi celana kamu yang aku kasih ciuman," ucap Seruni terdengar seksi. Wanita itu bahkan langsung bergeser ke bawah dan wajahnya tepat berada di atas isi kolor Ozil yang masih berada di dalam. Seruni mengendus dari luar, dan dia merasakan kalau isi kolor Ozil sudah sangat menegang. Sesekali mata mereka saling tatap dan mereka juga saling senyum.


"Punya kamu gede ya, Bang," seru Seruni saat sudah mengeluarkan isi kolor Ozil. Pemuda itu hanya tersenyum dengan benak yang sangat bergemuruh. Mata Ozil hanya menatap wanita yang sudah mulai menciumi semua yang ada di bawah perutnya. Mungkin karena merasa terganggu, Seruni melepaskan kolor Ozil hingga bagian bawah tubuh Ozil benar benar polos.


"Biar lebih nyaman, kaos Abang lepasin aja," ucap Seruni disela sela lidahnya yang sedang terjulur. Ozil pun melaksanakan usulan tersebut. "Wahh! badan bang Ozil bagus banget," mata Seruni langsung berbinar, sedangkan Ozil hanya tersenyum sembari menikmati perlakuan Seruni pada batangnya.


Ozil benar benar menikmati pengalaman pertamanya ini. Dia tidak menyangka, benda di bawah perutnya akan dinikmati oleh wanita cantik berwajah oriental dan juga anak orang kaya. Hingga lima belas menit kemudian, Ozil merasa ada yang mau keluar dari batangnya.


"Ya udah keluarin aja, Bang."


"Kamu nggak jijik?"

__ADS_1


"Punya Bang Ozil nggak menjijikkan kok, tenang aja," ucap Seruni dan dia langsung menggerakan kepalanya dengan cepat agar batang Ozil segera mengeluarkan bebannya. Benar juga, tidak lama kemudian Ozil menyemburkan benih itu.


"Banyak banget, Bang? Abang jarang ngeluarin ya?" Ozil mengangguk sembari tersenyum.


"Bersihkan pakai ini aja," Ozil menyodorkan kaosnya.


"Emang nggak akan dipakai lagi?"


"Nggak," jawab Ozil. "Aku sebenarnya terbiasa tidur hanya memakai kolor saja." Seruni lantas tersenyuum lalu menerima kaos Ozil untuk membersihkan benih yang berceceran di tubuh bagian bawah Ozil dan tangan Seruni. "Apa kamu sudah sering melakukan hal seperti ini?"


"Ya, dulu, setahun yang lalu, sebelum tunangan aku ketahuan selingkuh," jawab Seruni.


"Cuma permainan mulut atau lebih?"


"Cuma permainan mulut lah, Bang. Beruntung aja, kalau aku belum menyerahkan segalanya sama pria brengsek macam dia."

__ADS_1


Ozil lantas mengangguk. "Seandainya ada hal buruk yang akan menimpa kamu dan kamu hanya bisa mencegahnya dengan memberikan mahkota kamu, apa kamu percaya, Run?"


...@@@@@...


__ADS_2