HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Target Penculikan


__ADS_3

"Dia siapa? Apa tukang pijat lagi?" gumam Ozil saat sedang berkeliling memeriksa keadaan sekitar tempat kerjanya, matanya menangkap sesosok wanita sedang berdiri di depan pintu gerbang. Ozil pun bergegas melangkah menuju ke tempat dimana wanita itu berdiri. "Permisi, Mbak? Ada yang bisa saya bantu?"


Hening, tidak ada jawaban, dan wanita itu juga terlihat tidak bergerak. Ozil pun merasa aneh dan dia kembali mengeluarkan suaranya. Namun wanita itu lagi lagi tidak merespon dan tetap terdiam tanpa bergerak sama sekali."Dia mayat apa gimana sih?" sungut Ozil dengan suara yang sangat lirih. "Orang dipangil diam saja."


"Bang!" para hantu tiba tiba muncul di dekat wanita itu sampai Ozil terlonjak kaget.


"Ih, kalian, ngagetin aja," sungut Ozil kesal.


"Sorry, Bang. Cepet, tolongin wanita ini, Bang. Bawa dia masuk," ucap Cempaka.


"Hah! Kalian bawa mayat kemari? Gila!" pekik Ozil.


"Bukan mayat, Bang. Dia cuma pingsan. Seperttinya dia kena bius," ucap Melati.


"Astaga!" tanpa pikir panjang, Ozil langsung membuka gerbang dan menggotong tubuh wanita itu ke dalam kamarnya. "Gimana ceritanya kalian bisa bawa tubuh wanita ini kemari?" tanya Ozil begitu dia merebahka tubuh wanita yang sedan tidak sadarkan diri.


"Gini, Bang ..." kelima hantu lantas menceritakan kronologi kejadian yang mereka lewati hari ini. Bahkan masalah Amel pun mereka ceritakan. "Daripada kita bingung, kita bawa kesini dong, Bang. Kalau disini, dia pasti akan aman."


"Loh, nanti kalau dia nganggap aku penculiknya bagaimana? Nanti aku yang kena masalah. Astaga! Kalian ini," sungut Ozil dengan wajah yang cukup frustasi.

__ADS_1


"Nggak bakalan, Bang. Bang Ozil ikuti aja perkataanku," ucap Cempaka, lalu dia mengatakan apa yang harus Ozil lakukan jika wanita itu sadar.


"Yakin, itu akan aman?" tanya Ozil lagi memastikan meski dalam hatinya, Ozil takut dan juga ragu.


"Pasti, Bang. Kalau ada apa apa, biar kami yang tanggung jawab," ucap Mawar.


"Bagaimana kalian bisa tanggung jawab? Kalian kan hantu?" sungut Ozil lagi sambil berdiri lalu dia keluar dari kamar menuju kamar mandi. Sedangkan para hantu langsung terkikik bersamaan.


Hingga pukul delapan malam, saat Ozil sudah melakukan segala hal seperti mandi, makan, terlihat tubuh wanita itu bergerak. Ozil yang kebetulan masih berada di dalam kamar seketika mengeluarkan suaranya. "Kamu sudah bangun?"


Mendengar suara Ozil, wanita itu langsung terperanjat dan bangkit dari tidurnya. Begitu melihat Ozil wanita itu langsung bergerak menuju pojokan dengan wajah yang sangat ketakutan. "Siapa Kamu?" wanita itu bertanya dengan suara yang bergetar.


Wanita itu menatap tajam Ozil. Sepertinya wanita itu menyadari sesuatu setelah memperhatikan wajah Ozil dengan seksama dan juga mendengar ucapannya. Wanita itu lantas mengingat apa yang telah terjadi kepadanya dan tiba tiba dia memegangi kepalanya.


"Apa kamu ingat sesuatu?" tanya Ozil begitu melihat sikap dan reaski si wanita yang memegangi kepalanya.


"Kepalaku sakit. Aku tak ingat apapun," rintih wanita itu, dan ucapannya sukses membuat Ozil tercengang.


"Yakin? Kamu tidak ingat apa apa?" tanya Ozil buat memastikan.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak ingat apa apa! Kepalaku sakit," wanita itu semakin merintih dan membuat Ozil bingung harus berbuat apa. Mau tidak mau Ozil pun mendeka secara perlahan.


"Ya sudah, kamu istirahat saja. Jangan dipaksa untuk mengingatnya," ucap Ozil lembut. Wanita itu masih menunduk dengan memegangi kepalanya. Ozil tidak tega melihatnya, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa untuk saat ini. Namun diluar dugaan, wanita itu tiba tiba memeluk tubuh Ozil dengan erat sampai Ozil gelagapan hingga nyaris terjungkal.


"Tolong aku, aku tidak tahu siapa mereka. Mereka menculikku," rintih wanita itu dan Ozil tahu wanita tersebut sedang menangis. sepertinya wanita itu tahu kalau Ozil bukan orang yang telah menculiknya.


"Kamu istirahat lagi ya? Kamu aman disini. Nanti kita cari tahu bareng bareng siapa mereka," ucap Ozil lembut tapi tanganya tak bergerak satupun. Wanita itu terus menangis sembari merintih meminta tolong kepada Ozil.


Sementara itu di tempat lain.


"Apa! Target Menghilang! dasar tidak berguna!" pria itu dengan kencang, melempar ponsel yang dia gunakan untuk menerima telfon. Amarahnya nampak berkobar dimatanya. Pria itu malangkah menuju ke suatu ruangan.


"Bagaimana, Bos? Apa benar, target terakhir kita hilang?" tanya seseorang yang mungkin anak buah dari orang yang sedang diliputi dengan amarah.


"Benar, target terakhir kita hilang," ucap pria bertubuh kekar dengan mata penuh amarah.


"Terus kita harus bagaimana, Bos?"


"Pastikan mereka tetap aman dan tetap hidup sebelum malam pemujaan datang. Kita harus secepatnya menemukan wanita target terakhir kita!" titah pria itu sambiil menunjuk lima tubuh wanita cantik yang tidak bergerak dalam satu ruangan.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2