HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Apa Kita Ada Hubungan?


__ADS_3

Ozil terperangah begitu mendengar cerita dari hantu wanita yang saat ini bersamanya. Matanya bahkan hampir tak berkedip, menatap hantu wanita yang sedang menunjukan rasa khawatir di wajahnya. Ozil semakin merasa tidak enak hati dan juga merasa bersalah karena wanita itu harus menjadi korbankan atas dendam yang bersarang dalam benak Sakurata.


"Aku tuh sebenarnya merasa aneh loh, Mas," ucap hantu wanita itu dengan mata sesekali menerawang ke arah lain. "Bukankah aku sudah menjadi hantu, berarti aku udah mati. Kenapa mereka berniat melenyapkanku? Dan aku juga merasa heran, kenapa pria bernama Sakurata itu menggunakan aku untuk menguji kamu. Apa saat aku masih hidup, kita ada hubungan spesial, Mas?"


Deg!


Ozil kembali terperangah. Melihat wajah hantu wanita yang menunjukan kebingungannya, membuat Ozil mengerti kalau hantu wanita itu memang tidak tahu tujuan dokter sakurata. Jujur, mendengar pertanyaan seperti itu, Ozil juga bingung mau menjelaskan dengan cara seperti apa. Ozil berpikir keras mencari jawaban yang setidaknya bisa membuat hantu wanita itu tidak merasa kecewa.


"Aku boleh tahu nggak? Kemarin saat kamu menemuiku pertama kali, apa saja yang kamu dengar dari obrolan yang terjadi antara para penjahat dengan Sakurata itu?" akhirnya Ozil memilih cara lain untuk mencari informasi yang bisa mengalihkan pikiran hantu wanita dari pertanyaaan tentang hubungan keduanya.


Kening wanita itu berkerut dan dia nampak berpikir sambil mendongakan sedikit kepalanya. "Aku cuma mendengar nama kamu disebut oleh Sakurata. Dari sana aku berpikir kalau mungkin aku ada hubungannya dengan kamu. Terus dia memerintahkan dua orang untuk datang ke daerah ini. Salah satunya bahkan kemarin pagi naruh sesuatu di pintu gerbang."


Ozil mengangguk saat mendengar kata diakhir kalimat, hantu wanita itu menatap ke arahnya. "Apa cuma itu yang kamu tahu? Tidak ada pembicaraan lainnya?" tanya Ozil.

__ADS_1


Hantu wanita itu menggeleng. "Tidak. Tadi aku mendengar kalau dua orang itu tidak terima aku akan dilenyapkan oleh pria yang bernama Sakurata itu."


"Apa!" pekik Ozil dengan suara yang cukup kencang. "Maksudnya gimana itu? Kamu mau dilenyapkan oleh Sakurata tapi anak buahnya tidak mau apa gimana?"


"Kemungkinan sih seperti itu," jawab hantu wanita dengan wajah terlihat polos. "Kan gini, orang yang menculik dan membuat aku jadi hantu itu ada tiga orang, dua diantaranya itu diminta mengawasi kamu oleh pria bernama Sakurata. Nah yang dua itu tadi telfonan dengan Sakurata, katanya Sakurata akan melenyapkanku jika kamu tidak terpancing dan akan mencari korban lain untuk memancing kamu. Tapi dua penculik itu kayak nggak terima gitu."


"Nggak terimanya itu bagaimana?" Ozil kembali pertanya. Dia sungguh penasaran dengan informasi yang dibawa oleh hantu wanita itu. Biar bagaimanapun, informasi sekecil apapun saat ini sangat penting bagi Ozil.


"Astaga!" Ozil kembali terperangah. Sungguh informasi yang tidak terduga dan ini merupakan salah satu informasi yang sangat penting bagi Ozil. Seketika Ozil langsung berpikir keras. Ozil harus secepatnya menolong hantu wanita itu sebelum hal buruk benar benar terjadi.


"Tapi sepertinya mereka itu akan melawan Sakurata deh, Mas," hantu itu kembali bersuara, dan tentunya apa yang dikatakan si hantu membuat Ozil kembali terkejutnya.


"Maksudnya bagaimana? Mereka akan menyerang balik Sakurata atau gimana?"

__ADS_1


"Sepertinya sih begitu, bagi mereka kan yang penting mendapat uang banyak. Makanya mereka sepertinya akan berkhianat pada Sakurata, tapi juga mereka akan menggunakan jasadku untuk memerasmu, Mas."


"Hah! Kamu serius?"


Hantu wanita itu dengan cepat mengangguk. "Maka itu kan tadi aku tanya, kita itu ada hubungan apa gitu? Apa kita sepasang kekasih? Atau kita suami istri, sampai mereka menculikku untuk memancing kemunculan kamu?"


Ozil tercengang mendengarnya. Maksud hati mengalihkan pembicaraan agar wanita itu tidak menanyakan tentang hubungan yang ada antara Ozil dengan hantu wanita, tapi malah dari obrolan yang terjadi diantara mereka, membawa wanita itu kembali menanyakan hal yang sama.


"Apa kamu tidak mendengar informasi lain, selaian menyebut namaku? Mungkin saja mereka menyebut nama orang lain gitu?" tanya Ozil, berharap ada nama keluarga atau siapapun yang hantu itu dengar dari pembicaaraan yang terjadi antara penculik.


Namun sayang, wanita itu kembali menunjukan gelengan kepala. "Tidak, Mas. Hanya nama Ozil yang mereka sebutkan. Makanya kan aku langsung mencari tahu siapa itu Ozil. Pas penculik itu menaruh sesuatu di gerbang dan kamu yang mengambilnya, baru aku tahu kalau Ozil itu kamu. Apa saat aku masih hidup, kita itu memang ada hubungan spesial?"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2