HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Keberuntungan Tak Terduga


__ADS_3

"Kamu puas, Sayang?" tanya Mbak Lisa begitu permainan penuh nikmat itu selesai dengan sempurna. Kedua manusia berbeda usia yang baru saja menuntaskan hasrrat mereka, kini sudah berada di dalam kamar si wanita, pemilik rumah itu. Tentu saja mereka berpindah saat mereka masih malakukan permainan penuh nikmat. Wanita itu berbaring miring sambil menatap wajah pemuda yang menghadap langit langit.


"Puas banget. Aku nggak nyangka datang kesini malah mendapat kesempatan sepeerti ini, Mbak," jawab Ozil sembari tersenyum senang dan membalas tatapan wanita itu. "Mbak, tapi kalau nanti Mas Ari tahu bagaimana?"


"Nggak usah takut. Kan kita sama sama jomblo tanpa pasangan. Mas Ari pasti ngertiin kok," ucap Mbak Lisa sambil membelai wajah pemuda yang bertanya. "Kamu nggak nyesal kan? Main ke tempat ini?"


"Nggak dong, Mbak. Mungkin nanti aku bakalan sering main ke sini, Mbak, minta jatah, hehehe ..."


"Minta saja kalau kamu memang pengin. Selama aku masih senggang dan nggak datang bulan ya, bakalan aku kabulin, Sayang." jawab Mbak Lisa,


"Tapi Mbak misal kan nih ya, Mbak Rini kan ngajak aku main ke rumah juga, kamu nggak marah kan, Mbak? Seandainya aku berhubungan badan dengan Mbak Rini?"tanya Ozil lagi. Tiba tiba dia teringat janda yang satunya, jadi selagi ada kesempatan, pemuda itu menanyaka hal itu karena takut terjadi salah paham.


"Kalau kamu dengan Rini nggak ada hubungan spesial ya aku nggak marah dong, Zil. Kenapa? Kamu mau main ginian sama Rini juga?"


"Ya kan jaga jaga, Mbak. Nggak enak juga kan aku selalu nolak Mbak Rini jika dia minta aku main ke rumahnya. Biar bagaimanapun kamu dan Mbak Rini, selalu baik sama aku di tempat kerja, Mbak. Nggak mungkin kan, aku tidak membalas kebaikan kalian."

__ADS_1


Mbak Lisa pun kembali tersenyum. "Nggak usah takut, Sayang. Kalau Mbak Rini ngajakin main ya nggak apa apa. Kamu main aja," Mbak Lisa malah memberi dukungan, membuat Ozil merasa lega. "Kamu lapar nggak?"


"Lapar, Mbak," jawab Ozil jujur. "Aku cuma makan tadi siang jam dua belas doang, Mbak."


"Ya udah, kamu tunggu di sini ya. Aku mau masakin makanan buat kamu." Ozil mengangguk. Sebelum bangkit, wanita itu sejenak mendaratkan bibirnya pada bibir Ozil. Begitu selesai, Mbak Lisa bangkit dan langsung melenggang meninggalkan kamar. Ozil pun melihat kepergiaan Mbak Lisa dengan senyum yang terkembang.


Sementara itu di tempat lain, para hantu sungguh dibuat terkejut dengan apa yang mereka dengar saat ini. Orang yang mereka ikuti ternyata memiliki rencana lain yang tidak mereka duga. Yang membuat mereka semakin khawatir adalah rencana lain yang dilakukan oleh dokter Sakurata.


"Kenapa dokter nggak nyuruh kita aja buat nanganin korban yang terbaru? Apa dokter nggak percaya pada kami?" tanya penjahat pertama dengan wajah yang terlihat cukup kesal. Begitu mendengar dokter Sakurata lebih memilih orang lain untuk mengamankan korban terbaru, ketiga penjahat yang ada di sana malah terlihat tidak terima.


Dokter Sakurata yang tahu kalau anak buah Mbah Wiro sedeng kesal kepadanya, hanya bisa tersenyum tipis. "Bukannya saya meragukan kehebatan kalian, bukan. Aku hanya merasa aneh aja."


"Aneh kenapa?" tanya penjahat ketiga.


"Sekarang kalian pikir baik baik, korban kita yang keponakanku sendiri, tiba tiba kabur dan kalian bilang dia memiliki kekuatan hebat. Terus korban kedua yang bernama Zhang juga kabur, dan secara tak terduga sudah bersama Seruni. Darimana mereka bissa berhubungan satu sama lain kalau bukan karena ada bantuan." Ketiga penjahat sontak terdiam. Mereka langsung menggunakan pikirannya untuk mencerna ucapan sang dokter.

__ADS_1


"Maka itu aku sengaja memakai orang lain untuk menculik korban terbaru dan merahasiakannya kepada kalian, guna memastikan sesuatu. Aku merasa, ada orang lain yang ingin menggagalkan rencana Mbah Wiro."


"Apa!" pekik ketiga penjahat itu hampir bersamaaan. "Mengagalkan rencana Mbah Wiro? Maksudnya gimana?" tanya penjahat pertama.


"Ya mungkin, orang itu memiliki kekuatan tertentu yang digunakan untuk mengawasi kalian. Soalnya gini, nggak mungkin secara kebetulan dua target kita melarikan diri, lalu dalam malam itu juga mereka bisa bersama. Kan ini hal yang aneh? Aku yakin ini bukan suatu kebetulan."


"Benar juga ya?' ucap penjahat kedua. "Di pikir pikir memang aneh."


"Maka itu, kalian tidak perlu marah jika saat ini aku nggak memakai tenaga kalian. Aku cuma ngetes aja, apakah korban kita berikutnya akan mengalami hal yang sama atau tidak. Kita tunggu aja sampai kita berangkat ke tempat Mbah Wiro. Gimana ide aku? Bagus kan?"


"Sangat bagus, Dokter. Kehebatan anda benar benar tidak diragukan lagi."


Doker Sakurata sontak menyeringai.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2