HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Pembicaraan Serius


__ADS_3

Acara mandi bersama telah usai. Senyum Ozil terus terkembang karena pria itu jelas sekali merasa senang. Meski tadi dia harus menyemburkaan benihnya dengan tangan Seruni, tapi setidaknya, hal itu cukup meredakan jiwa liar yang sedari tadi memberontak dan bergejolak. Sungguh, Ozil tidak pernah menduga kalau apa yang pernah dia bayangkan, bakalan terjadi, meski tidak semuanya.


Sekarang keduanya bersiap diri untuk keluar bersama mencari makan. Ozil dan Seruni sepakat akan membeli makanan di sekitar taman kota yang letaknya tidak jauh dari komplek tempat tinggal mereka. Tentu saja, Seruni harus menggunakan beberapa masker saat keluar karena takut ada penjahat yang melihatnya. Biar bagaimanapun para penjahat sekarang tinggal di komplek yang sama dengan mereka.


"Disini banyak hantu nggak, Bang?" tanya Seruni begitu mereka sudah sampai di taman kota dan memilih duduk di atas rumput, dekat dengan penjual nasi goreng. Seruni sengaja merapatkan tubunya ke Ozil karena masih merasa takut jika membahas soal hantu.


Ozil pun tersenyum cukup lebar. "Ya banyaklah. Sepanjang jalan tadi juga banyak dan berbagai macam hantu dengan kondisi yang berbeda," jawabnya. "Kamu tuh aneh, orang takut aja pake tanya tanya segala."


"Namanya juga penasaran," jawab Seruni. Ozil tetap menunjukan senyum lebarnya, lalu tak lama setelahnya, pesanan mereka kini sudah datang. Tidak ada pembahasan hantu lagi diantara mereka. Yang ada hanya obrolan ringan yang sepertinya sangat tidak penting untuk dibahas. Jika ada yang melihat mereka, pasti banyak yang menyangka kalau mereka pacaran. Apa lagi sikap yang ditunjukan Seruni adalah sikap wanita yang biasa ditunjukkan kepada kekasihnya.


Puas menikmati makan malam dan juga sejenak menikmati suasana ramai di taman tersebut, keduanya lantas pulang karena waktu yang terus melaju menuju larut. Sesampainya di tempat tujuan, ternyata para hantu sudah berada di taman samping kantor Ozil.


"Para hantu ada di sini, aku mau bicara sebentar dengan mereka," ucap Ozil dengan suara lirih.


Bukannya menuruti, Seruni malah melingkarkan tangannya ke lengan Ozil. "Kamu serius mereka ada disini?" tanya Seruni dengan mata mengedar ke sembarang arah. Pastinya rasa takut langsung menyergapnya saat itu juga.


"Nggak perlu takut, mereka bukan hantu jahat," ucap Ozil mencoba menengkankan.

__ADS_1


"Yang namanya hantu ya tetap hantu. Gimana aku nggak takut."


Ozil menghembuskan nafasnya secara pelan sembari tersenyum. Dia sungguh dibuat gemas dengan tingkah wanita cantik itu. Ozil melayangkan tatapannya ke arah hantu yang juga semuanya sedang menatap ke arah Ozil dan Seruni. "Kita bicara di dalam ya? Ni anak nggak mau ditinggal. Takut katanya."


Para hantu pun mengangguk dan mereka juga tersenyum karena tingkah Seruni yang ketakutan benar benar sangat lucu. Kelima hantu pun segera menyusul Ozil yang sudah melangkah menuju kamarnya.


"Seneng ya jadi Seruni, bisa bebas nempel gitu pada tubuh Ozil," celetuk Anggrrek saat mereka masuk kamar dan duduk melingkar. "Awas aja, jika aku sudah jadi manusia kembali, giliran aku yang menguasai tubuh Ozil."


Ozil dan hantu yang lain hanya tersenyum mendengar hantu yang lagi meluapkan rasa irinya. karena terlalu takut, Seruni memang menempel terus pada Ozil. "Ada informasi apa lagi sekarang?" tanya Ozil.


"Melenyapkan seseorang, Maksudnya?" Ozil memina kejelasan.


"Ternyata dokter Sakurata saat hendak menculik Anggrek, ada satu saksi yang meliihat aksinya, Bang. Dia sahabatnya Anggek, namanya William."


"Apa!" pekik Ozil. "Kalian tahu darimana?"


Salah satu hantu sontak menceritakan tentang kejadian tadi pagi saat Sakurata berada di hotel dan bertemu William serta sikap yang ditunjukkan keduanya. "Kami semua kaget loh, Bang, mengetahui hal itu," ucap Anggrek.

__ADS_1


"Kalau William tahu hal itu, kenapa dia tidak lapor polisi atau lapor kepada keluarga Anggrek?" tanya Ozil lagi. Sementara Seruni, posisinya masih sama. Wanita itu hanya terdiam dan memperhatikan Ozil yang seperti sedang berbicara sendiri saat itu.


"Sepertinya, Wiliiam tidak memiliki bukti yang cukup, Bang. Kalaupun dia cerita ke orang tua Anggrek, belum tentu juga William akan dipercaya. Selain nggak ada bukti, keluarga Anggrek juga sangat percaya dengan dokter Sakurata. Sudah pasti kan, William akan kalah telak."


Ozil mengangguk beberapa kali. "Aku sendiri sih sebenernya ada rencana yang menurut aku itu cukup bagus untuk mengetahui keberadaan jasad kalian dengan cepat."


"Rencana? Rencana bagaimana itu, bang?" tanya Melati.


"Jadi gini, mumpung ada Seruni juga, aku ingin kita ...." Ozil dengan suara yang cukup pelan menjelaskan semua rencananya secara rinci.


"Apa itu nggak bahaya buat Seruni?" tanya Cempaka.


"Kan ada kalian. Satu satunya cara ya, seperti itu. Kita harus memakai Seruni untuk dijadikan umpan, bagaimana?"


Para hantu dan Seruni mendadak terdiam dengan pikiran mencerna semua yang Ozil katakan.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2