
"Woy! Apa yang kalian lakukan, hah!" teriak Ozil sangat lantang dengan mata yang berkobar dengan penuh amarah. Ozil langsung emosi melihat wanita yang selama ini dia tolong sedang diganggu oleh dua pria di jalan yang sangat sepi. Ozil segera turun dari motor dan dengan tangan terkepal kuat, Ozil melangkahkan kakinya menuju ke arah dua pria yang sedang menganggu Nirmala.
"Wuih! Artis kita datang, nih," salah satu dari dua pria itu terkesan meremehkan. "Kenapa? Kamu mau, jadi pahlawan buat cewek ini? Hahaha ..."
Ozil menatap tajam dua pria yang sedang tertawa meremehhkanya. Dia juga melihat Nirmala yang ketakutan karena salah satu tangannya dicengkram erat oleh satu dari dua pria itu. Nirmala bahkan sudah menangis ketakutan. "Emang apa masalahnya kalau aku jadi pahlawan buat itu cewek? Daripada kalian, jadi penjahat, sampah masyarakat. Lebih hina mana coba?" Ozil terlihat sangat menantang.
"Hahaha ... nantangin nih bocah. Kamu belum tahu siapa kita kan?" ucap orang yang sama dengan angkuh.
"Nggak pengin tahu! Nggak penting juga aku kenal sama kalian, cuma sampah masyarakat yang nggak guna," balas Ozil dan ucapannya sangat menohok sampai dua pria itu tersulut emosi karena merasa terhina.
"Sialan! Udah bre, nggak usah banyak mulut. Hajar aja langsung!" titah pria yang mencengkram tangan Nirmala. Tapi di saat bersamaan pria itu terkejut dan berteriak sangat kencang. "Akhh!" Nurmala menggigit tangan pria itu sampai cengkramannya terlepas. "Sialan!" pria itu langsung emosi dan dengan tangan terkepal, dia langsung melayangkan kepalan tangan itu kepada Nurmala.
Bugh!
"Akhh!"
__ADS_1
"Nirmala!" teriak Ozil begitu melihat Nirmala tersungkur dan hal itu semakin membuat amarah Ozil menggelegar. "Sialan!: Ozil langsung menyerang dua orang tersebut. Tidak ada pilihan lain, perkelahian satu lawan dua pun terjadi. Melihat keadaan seperti itu, Nirmala langsung bangkit dan berteriak untuk meminta tolong.
Sementara itu perkelahian berlangsung cukup alot. Meski lawan dua, Ozil masih bisa mengimbangi lawannya. Tapi sayang, tenaga Ozil juga terkuras cukup banyak sedangkan dua pria itu terus menerus menyerang Ozil. Sampai pada suatu ketika di saat Ozil sedikit lengah dengan tubuh yang limbung, sebuah hantaman keras mendarat di pipinya.
Bugh!
Ozil berteriak kencang dan tubuhnya terkulai cukup keras sampai kepalanya membentur tembok. Ozil ambruk. Kedua orang itu menyeringai. "Cuma segitu aja kekuatan kamu, hah! Hahaha ..." salah satu pria langsung mengejeknya. "Nih, rasakan senjata terakhirku," pria itu mengeluatrkan senjata tajam yang dia sembunyikan di saku jaketnya.
Ozil yang sedang tidak berdaya tentu saja langsung panik. Pria pemegang senjata tajam mendekat dan langsung mengarahkan senjata tajam itu ke perut Ozil. Tapi pria itu dibuat tertegun dengan apa yang dia rasakan dan dia lihat saat ini.
"Tanganku kenapa begini?" pria itu tergagap karena gerakan tangannya tiba tiba seperti ada yang menghentikannya.
"Tanganku seperti ada yang menahannya, ***!"
"Apa!" pria yang berdiri tak jauh dari rekannnya, memekik dan langsung maju untuk memeriksanya. "Tangan kamu kenapa?" tanya pria tersebut dengan tatapan terkejut begitu melihat tangan rekannya yang memegang pisau menggantung di udara, tidak bisa bergerak maju.
__ADS_1
"Nggak tahu, kayak ada yang menahan tanganku!" serunya lantang.
Ozil yang melihat kejadian itu juga merasa heran dan dia langsung mengedarkan pandangannya. Betapa terkejutnya Ozil saat matanya menangkap begitu banyak sosok hantu berada di sekitarnya. "Kalian!" ucap Ozil kepada beberapa hantu yang mengelilinginya.
Ucapan yang keluar dari mulut Ozil tentu saja langsung menjadi perhatian dua pria lawan tandingnya. Melihat sikap OZil yang mengedarkan pandangannya ke segala arah membuat kedua pria itu juga ikut memperhatikan di sekitarnya.
"Heh! Apa yang kamu lihat, hah!" bentak pria yang tidak memegang pisau.
Ozil menyeringai. "Arwah gentayangan di sekitar kalian," jawabnya dengan suara pelan menahan kesakitan.
"Apa!" pekik dua pria itu bersamaan. Mereka langsung celingukan dengan perasaan yang sudah tidak tenang. "Kamu mau menakut nakuti kita, hah!"
"Siapa yang menakut nakuti kalian?" bukan Ozil yang menjawab tapi sebuah suara yang tidak ada wujudnya tiba tiba menggema di telinga dua pira itu. Tentu saja suara itu langsung membuat kedua penjahat mematung dan membeku dengan kepala yang celingukan.
"Kamu siapa hah! Jangan jadi pengecut! Keluar!" bentak pria yang memegang senjata dengan wajah yang sudah pucat. Tak lama kemudian setelah pria itu berteriak, keduanya kembali dibuat terkejut saat mata mereka melihat benda benda melayang di sekitarnya. Tak hanya itu, pisau yang dipegang penjahat juga tiba tiba terlepas dari tangan dan langsung melayang mengarah kepada dua penjahat tersebut.
__ADS_1
"Tidak, ini tidak mungkin, tidak!"
...@@@@@@...