HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Di Kamar Ozil


__ADS_3

"Jangan jangan orang yang mengikuti itu adalah penjahat yang menculikku?" ucap hantu tanpa nama, yang kini diberi nama Sakura berkat informasi yang di dapat Ozil. Sontak saja ucapan hantu itu membuat Ozil dan kelima hantu lainnya terperangah secara bersamaan.


"Ah iya, Bang, bisa jadi itu, mereka yang menculik Sakura," seru Anggrek.


"Benar, itu pasti anak buah yang menculik korban baru, bang," Mawar menimpali. "Soalnya dari kemariin kita mengawasi para penjahat dan dokter Sakurata, mereka hanya berhubungan melalui telfon saja."


"Yayaya, cukup masuk di akal," balas Ozil. Kelima manusia yang ada di sana, hanya bisa melongo saat memperhatikan Ozil yang sedang berbicara dengan para hantu. Ozil lantas menoleh ke arah Seruni dan Zhang. "Kemungkinan itu penjahat lain yang menculik korban berikutnya sebagai ganti kalian."


"Apa!" pekik Seruni dan Zhang hampir bersamaan. "Berarti ada korban lainnya, Bang?" tanya Seruni memastikan.


Ozil mengangguk dengan yakin. "Dokter Sakurata menyembunyikan korban itu di suatu tempat karena para penjahat curiga, gara gara kamu dan Zhang selalu berhasil kabur dan juga bisa tinggal bareng. Makanya, Dokter Sakurata sengaja menyuruh penjahat lain untuk menculik korban berikutnya. Lebih liciknya lagi mereka hanya berhubungan lewat telfon saja, jadi para hantu tidak bisa melacak tempat korban berikutnya dimana."


"Astaga!" pekik Seruni. Semua manusia yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ozil tentunya terperangah saat itu juga.


"Apa kamu tahu kabar itu dari para hantu?" tanya Leo yang tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.


Ozil tersenyum sembari mengangguk. "Ya, para wanita kalianlah yang selama ini berjuang untuk menemukan jasad mereka kembali."

__ADS_1


Para laki laki yang mendengarnya semakin merasa sedih dibalik rasa terkejut mereka. "Sementara aku, malah nggak berbuat apa apa selama ini, di saat Lalita membutuhkan bantuan," rintih Marsel penuh dengan rasa sesal.


"Maka itu, aku sengaja mengumpulkan kalian kesini, untuk membantu membebaskan mereka," ucap Ozil. "Karena menurut aku, cuma manusia yang bisa membebeskan para hantu menemukan jasad mereka."


"Bagaimana caranya? Apa Zhang dan Seruni akan dijadikan pancingan?" tanya William.


"Sedikit," jawab Ozil. "Rencana akan aku ubah." lalu dia menunjukan sebuah kartu nama.


"Ini alamat rumah penculiknya?" tanya Leo dengan wajah kembali terkejut.


Ozil kembali mengangguk. "Aku sudah menyelidiki dari seseorang yang memiliki kartu nama itu. Dia memang seorang dukun yang cukup ternama. Cuma ya itu, pasien dari dukun itu lebih banyak wanita. Mungkin kita bisa mencari informasi dengan menyuruh wanita agar berpura pura menjadi pasiennya dengan keluhan yang berhubungan dengan wanita."


"Tepat sekali," ucap Ozil mantap. "Jika wanita suruhan kita sudah melakukan tugasnya, baru kita bertindak."


"Ya sudah, kalau begitu kita lakukan saja secepatnya, sebelum para penjahat beraksi," ucap William.


"Tunggu dulu, aku masih ada satu kendala," ucap Ozil. "Karena disini ada korban lain yang tidak tahu keberadaannya dimana, jadi itu akan cukup sulit. Kalau kelima wanita kemungkinan memang sudah berada di satu tempat."

__ADS_1


"Nah iya itu. Kalau ada korban lain yang berada di tempat berbeda memang cukup sulit," seru Zhang.


"Sebenarnya aku ada jalan keluar sih," ucap Ozil. "Tadi kan Seruni sempat cerita kalau dia dan Zhang ada yang mengikuti? Nah, nanti dua hantu ikut Seruni pulang ya?"


"Apa!" pekik Seruni dan Zhang lagi. "Kamu nyuruh hantu buat ngikutin kami?" ucap zhang nampak begitu syok.


Ozil mengangguk sembari tersenyum begitu melihat reaksi takut dari wajah kedua wanita itu lagi. "Ini kan cuma buat mastiin, mereka sembunyi dimana. Nanti para hantu biar yang mengawasi dan hasilnya akan mereka informasikan kepada saya."


"Nah, aku setuju itu," seru William. "Jadi semua korban bisa kita temukan sama sama, biar para penjahat kalang kabut."


"Tapi, wanita seperti apa yang bisa kita gunakan untuk mencari informasi? KIta kan nggak tahu, keahlian dukun itu apa saja?" tanya William.


"Intinya yang berhubungan dengan kecantikan, kayak misal pasang susuk atau apa," ucap Ozil.


"Ya udah, untuk urusan kayak gitu, biar nanti aku minta tolong sama saudaraku buat cariin," ucap Leo. "Yang penting kita harus tahu dulu, dimana letak tempat persembunyian korban yang terakhir. Sembari kita mempersiapkan diri karena sepertinya penjahat yang kita hadapi, bukan penjahat main main."


"Oke lah, aku setuju," ucap William. "Aku sudah geram, ingin memberi pelajaran pada dokter Sakurata."

__ADS_1


Acara musyawarah itu masih berlangsung dengan serius. Mereka benar benar merencanakan semuanya dengan teliti. Setelah musyawarah selesai dan para pria juga menyampaikan pesan rindunya kepada para hantu melalui Ozil, mereka semua membubarkan diri, termasuk Seruni dan Zhang.


"Duh, malam ini, aku tidur sendiri lagi," keluh Ozil. "Seandainya saja, ada wanita yang datang malam nanti."


__ADS_2