HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Berbeda Sikap


__ADS_3

"Apa? Mereka akan pindah tempat tinggal!" pekik salah satu hantu yang saat ini sedang ikut mendengar pembicaraan dua orang pria, yang sejak beberapa hari ini sedang mereka awasi. Dia dan keempat hantu yang lain cukup terkejut begitu mendengar semua yang dikatakan oleh salah satu dari dua pria yang mereka anggap penjahat.


"Apa jangan jangan, komplek yang mereka maksud adalah komplek tempat kerjanya Ozil?" ucap hantu lainnya yang dberi nama Melati. "Bukankah tadi mereka bilang kalau mereka akan pindah ke komplek yang mereka datangi semalam?"


"Iya, sepertinya komplek tempat kerja Ozil," Hantu yang lain ikut menimpali. "Lagian, hanya komplek itu kan yang mereka datangi semalam. Pasti mereka sangat meyakini kalau Seruni ada di sana."


"Sudah, kalian tenang aja dulu," ucap Lili. "Kita tetap pantau mereka. Kalau benar, baru kita kasih pelajaran." Semua hantu lantas setuju dan mereka akan terus mengawasi kedua penjahat itu.


Sedangkan hari ini, Seruni berdiam diri di dalam kamar, Karena kemarin dia ketahuan oleh penjahat, jadi untuk hari ini, Seruni memilih berdiam diri, tidak ada rencana pergi. Wanita itu benar benar tidak ingin ketahuan lagi. Padahal Seruni sangat ingin mendatangi toko kuenya. Sudah cukup lama, wanita itu tidak turun langsung memantau usahanya yang sudah dia rintis sejak usianya menginjak angka dua puluh. Wanita itu lebih memilih usaha sendiri daripada harus terikat dengan jam kerja kantor meski kantor tersebut milik ayahnya sendiri.


Ozil sendiri masih sibuk dengan tugas tugasnya. Hari ini ada karyawan yang sikapnya berbeda kepada Ozil. Karyawan itu tidak sehangat seperti biasanya jika melihat Ozil. Karyawan tersebut terlihat lebih dingin dan datar saat tidak sengaja pandangannya bertemu dengan mata Ozil. Karena sikap karyawan itu, Ozil jadi merasa tdak nyaman dan tidak enak hati seperti biasanya.


"Rin, hari ini kamu mau bawa Ozil nggak?" tanya Mbak Lisa kepada wanita yang meja kerjanya berada di sisi kanan wanita itu.

__ADS_1


"Nggak, hari ini aku pergi sendiri," jawabnya tanpa menoleh ke orang yang bertanya. Ozil yang melihat sikap Mbak Rini dan juga mendengar ucapannya yang agak ketus, membuat Ozil merasa bersalah.


"Okelah, aku bawa dia hari ini," jawabnya lalu Mbak Lisa menatap ke arah Ozil yang sedang membantu rekan kerja lainnnya menghitung undangan. "Zil, nanti habis makan siang, kamu ikut aku ya?"


"Baik, Mbak," seperti biasa, Ozil tidak akan menolak siapapun yang mengajaknya pergi dalam urusan pekerjaan. Ozil juga pernah ikut tugas lapangan bersama karyawan laki laki yang ada di sana. Begitu pekerjaan selesai, Ozil akan melakukan tugas yang lainnya jika ada. Namun jika tidak ada tugas, Ozil akan memilih menggunakan waktunya untuk istirahat atau ngobrol bareng pak satpam.


Berhubung di kamar ada Seruni, Ozil pun memilih menggunakan waktu luangnya untuk beristirahat di kamar. Beruntung kamar itu tidak pernah disambangi para karyawan kantor jadi Seruni cukup aman bersembunyi di sana. Jika ada karyawan yang butuh mencari Ozil, mereka akan memencet tombol khusus yang terhubung ke kamar Ozil.


"Kenapa, Bang? Kok kamu kayak lesu gitu?" tanya Seruni yang merasa heran melihat sikap Ozil yang beberapa kali menghela nafasnya.


"Nnggak enak kenapa?" Seruni bangkit dari berbaringnya dan duduk menghadap Ozil.


"Semalam pas pulang kerja, Mbak Rini minta aku ikut menyaksikan pernikahan klien, ya sekalian untuk membantunya. Tapi kalau pulang kemalaman, klien sudah menyiapkan kamar hotel untuk Mbak Rini dan dia ngajakin aku nginep bareng. Aku nolak, eh dia marah."

__ADS_1


Kening Seruni seketika berkerut, lalu tak lama setelahnya, wanita itu malah terbahak. "Hahaha ... kan enak tuh nginep bareng sama cewek? Hotelnya pasti hotel mewah kan?"


Ozil mengangguk dengan wajah agak cemberut. "Tapi aku takut, Run. Aku kan nggak pengalaman soal gituan, sedangkan dia janda, pasti sudah ahli."


"Astaga! Semua orang juga awalnya nggak berpengalaman, Bang. Mereka akan menjadi ahli karena sering belajar dan juga banyak pengalaman. Kalau Kamu pengin banyak pengalaman bermain ranjang ya harus mengawali dulu dari nol lah."


"Iya, sih, tapi aku malu."


"Hahaha ..." Seruni kembai terbahak. "Tapi kok sama aku nggak malu?"


"Ya beda lah. Kalau sama Mbak Rini kan aku nggak pernah sedekat seperti saat aku bersama kamu." Seruni kembali terkekeh. Di saat dia akan mengeluarkan suaranya, terdengar suara yang menandakan kalau ada yang membutuhkan Ozil di ruang kantor.


"Tuh ada yang memanggil, kalau diajak nginep dalam hotel, mau aja, jangan nolak," ledek Seruni dengan suara agak berbisik. Ozil hanya mencebikkan bibirnya lalau dia babgkit dan segera keluar dari kamar.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2