HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Semua Sudah Direncanakan


__ADS_3

Seperti seorang casanova, itulah yang terjadi dengan Ozil saat ini. Menjalani liburan tak terduga dengan lima wanita cantik dan menikmati segala bentuk kecantikan yang dimiliki para wanita dengan status istri orang, benar benar anugerah yang luar biasa untuk pemuda yang usianya sudah lebih dari dua puluh empat tahun tersebut.


Jika dibilang jahat, bisa saja Ozil disebut pria yang paling jahat. Di saat tanggal pernikahannya sudah ditentukan, pria itu malah terjebak dengan lima wanita cantik dan Ozil tidak bisa mencegahnya. Apa lagi sebagai pria normal dan juga keadaan yang begitu mendukung, Ozil tidak berdaya untuk menolak keinginan lima wanita cantik yang memasrahkan dirinya sendiri untuk Ozil nikmati.


Namun Ozil juga tidak sepenuhnya salah, Ozil tidak pernah menggoda agar bisa menikmati para wanita yang sudah berstatus istri orang tersebut. Tapi yang ada kelima wanita itulah yang mendekati Ozil dengan segala kejutan yang telah mereka rancang jauh jauh hari sebelumnya. Dengan dalih sebagai ucapan terima kasih karena Ozil telah menyelamatkan nyawa lima wanita cantik itu.


Tanpa terasa lima malam sudah Ozil berada di tempat asing bersama lima cantik itu. Lima malam juga Ozil selalu diperlakukan dengan manja oleh kelima wanita cantik yang pernah menjadi hantu. Belum lagi pemandangannya, selain pemandangan alam yang indah, mata Ozil juga selalu disuguhi pemandangan indah tubuh dari lima wanita yang bersamanya.


Di pagi harinya.


"Ternyata Bang Ozil hebat juga ya permainan ranjangnya? Aku sampai kewalahan semalam," celetuk Lili, saat dia dan Ozil sedang menikmati sarapan bersama dengan yang lainnya. "Nggak sia sia aku nyulik Abang sampa kesini."


"Benar," Cempaka menimpali. "Hebatnya, lima malam berturut turut Bang Ozil melakukan penyodokan. Lututnya sakit nggak, Bang? Tiap malam nusuk lubang nikmat kami secara bergilir?"

__ADS_1


Ozil menggeleng disertai senyuman. "Itu semua kan berkat jamu yang kalian bawa. Terus kalian selalu berpakaian baju renang yang menggoda kayak gini. Kalian memang sengaja membawa banyak baju renang apa? Kok selama kita bersama, kalian nggak pernah pakai baju yang lebih rapat? Yang kalian tutup cuma pucuk bukit kembar sama lubang kalian doang."


"Hehehe ..." kelima wanita malah terkekeh. "Ya kan kita kayak gini emang sengaja, Bang," sahut Anggrek. "Padahal kalau perlu, kita nggak perlu pakai baju sekalian, agar lebih mirip saat kita masih menjadi hantu."


Ozil kembali mengembangkan senyum tipisnya. "Tapi sayang sekali ya? Waktu kok berlalu dengan cepat banget gitu. Perasaan baru kemarin aku datang ke tempat ini?"


"Hahaha ... Abang betah disini?" tanya Mawar.


"Ya betahlah," jawab Ozil antusias. "Bisa santai. Nggak ngeluarin duit, dan melewati waktu bersama kalian tiap hari, mana ada cowok yang nggak betah coba."


Keempat wanita yang lainnya, setuju dengan apa yang Melati katakan. Satu persatu dari mereka juga mengungkapkan rasa bahagia versi mereka setelah melewati hari hari bersama Ozil sebagai manusia. dan mereka juga berharap, tidak ada perselingkuhan diantara mereka, setelah nanti mereka berpisah dan menjalani kehidupan bersama pasangan masing masing.


"Tapi Abang nggak kecewa kan? Karena nggak menikmati kami saat kami masih bersegel?" celetuk Anggrek.

__ADS_1


"Nggak lah," jawab Ozil. "Dikasih kesempatan untuk bisa menikmati lubang kalian aja, aku udah senang banget. Tapi kok lubang kalian kayak masih sempit sempit banget sih? Selain aku dan suami kalian, apa ada laki laki lain yang memasukinya?


"Kalau aku sih nggak ada, Bang," ucap Cempaka. "Cuma suami yang memasukinya. Lagian aku juga ikut senam perawawatan tubuh dan juga perawatan lubang nikmat juga, agar terus kencang, Bang."


"Ya sama, aku juga," Mawar ikut bersuara. "Aku kan sebenarnya wanita baik baik, Bang. Cuma ya demi nyenenengin Abang aja nih, aku jadi wanita yang nggak baik. Hahaha ..."


"Hahaha ... bisa aja kamu kalau ngomong," sahut Lili diringi suara tawa yang kembali pecah. Begitu juga semua orang yang duduk di sana. "Tapi bener juga sih, aku menjadi wanita nakal hanya ke Bang Ozil doang."


Ozil masih tertawa kecil. "Kalian bisa aja kalau ngomong. Tapi ya makasih loh atas kejutannya. Kalian benar benar wanita luar biasa."


kelima wanita itu kembali tersenyum lebar. "Bang, lima hari ini kan Abang bermain ranjangnya tiap malam bergiliran? Abang, nggak pengin gitu main satu lawan lima sekaligus?" celetuk Melati.


"Iya, Bang, Abang nggak pengin nyoba main sama kami berlima diwaktu bersamaan?" Anggrek ikut melempar pertanyaan yang sama. "Kalau Abang mau, kita juga mau kok? Gimana kalau lusa kita main bareng, Bang? Sebelum kita beripisah, Abang main satu lawan lima?"

__ADS_1


Keempat wanita itu langsung berkata setuju, dan Ozil hanya terperangah mendengarnya.


__ADS_2