
"Harusnya, kamu lebih pintar lagi mencari anak buah!" maki seorang pria ketika mantan rekan kerja samanya dipertemukan dalam satu tempat yang sama. Setelah pertemuannya yang tidak terduga, dua pria yang usianya hampir sama itu kini duduk di salah satu sudut tempat, dimana tidak ada bangunan lain yang bisa mereka lihat selain keadaan langit yang sangat cerah.
"Harusnya kamu tahu, gerak gerik anak buah yang berkhianat itu seperti apa. Masa seorang dokter ternama, tidak bisa membedakan gelagat orang jahat sih," orang yang pernah berprofesi sebagai dukun itu terus mencibir rekan kerja samanya yang seorang Dokter ternama dari Jepang. Sedari tadi, pria yang akrab dipanggil Mbah Wiro itu terus terusan mencibir rekannya yang seorang Dokter.
Sang Dokter lantas menyeringai. "Bukankah kamu juga sama bodohnya?" dengan telak, Dokter dari Jepang itu langsung membalas cibiran si dukun. "Coba saja kalau kamu peka gerak gerik tamu yang datang ke rumah kamu malam itu, pasti kamu juga nggak bakalan berakhir di penjara seperti saat ini. Sekarang siapa yang lebih bodoh?"
Mbah Wiro langsung melayangkan tatapan tajamnya. "Itu semua kan terjadi karena ketelodoran kamu!" bentak Mbah Wiro tidak terima. "Coba kalau kamu tahu, kamu sedang diikuti, nggak bakalan aku berakhir di tempat seperti ini. Benar benar tenpat terkutuk."
"Hahaha ..." Dokter Sakurata malah terbahak. "Tanpa mereka mengikutin aku pun, orang orang itu tetap akan mengetahui tempat kamu. Mbah Wiro, pasti nggak tahu kan kalau sebenarnya tamu terakhir yang datang ke tempat kamu itu memiliki sesutau yang tidak terduga?"
Kening Mbah Wiro sontak berkerut. "Sesuatu yang tidak terduga? Apa maksudnya?" tanya sang dukun lantang.
Sakurata menghela nafasnya cukup panjang dan matanya mengedar ke arah langit langit untuk sejenak. "Aku juga sangat terkejut, saat kemarin Ozil sudah mengetahui tempat persembunyianku. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Ozil berbicara dengan seseorang yang tidak ada wujudnya."
__ADS_1
"Apa!" pekik Mbah Wiro syok. "Yang benar kamu?"
Dokter Sakurata menoleh, menatap lawan bicaranya lalu tersenyum sinis. "Itu yang aku lihat. Bukan hanya aku, semua yang ada di sana melihat kejadian itu. Sangat menakjubkan! Aku yakin, Ozil tahu tempat keberadaan kita, berkat bantuan dari makhluk tak kasat mata yang bersamanya."
Mbah Wiro nampak ternganga. Dia tentu saja sangat mempercayai informasi yang keluar dari mulut Sakurata. Sebagai seorang dukun, sudah pasti Mbah Wiro percaya akan hal mistis tersebut, meski baru kali ini dia mendengar secara nyata ada orang yang memiliki keistimewaan seperti itu. "Lalu, apa kamu punya rencana? Biar bagaimanapun, kita harus membalas perbuatan anak muda itu."
Sakurata terdiam. Untuk pertanyaan yang baru keluar dari mulut Mbah Wiro, Sakurata belum menemukanm jawaban. Apa lagi dia juga cukup dilema di dalam benaknya. Bagaimana mungkin Sakurata memiliki sebuah rencana kalau gerak gerik pria asal Jepang itu sedang dalam pengawasan berbagai pihak. Bukan hanya pengawasan dari aparat, tapi dia juga mendapat pengawasan dari kepemerintahan Jepang dan juga keluarga dari para korban.
Sementara itu di tempat lain.
"Kita kan temenan ya, Om?" jawab bocah kecil yang usianya belum genap empat tahun itu.
"Iya," balas Ozil. Pemuda itu gemas sendiri melihat tingkah bocah dalam pangkuannya. "Makan eskrimnya belepotan banget sih?" bukannya menjawab, Fazel malah terkesan acuh dan hanya membalas ucapan Ozil dengan senyuman khas anak kecil.
__ADS_1
"Udah lama, Zil?" orang yang ingin Ozil temui malah baru kelihatan wajahnya. Tadi kata Mbak Anin, Mas Ari sedng mandi, jadi Ozil memilih menunggu dengan bermain bersama anak anak sang bos. "Ada apa emangnya? kamu sampai pagi pagi datang kemari? Nanti siang kita juga bakalan ketemu di kantor kan?"
"Ya ada perlu yang sangat mendesak, Mas," jawab Ozil agak canggung. "Ini menyangkut cewek yang aku tolong itu, Mas?"
"Cewek yang kamu tolong?" tanya Mbak Anin. "Bukankah kata kamu dia sudah sadar ya?"
"Iya, Mbak," jawab Ozil. "Tapi ada masalah lain yang lebih serius yang di hadapi cewek itu, Mbak."
"Masalah serius? Apa itu?"
"Begini," Ozil lantas menceritkan semua tentang latar belakang Nirmala. Selain itu, Ozil juga menceritakan tentang keinginan Ozil untuk menolong wanita itu. Mbak Anin dan Mas Ari tentu saja terkejut begitu mendengar cerita tentang Nirmnal.
"Ya kamu cukup bijak sih, Zil, tapi Mbak boleh kasih masukan nggak buat kamu?"
__ADS_1
"Masukan? Masukan apa Mbak?"
...@@@@@@...