
Ketika Ozil dan para hantu sudah berada di dalam kamar.
"Ini kamu, kan?" tanya Ozil sembari menunjukan foto kepada salah hantu yang belum ada namanya. Foto itu adalah foto yang Ozil dapat dari pemilik panti pijat, Makanya tadi Ozil sangat terkejut saat melihat foto yang saat ini ada pada tangannya.
"Loh, kok wajahnya sama persis kayak kamu?" seru Anggrek sambil membandingkan wajah wanita yang ada pada foto dengan wajah hantu tanpa nama. Dia dan hantu yang lainnya juga terkejut, begitu melihat foto yang Ozil tunjukkan.
"Iya, ini pasti kamu," sahut Melati dengan suara yang cukup lantang. "Kamu dapat foto darimana, Bang?" tanya Melati, mewakili hantu lainnya yang juga memiliki pertanyaaan yang sama, termasuk hantu tanpa nama.
"Jadi gini ..." Ozil lantas menceritakan pertemuan yang baru saja terjadi di rumah Mas Ari. Seketika raut sedih jelas sekali terlihat pada wajah hantu tanpa nama. "Nama asli kamu Sakura. Apa kamu memiliki akun sosmed?"
Hantu tanpa nama itu mengangguk pelan. "Tapi aku lupa dengan nama akun sosial mediaku," jawabnya. "Jadi yang menimpa aku, kemungkinan besar sama seperti para hantu ini?"
"Sepertinya sih begitu," jawab Ozil. "Cuma yang jadi pertanyaan, kamu terlebih dahulu ketemu dokter Sakurata apa nggak? Kalau ketemu, sudah dipastikan kamu memang mengalami hal yang sama dengan para hantu ini."
"Udah, jangan sedih," ucap Lili berusaha menguatkan. "Nanti Bang Ozil pasti bantu keluarga kamu kok. Aku yakin, kamu pasti akan segera ditemukan jika sudah ada petunjuk seperti kami."
"Tapi kalau ternyata aku sudah dijadikan tumbal bagaimna?" hantu tanpa nama terlihat semakin ketakutan.
__ADS_1
"Belum tentu," bantah Cempaka. "Selama kami masih berada di sini, berarti acara ritual belum dilaksanakan. Apa lagi kemungkinan besar jasad kamu disembunyikan pada suatu tempat yang berbeda dengan kami, jadi masih banyak kemungkinan kalau kita akan selamat."
Ucapan yang keluar dari mulut Cempaka, tentu saja didukung oleh hantu lainnya. Hantu tanpa nama pun akhirnya bisa sedikit lebih lega. Begitu juga dengan Ozil.
Selang beberapa jam kemudian, orang orang yang akan membantu rencana Ozil sudah berdatangan dan mereka semua memilih berkumpul di kamar Ozil.
"Apa benar, kamu bisa melihat hantu?" tanya Marsel, tak lama setelah mereka duduk di atas lantai kamar.
Ozil pun mengangguk. "Sekarang Lalita sedang duduk di belakang anda," ucap Ozil menyebut nama asli dari hantu yang bernama Lili.
"Apa Laura juga ada di sini?" tanya William dengan tatapan yang penuh harap. Jawaban yang keluar dari mulut Ozil, langsung membuat pria itu juga merasa sedih dan mengedarkan pandangannya ke arah yang sama seperti Marsel. Leo pun menanyakan hal yang sama, dan jawaban Ozil juga sama, Mawar ada di sana.
"Mereka baik baik saja," ucap Ozil. "Mereka juga berharap, kalian bisa menjalankan rencana ini dengan baik," ucap Ozil, lalu dia menatap ke arah Seruni dan Zhang yang nampak ketakutan. "Kalian kenapa? Takut?"
"Iya lah," jawab Seruni yang sudah bergelayut pada lengan Ozil. Sedangkan Zhang menempel pada Seruni.
"Orang mereka bukan hantu jahat kok," balas Ozil sambil cengengesan.
__ADS_1
"Namanya hantu, meski nggak jahat, tetap bikin takut lah, Bang," sungut Seruni. "Oh iya, Bang, tadi waktu kita berangkat ke sini, ada yang ngikutin kita."
"Terus?" ucap Ozil nampak terkejut.
"Ya untungnya kita cepat tahu jadi kami bisa menghindar dan kami menghampiri pria pria itu," jawab Seruni lagi. "Apa para hantu nggak ngawasin penjahat, Bang? Kok bisa ada yang ngikutin kita?"
Mendengar pertanyaan dari Seruni, Ozil seketika memandang ke arah para hantu. "Kalian dari semalam mengawasi para penjahat kan? Kalian tahu nggak kalau ada penjahat yang pergi dari tempat Zhang?"
Para hantu pun tercengang mendapat pertanyaan seperti itu. Tadi saat mendengar cerita dari Seruni, mereka juga sudah cukup terkejut, ditambah dengan pertanyaaan dari Ozil. "Perasaan tidak ada penjahat yang pergi deh, Bang. Dari semalam sampai kita kesini tadi, mereka masih ada di tempatnya," ucap Lili.
"Iya, bang, dokter Sakurata juga berada di hotelnya," Anggrek menimpali.
"Terus, kalau itu bukan para penjahat, lalu siapa yang mengikuti Seruni dan Shang?" tanya Ozil, dan dijawab dengan gelengan kepala oleh para hantu.
"Apa mungkin, itu penjahat yang menculik aku?" pertanyaan yang keluar dari mulut hantu tanpa nama, sontak saja membuat Ozil dan kelima hantu terperangah secara serentak
...@@@@@...
__ADS_1