HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Tak Enak Hati


__ADS_3

"Kamu mau lihat punyaku nggak, Mas?" mendapat penawaran yang cukup menggiurkan, bukannya langsung mengiyakan, tapi pemuda yang saat ini dadanya sedang dipijat merasakan, seakan akan hembusan nafasnya terhenti saat itu juga. Jantungnya berdegup hebat dan matanya hampir tak berkedip dengan raut wajah penuh rasa terkejut, menatap tukang pijat yang sedang tersenyum kepadanya. "Mau lihat nggak?"


"Nggak usah, Mbak," jawab Ozil gugup dan sebenarnya sangat mengingkari kata hati. Bahkan saat itu juga hatinya merutuki kebodohanya karena telah menolak dengan sengaja kesempatan bagus itu. Tapi penolakan Ozil malah membuat si tukang pijat tersenyum lalu dia menghentikan pijatannya terus dia berdiri. "Kamu mau ngapain, Mbak?" Ozil semakin tercengang dengan degup jantung yang menderu kencang.


Si tukang pijat bukanya menjawab, dia malah mengangkat baju ketatnya hingga sampai pinggang lalu melepaskan segitiga bermuda warna putih yang dia kenakan. Hal itu sukses membuat mata Ozil membelalak. Tak lama setelahnya, mata Ozil berpaling dengan perasaan yang sukar untuk diartikan.


"Ngapain berpaling seperti itu, Mas? Mumpung gratis ini loh, silakan di lihat," ucap si wanita terdengar sangat menmggoda. Tangan si tukang pijat meraih pipi kiri Ozil dan menuntunnya hingga menoleh ke kanan. Mata Ozil sedikit membulat dan dia sungguh dibuat takjub. Gundukan daging terbelah yang dihiasi bulu tipis,tersaji nyata di depan mata pemuda itu. "Bagus nggak, Mas?"


"Bagus banget, Mbak," suara Ozil agak bergetar.


"Mau pegang?" Ozil kembali terkesiap. Belum juga Ozil menjawab, tangan si wanita meraih tangan kanan Ozil, menuntunnya hingga mendarat tepat di atas celah miliknya. "Sentuh aja, nggak usah malu, sekalin pijat pijat biar kamu puas."


Ozil tersenyum canggung, tapi dengan pelan dia mulai menggerakan jari jarinya, memijat benda yang hanya bisa dia bayangkan selama ini. "Empuk ya, Mbak. Hangat," ucap Ozil dan si wanita hanya tersenyum. Namun, beberapa saat ketika Ozil masih asyik memainkan barang milik si tukang pijat, tiba tiba sebuah suara membuat tangan Ozil berhenti bergerak.


"Bang Ozil lagi ngapain?" Ozil terkesiap. Para hantu pada datang di saat yang tidak diinginkan.

__ADS_1


"Wahh! Bang Ozil sedang mewujudkan mimpi nih," ledek Anggrek dan semua hantu pada tertawa. Tentu saja hanya Ozil yang mendengar suara tawa dan ledekan dari pada hantu.


"Kenapa, Mas? Kok berhenti?" tanya si tukang pijat saat melihat Ozil tiba tiba terdiam. "Udah, megangnya?"


"Udah lah, Mbak," Ozil menjawab dengan terpaksa. Padahal hatinya sangat masih ingin menikmati ksempatan langka itu. Tapi karena ledekan para hantu membuat Ozil malu dan juga kesal.


"Kok udahan, Bang? Lanjutin aja! Kan dia nggak lihat kita," ucap Mawar. Ozil hanya bisa diam diam mendengus. Beruntung si tukang pijat sedang memakai segitiga bermudanya, jadi dia tidak tahu sikap Ozil saat ini.


"Ya udah, Mas, berhubung sudah selesai, aku pulang ya?" ucap si wanita sambil membereskan barang bawaannya.


"Oh iya, Mbak, makasih," ucap Ozil sambil bangkit dari kasurnya dan meraih celana kolor lalu memakainya. "Bilang sama Bos kamu ya, Mbak, makasih atas kirimannya."


"Kalian darimana sih? Ganggu kesenangan orang aja,'" sungut Ozil begitu dia masuk ke dalam kamar.


"Hahaha .... ya maaf, kan kita nggak tahu kalau Bang Ozil mau enak enak," jawab Cempaka, antara gemas dan tidak enak hati karena mengganggu kesenangan Ozil. Hantu yang lain pun sama, merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Bukanya mau enak enak, tapi kan kapan lagi aku bisa megang bagian bawah perut wanita coba? Punya kalian aja nggak bisa aku apa apain," sungut Ozil sambil melangkah, tangannya meraih handuk yang menggantung di tembok, lalu keluar menuju kamar mandi.


"Lah, Bang Ozil marah tuh?" celetuk Lili.


"Ya wajar sih kalau dia marah. Bang Ozil kan pengin banget magang megang tubuh kita, tapi nggak bisa. Eh, giliran ada kesempatan, kita malah gangguin. Harusnya tadi kita nggak bersuara dan langsung pergi aja," ucap Cempaka.


"Ya kan kita nggak tahu. Lagian gemes aja aku tadi lihat Bang Ozil kayak gitu, makanya, aku langsung bersuara saat kita masuk ke kamar," ucap Anggrek.


"Terus kita harus gimana dong?" keluh Melati.


"Ya kita minta maaf lah," ucap Cempaka lagi.


"Daripada kita minta maaf, bagaimana kalau kita kasih kejutan?" cetus Mawar.


"Kejutan? kejuta apaan?"

__ADS_1


Mawar lalu mengutarakan idenya hingga hantu yang lainnya tersenyum dengan senangnya. "Setuju aku!"


...@@@@@...


__ADS_2