HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Menolong Orang Lain


__ADS_3

"Hahaha ..." tawa kelima hantu pecah saat melihat satu wanita benar benar digilir oleh tiga pria berbadan kekar. Mereka memutuskan pergi dari rumah itu di saat permainan satu lawan tiga belum selesai.


"Kalau dilihat lihat, kasihan juga ya, si Amel, harga dirinya pasti hancur banget tuh," ucap Anggrek, di sela sela langkah mereka menuju ke suatu tempat.


"Yah, kalau nggak ingat perbuatannya sih emang kasihan, tapi bayangkan saja kalau dia sampai godain ayahnya Melati? Lebih kasihan mana coba nantinya?" ucap Cempaka. "Terus, Mel, apa yang akan kamu lakukan sama Jonas?"


"Iya, ya. Harusnya tadi Jonas lihat tuh. Pasti dia nyesal banget karena sudah selingkuh dengan Amel," cetus Mawar.


"Gampang. Nanti kalau aku ada kesempatan. Aku akan bikin perhitungan dengan Jonas," ucap Melati dengan santainya.


"Baguslah. Aku akan siap bantu, kok, Mel," Lili ikut bersuara, dan diteruskan oleh hantu yang lainnya. Kelima hantu itu sendiri kembali heboh. Mereka sangat mengagumi tubuh para tukang kuli bangunan yang menurut mereka sangat seksi. Hingga mereka sampai di satu tempat untuk membuat kejutan kepada pria yang saat ini masih tertidur lelap.


Namun saat kelima hantu sampai di tempat tujuan, mata mereka dikejutkan dengan suatu gerak gerik yang mencurigakan dalam jalan yang terlihat sepi. Di tambah hari saat ini menjelang gelap, membuat kelima hantu itu merasa curiga dengan gerak gerik yang mereka lihat saat ini.


"Heh! Lihat deh itu sebelah sana!" seru Mawar yang pertama kali memilhat gerak gerik yang mencurigakan. "Apa yang dilakukan orang itu?" hantu yang lainnya langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah yang sama dengan Mawar.


"Sepertinya wanita dalam gendongan orang itu sedang tidak sadarkan diri apa ya?" ucap Melati.

__ADS_1


"Sepertinya iya," sahut Lili. "Bagaimana kalau kita ke sana? Kita selidiki?"


Tanpa berpikir terlalu lama, hantu yang lain langsung saja setuju, dan mereka bergegas mengikuti seorang pria yang sedang menggendong tubuh wanita dipundaknya. Beberapa lama setelah mereka mengikuti, terlihat, pria itu memasuki sebuah rumah sederhana, lalu membaringkan tubuh wanita itu di atas ranjang. Tangan pria itu bergerak mengusap lembut wanita yang terpejam.


"Sekarang, tidak akan ada lagi orang yang menghalangi kita, Sayang. Setelah kamu kuserahkan kepada bosku, baru, kita akan menikah.. Biarkan mereka mencarimu sampai keujung dunia, dan kita akan hidup di tempat yang hanya ada kamu dan aku. hehehe ..." pria itu terkekeh sendiri. Lalu dia merogoh sakunya dan keluarlah ponsel dari dalam sana. Pira itu langsung beranjak keluar dari kamar untuk menghubungi seseorang. Tentu saja sebagian dari hantu yang ada di sana mengikuti orang tersebut.


"Cantik," ucap Lili. "Apa dia korban penculikan?"


"Sepertinya, tapi wajahnya kayak tidak asing. Aku kayak pernah lihat gitu. Tapi dimana ya?" ucap Mawar.


"Kalau memang dia korban penculikan, sepertinya kita harus menolong dia," ucap Cempaka. Baru saja Cempaka mengakhiri ucapannya, Melati dan Anggrek yang mengikuti pria itu langsung masuk dengan wajah panik.


"Apa!" pekik ketiga hantu yang lain. "Wahh! sepertinya benar kata Cempaka, kita harus menolongnya," seru Mawar.


"Gimana caranya?" tanya Anggrek.


"Kalian ikuti saja arahanku," ucap Cempaka penuh dengan keyakinan.

__ADS_1


Setelah selesai menelfon dan menghabiskan batang rokoknya, pria itu masuk ke dalam kamar dimana, wanita yang dia culik terbaring. Namun saat pintu terbuka, mata pria itu membelalak. "Sayang, kamu sudah bangun?" ucap pria itu dengan senyum yang terkembang. pria itu bergegas mendekatinya. Namun lagi lagi dia dibuat terkejut. "Mata kamu masih terpejam?"


Pria itu sontak panik, dan rasa paniknya semakin bertambah besar. Bahkan sampi pria itu terduduk, saat tubuh wanita itu bergerak, mengangkat kedua tangan. Dengan gerakan seperti seorang penyihir, wanita itu menerbangkan benda benda yang ada di kamar sampai si pria langsung ternganga dan wajahnya memucat. A~apa yang terjadi?" pria itu sampai tergagap.


Mata penculik semakin melebar saat melihat benda benda yang berterbangan seperti hendak mengarah ke tubuhnya. Dengan segala rasa takut dan terkejutnya, pria itu berusaha bangkit, hendak menuju keluar kamar. Namun sayang, pintu seketika langsung tertutup kencang sampai si pria berteriak sangat keras.


"TIDAK!"


Brak!


Brak!


Brak!


Dan pria itu pun pingsan.


Sementara itu beberapa puluh menit berlalu dan saat hari sudah gelap, Ozil terlihat baru saja bangun dari tidurnya. Begitu mata terbuka, pria muda itu cukup terkejut saat matanya melihat jam di ponsel, sudah menunjukkan pukul tujuh malam kurang sedikit. Ozil pun bergegas bangun dan beranjak untuk mandi. Sebelum ke kamar mandi, Ozil menyempatka diri dulu memeriksa keadaan tempat kerjanya.

__ADS_1


"Dia siapa? Apa tukang pijat lagi?" gumam Ozil saat melihat seorang wanita berdiri di depan gerbang.


...@@@@@...


__ADS_2