
"Akhh~"racauan kenikmatan keluar dari mulut seorang wanita, saat lubang nikmat miliknya dimasuki oleh benda menegang milik pria yang sedang duduk di atas sofa. Rintihan kenikmatan itu berbaur dengan musik disco yang begitu keras, sebagai penghangat suasana agar pesta yang mereka lakukan lebih meriah.
Sebuah pesta tak biasa yang hanya dihadiri oleh lima wanita dan satu pria saja. Itu adalah pesta yang telah direncanakan oleh mereka sendiri sejak dua hari yang lalu. Sebuah pesta tanpa busana, sebagai tanda kalau malam ini adalah malam terakhir kebersamaan mereka, setelah beberapa hari mereka lalui di sebuah villa.
Karena desakan dan rengekan kelima wanita cantik yang menginginkan bermain satu lawan lima, akhirnya Ozil setuju untuk melakukannya dan dia tidak berdaya menolak permintaan kelimanya. Setelah lima hari berturut turut, Ozil menggilir satu persatu kelima wanita tersebut dan istirahat selama dua malam tanpa berhubungan badan, Sekarang Ozil kembali beraksi dengan bermain bersama kelima wanita sekaligus.
Dari raut wajah yang terpancar, tentunya Ozil sangat bahagia dan sangat menikmati pesta yang dulu pernah dia bayangkan saat masih menjadi pria muda yang polos dengan segala keterbatasan yang Ozil miliki. Saat memasuki masa puber, sudah pasti Ozil pernah memikirkan bermain dengan banyak wanita dalam satu waktu. Setiap Ozil menonton video dewasa, pikiran laki laki itu pasti akan berkelana dan membayangkan kalau dialah aktor dalam video tersebut.
Kini, apa yang dulu Ozil bayangkan, sungguh menjadi kenyataan. Bahkan Ozil tidak menyangka kelima wanita yang main bersama dirinya begitu cantik. Benar benar keberuntungan yang tidak terduga. Meski sedikit kewalahan karena ada lima lubang, tapi Ozil terlihat sangat menikmati pesta sesat tersebut.
"Abang bahagia?"
"Bahagia banget lah, makasih ya, kalian sangat luar biasa," ucap Ozil begitu pesta selesai dengan tubuh polos yang terbaring di atas ranjang dan dikelilingi lima wanita cantik yang menempel kepadanya.
Hingga akhirnya waktu berpisah pun tiba. Mau tidak mau, mereka harus mengakhiri pertemuan mereka dan kembali menjalani kehidupan masing masing. Meskipun ada rasa sedih karena harus berpisah, tapi mereka juga bahagia, karena bisa menghabiskan waktu bersama, seperti dahulu saat kelima wanita masih menjadi hantu.
__ADS_1
Setelah pulang dari liburan mendadaknya, Ozil kembali ke rutinitas seperti biasa. Sekarang Ozil tingal fokus ke satu wanita yang akan menjadi teman hidupnya dan akan menyimpan rapat, kenangan indah yang dia lalui bersama lima wanita cantik dan kaya raya serta wanita wanita lain yang pernah tidur dengannya.
Tanpa terasa dengan berjalannya waktu yang begitu cepat, hari pernikahan Ozil dan Nirmala pun tiba. Meski keluarga Nirmala tidak ada yang hadir satu orang pun, tidak menghentikan diri Ozil untuk menikahi gadis bernasib malang tersebut. Bahkan Ozil berjanji pada diri sendiri, akan selalu membahagiakan wanita itu.
Acara pernkahan Ozil yang dilaksanakan di kampungnya, berlangsung dengan sangat meriah. Yang membuat Ozil dan Nirmala bahagia selain acara pernikahan mereka, semua biaya acara pernikahan tersebut ditanggung oleh keluarga dari para wanita yang telah Ozil tolong. Sepasang pengantin baru hanya mengeluarkan sedikit uang untuk keperluan yang tidak terduga saja.
Semua orang yang mengenal Ozil, juga turut hadir dalam acara pesta pernikahannya. Bahkan, beberapa wartawan juga hadir di sana serta para orang kaya yang ikut menjadi saksi hari bahagia tersebut. Ozil juga menghibur warga di kampungnya dengan menyuguhkan acara dangdut selama tiga malam berturut turut. Grup dangdut yang hadir bergantian dan itu semua juga dibiayai oleh orang lain, bukan Ozil sendiri yang mendatangkannya.
"Mas, bisa keluar kamar dulu nggak?" pinta Nirmala, di satu malam setelah acara pesta pernikahan mereka berakhir.
"Keluar kamar? Mau ngapain?" tanya Ozil yang saat itu sedang duduk santai di atas ranjang pengantinnya.
Ozil yang matanya sedang fokus ke layar ponsel, sontak mendongak dan menatap yang telah sah menjadi istrinya, yang saat ini duduk di kursi dekat meja rias. "Emang apa hubungannya ganti baju dengan aku keluar?" tanya Ozil dengan memasang wajah pura pura tidak tahu.
Nirmala langsung mendengus. "Nggak usah pura pura gitu deh," sungutnya. "Mas, keluar dulu" rengek wanita itu lagi.
__ADS_1
Ozil langsung cengengesan. "Kamu malu?" terka Ozil. "Orang udah sah juga, ngapain malu sih? nanti kita juga bakalan sering tidur nggak pakai baju."
"Enak aja. Yang ada nanti sering masuk angin," sungut Nirmala. "Tolonglah, Mas, keluar sebentar."
Ozil malah tertawa liirh. Dia pun perlahan turun dari ranjangnya. Awalnya Nirmala merasa senang, melihat Ozil turun dari ranjang. Namun diluar dugaan, Ozil malah mendekat ke tempat Nirmala berada dan mengangkat tubuh wanita itu. "Mas Ozil!" pekiknya.
"Kenapa, Sayang?" tanya Ozil santai sembari berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuh istrinya. "Ini malam pertama kita loh, Sayang. Apa kamu mau melewatkannya begitu saja? Kalau aku sih enggak mau."
"Apa Mas nggak capek?" Nirmala malah melempar pertanyaan untuk mentutupi rasa gugupnya begitu mendengar kata malam pertama keluar dari mulut Ozil.
"Enggak dong, masa malam pertama capek sih," jawab Ozil sembari tangannya mulai bergerilya.
"Tapi, Mas ..." Nirmala semakin gugup gugup.
"Nggak ada tapi tapian, Sayang," bantah Ozil. "Kita harus melakukannya malam ini, agar kamu nggak perlu canggung dan malu lagi, melepas baju di depan mataku, malam ini lebih baik kita saling membuka baju bersama sama, Oke?" Nurmala hanya bisa mengangguk pelan. "Ya udah, aku buka baju kamu ya, Sayang?"
__ADS_1
Dan malam pertama Ozil berjalan dengan sempurna. Malam penuh rasa bahagia, dari pria yang masih diberi keistimewaan, bisa melihat makhluk tak kasat mata.
》》》》》》 T A M A T 《《《《《《