
"Angkat tangan kalian!" sebuah teriakan yang cukup kencang tiba tiba menggema dalam sebuah ruangan. Empat orang yang berada di dalam ruangan tersebut seketika terperanjat begitu mendengar suara lantang tersebut. Mereka serentak langsung mengarahkan pandangan matanya ke arah sumber suara dan betapa kagetnya mereka saat mengetahui pemilik suara yang telah membuat mereka semua terkejut.
Tiga orang yang sedang duduk mengitari sebuah meja dan satu orang yang duduk di lantai sangat tidak menduga dengan kedatangan empat pria di tempat persembunyian mereka. Baru saja mereka membahas tiga pria demi sebuah imbalan, tapi tiga pria yang mereka bicarakan saat ini sudah ada di sana bersama seorang pria yang bisa melihat hantu. Tiga pria itu serentak menodongkan senjata api, dan tentu saja membuat tiga penjahat itu tak bisa berkutlik.
"Kalian siapa?" tanya salah satu penjahat dengan suara tergagap. Raut wajah yang tadi kelihatan sangar dan penuh kebahagiaan, seketika menjadi sedikut pucat dengan segala rasa panik yang benderanya. Dia dan dua rekannya benar benar tidak menyangka akan mendapat serangan seperti ini.
"Ozil, William, amankan mereka semua!" titah salah satu pria yang terus mengacungkan senjata api ke arah tiga penjahat yangs sudah tidak bisa berkutik. Tentu saja tiga penjahat itu saat ini langsung berpikir keras untuk memberi perlawanan. Bahkan mereka saling lirik, seakan sedang berunding lewat tatapan mata mereka.
Benar juga, di saat dua pria yang disebut namanya, yaitu Ozil dan Willam mendekat, tiga pria itu mencoba memberi perlawanan. Salah satu dari tiga penjahat itu langsung beraksi dengan gerakan yang tak terduga, dia menyandera Ozil yang memang tidak memegang senjata. Apa lagi mereka masih memeegang senjata tajam yang tadi sempat mereka gunakan untuk menodong pria yang saat ini sedang terikat.
__ADS_1
"Buang senjata kalian atau aku habisi dia!" hardik seorang penjahat yang berhasil menyandra Ozil. "Buang senjata kalian, cepat!" bentaknya.
Ketiga pria yang tidak lain adalah William, Leo dan Marsel, begitu terkejut dengan kejadian tak terduga itu. Mereka sontak saling pandang dan nampak mereka diam diam berunding melalui kontak mata. Setelah itu ketiga pria itu memandang lurus ke arah Ozil yang justru terlihat tenang. Ozil sungguh tidak menunjukan rasa takut sama sekali meski dia dibekap tangan kiri penjahat dan sebelah kanannya ada senjata tajam yang sudah ditodongkan ke arah lehernya.
"Cepat buang senjata kalian!" penjahat yang lain ikut memberi peringatan dengan mengangkat senjata mereka juga. Bahkan dua penjahat yang lain kini berdiri tepat di belakang rekan mereka yang menyandera Ozil.
Sedangkan Sakurata yang sedari terdiam, juga dibuat terkejut dengan apa yang terjadi di depan matanya. Tentu saja dia sangat tidak menyangka dengan kedatangan empat pria yang sedang mengincar dirinya. Saat ini banyak pertanyaan dalam benak dokter Sakurata, salah satunya adalah, darimana mereka tahu tempat keberadaan dirinya dan tiga penjahat.
Maka itu, sekarang Ozil dan tiga pria berada di tempat yang sama dengan Sakurata berkat bantuan sang hantu yang saat ini juga menyaksikan Ozil sedang di sandra. Hantu wanita itu begitu panik kala menyaksikan pemuda yang bisa melihat wujudnya sebagai hantu sedang dalam bahaya.
__ADS_1
"Aku harus bisa menolong, Ozil. Dia satu satunya orang yang bisa melihatku. Aku harus bisa menolongnya," gumamnya dengan segala rasa panik yang menyerangnya. Apa lagi saat dia melihat tiga pria yang datang bersama Ozil masih memegang senjata dan salah satu penjahat terus mendekatkan senjata tajamnya ke arah leher Ozil, membuat sang hantu semakin dilanda ketakutan.
Karena rasa panik yang berlebihan, hantu wanita itu menatap tajam ke arah penjahat yang menodongkan senjata. Dengan tatapan tajam dan terlihat fokus, seakan akan ada yang mendorong dalam benaknya, hantu wanita itu mengangkat kedua tangan dan tanpa diduga, hantu wanita bisa mengendalikan tangan penjahat yang menodongkan senjata ke arah Ozil.
"Apa yang terjadi!" pekik penjahat itu saat tangan yang memegang senjata tiba tiba seperti ada yang menariknya dengan tenaga yang sangat kuat agar menjauh dari leher Ozil. Tentu saja pemandangan tesebut langsung menjadi perhatian semua orang yang ada di sana.
"Ada apa, Cok?" tanya rekan penjahat yang juga tak kalah terkejutnya.
"Ini, tanganku ada yang menariknya dengan sangat kencang," jawabnya, dan saat itu juga, semua mata dibuat terperangah saat tangan penjahat yang memegang senjata mengarah kepada lehernya sendiri.
__ADS_1
...@@@@@...