
Setelah berbicara dengan hantu wanita yang ada di kamarnya, untuk sementara Ozil terdiam. Ada rasa kasihan dalam benak Ozil dengan apa yang menimpa hantu wanita itu. Dia tidak menyangka Dokter Sakurata akan melibatkan orang lain yang sama sekali tidak tahu apa apa, untuk dijadikan senjata.
Jika dulu yang menimpa Seruni dan wanita lainnya adalah murni karena tujuan pribadi, tapi sekarang yang terjadi pada hantu wanita itu, dia benar benar dijadikan alat pelampiasan dendam atas apa yang menimpa dokter Sakurata, akibat dari perbuatan Ozil yang menggagalkan semua rencananya. Hal itu yang membuat Ozil sangat tidak menyangka dan merasa bersalah kepada hantu wanita itu.
Bisa dibayangkan, hantu wanita itu pasti sangat kebingungan dan penuh rasa penasaran. Bahkan dia sampai mau mencari nama Ozil hanya melalui obrolan yang dia dengar. Tapi Ozil mengakui hantu wanita itu lumayan cerdas. terbukti, dia langsung mencari nama Ozil saat mendengar namanya disebut oleh orang yang menculiknya.
"Sebelum kamu pergi ke tempatku ini, apa kamu melhat kondisi tubuh kamu bagaimana?" tanya Ozil pada hantu wanita yang tadi sempat terdiam karena rasa syok. "Apa ada alat khusus yang digunakan di tubuh kamu?" Ozil berusaha menggali informasi. Semoga saja yang terjadi pada wanita itu sama seperti korban terdahulu, jadi wanita itu ada kesempatan untuk hidup kembali.
Namun diluar dugaan, hantu wanita itu malah menggeleng. "Aku tidak melihat apapun. Aku hanya melihat tubuhku tergeletak begitu saja di atas ranjang kayu yang dialasi tikar." Jawaban yang keluar dari mulut sang hantu tentu saja membuat Ozil semakin diserang rasa terkejut.
"Kamu yakin?" tanya Ozil untuk memastikan apa baru saja dia dengar. Lagi lagi hantu wanita mengangguk. Ozil benar benar terperangah dengan perasaan yang campur aduk. Marah, tentu saja, pemuda itu sangat marah, karena perbuatan Sakurata sudah sangat melampui batas. Bisa saja hantu wanita beneran sudah meninggal saat ini. Rasa bersalah pun langsung menyeruak dalam benak pemuda itu. "Maafkan aku."
Hantu wanita tercengang mendengar Ozil mengucapkan kata maaf. Kening hantu itu bahkan sampai berkerut dengan mata menatap lekat kepada pemuda yang juga sedang menatapnya. "Maaf untuk apa?" tanyanya penasaran.
__ADS_1
Ozil menghela nafasnya cukup panjang. Bukannya menjawab, Ozil malah memilih berbaring dengan posisi memunggungi hantu wanita itu. Jelas sekali kalau Ozil tidak tega mengatakan apa yang terjadi sebenarnya, hingga nasib buruk menimpa pada hantu wanita itu. Untuk saat ini Ozil benar benar belum memikirkan cara untuk melawan dokter buron tersebut.
"Kamu nggak apa apa?" hantu wanita itu kembali mengeluarkan pertanyaan yang membuat hati Ozil cukup bergetar. Hantu wanita benar benar nampak begitu polos, membuat Ozil semakin merasa bersalah.
"Aku nggak apa apa, aku hanya merasa lelah," jawab Ozil dusta.
"Ya udah kalau kamu mau tidur, aku permisi dulu."
"Mau kemana?" Ozil tentu saja kaget mendengar hantu wanita itu pamit. Dia bahkan sampai menolehkan kepalanya begitu mendengar kata pamit yang terucap dari mulut si hantu.
"Apa kamu tahu dimana tempat tinggal orang yang kamu ikuti untuk mengawasiku?" tanya Ozil sambil merubah posisi tidurnya menjadi menghadap si hantu.
"Dia menginap di sebuah rumah, sepertinya itu tempat, dekat taman kota. Nggak jauh dari sini sih, kenapa?"
__ADS_1
"Mending kamu ikutin mereka dulu, kemanapun mereka pergi. Kamu kan sudah tahu tempatku ada di mana. Nanti kamu bisa memberi laporan, apapun yang informasi yang kamu dapatkan," ucap Ozil. Entah kenapa tiba tiba saja terlintas hal seperti itu dalam pikirannya.
"Maksud kamu, aku disuruh jadi mata mata gitu?" tanya si hantu dengan polosnya.
"Ya seperti itu. Bukankah kamu mendengar sendiri kalau kamu diperlakukan tidak wajar oleh empat orang itu dan menyebut namaku?"
"Iya sih," balas hantu wanita. "Emang kamu sama mereka ada hubungan apa sih? Kok sampai mereka menggunakanku sebagai alat umpan? Apa kalian musuhan?"
Ozil tersenyum kecut. "Nanti saja aku kasih tahu ke kamu, sekarang kamu ikuti aja perintahku ya?" hantu wanita itu tidak melempar pertanyaan kembali dan dia pamit pergi untuk melaksanakan apa yang Ozil perintahkan tadi. Ozil sendiri langsung berpikir mencari jalan, sembari memikirkan nasib hantu wanita itu saat ini.
Sementara itu orang yang bermasalah dengan Ozil, kini sedang bercengkrama dengan salah satu orang yang kini menjadi anak buahnya yang baru saja datang di tempat persembunyian mereka. "Bagaimana?" tanya pria yang menjadi buron itu.
"Masih dalam pantauan, sepertinya dia belum berindak," jawab sang anak buah.
__ADS_1
Sang buronan nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. "Sepertinya kita harus lebih gencar menerornya."
...@@@@@...