HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Rasa Tanggung Jawab


__ADS_3

"Apa kita tidak sebaiknya pergi aja?" usul William saat kakinya baru saja sampai di teras bangunan, tempat persembunyian para penjahat yang saat in sedang menerima hukuman. "Masa kita nungguin sesama pria sedang perang batang sih? Nggak elit banget, seorang William ngejagain pria yang sedang enak enak dengan wanita berbatang."


"Hahaha ..." Leo dan Marsel sontak terbahak bersamaan. "Iya juga sih. Nungguin yang normal aja aku ogah, apalagi ini, nungguin batang dengan batang."


"Hahaha ... ya udah kita pergi aja dari sini," ucap Leo. "Tapi kita bawa Sakurata, takutnya dia kabur lagi. Kita bawa dia menghadap keluarga cewek cewek kita. Kita lihat bagaimana reaksi dia nanti."


William dan Marsel tentu saja langsung setuju. Ketiga pria itu kembali masuk dan mereka harus menahan diri. Dengan sekuat tenaga mereka menahan geli saat mereka menyaksikan tiga penjahat sedang diberi hukuman. Meski belum ada satupun yang melepas baju, tapi melihat para penjahat yang sedang digerayangi oleh para wanita berbatang, membuat mereka merasa jijilk sendiri.


"Kenapa masuk lagi, Bang?" tanya salah satu wanita berbatang begitu melihat Marsel dan yang lainnya datang. "Penasaran ya? Sama permainan ranjang kami?"


"Enak aja," bantah William. "Kami akan pergi dan dokter ini harus ikut dengan kami. Dia ada hukuman lain yang harus diterima," jawab William sambil mengangkat tubuh Sakurata agar bisa berdiri.

__ADS_1


"Bang, aku ikut juga, bang, tolong," ucap salah satu penjahat lainnya. "Lebih baik aku dihukum yang lainya, Bang, pliss. Jangan hukum aku seperti ini," penjahat itu benar benar memohon, dan pastinya kedua rekannya ikut melakukan hal yang sama.


"Udah, kalian nikmati aja. Itu hukuman paling enak loh," sahut Marsel. "Kalau Dokter ini hukumannya bakalan lebih serem dari ini," sambungnya, lalu dia membantu William memapah Dokter Sakurata menuju mobil mereka.


"Kalian semua," ucap Leo kepada lima wanita berbatang. "Puas puasin main sama mereka. Tapi ingat, jangan sampai mereka kabur. Jika kalian sudah puas, segera kalian lapor kami."


"Siap, Bos!" jawab para wanita berbatang dengan sangat kompak. Leo pun menyunggingkan senyum sinisnya lalu berbalik badan menyusul dua temannya. Dia sama sekali tidak mempedulikan rengekan minta tolong para penjahat agar terlepas dari para wanita berbatang itu.


Tadi, saat dua penjahat masih berada di taman, dan Ozil mendengar rencana para penjahat, pemuda itu segera saja berpikir cepat untuk menolong gadis tidak berdosa itu. Ketika para penjahat kembali ke tempat kos, Ozil langsung bergegas pergi mengambil motor untuk mengikuti mereka. Namun sebelum dia pergi, Ozil tiba tiba mengingat tiga pria yang pernah membantunya. Saat itu juga Ozil menghubungi tiga pria itu.


Karena tiga pria yang dimintai tolong oleh Ozil, juga sedang menunggu informasi tentang Sakurata, tentu saja mereka langsung bergerak, begitu Ozil memberti tahu tentang keberadan Dokter asal jepang tersebut. Keberhasilan Ozil juga tidak lepas dari bantuan arwah wanita yang saat ini masih terpejam. Arwah wanita itu rela bolak balik demi bissa ditolong oleh pemuda itu.

__ADS_1


Begitu mendapat kabar dari Ozil tentang keberadaan Sakurata, ketiga pria itu mengajak Ozil ketemu di satu tempat dan berangkat ke lokasi buronan dalam satu mobil saja. Mau tidak mau, Ozil menitipkan motor di sebuah minimarket. Beruntung, lokasi para penjahat tdak terlalu jauh. Mungkin Sakurata memang sengaja memilih lokasi yang dekat dengan keberadaan Ozil, agar dia memiliki akses mudah dalam mengawasi pemuda itu.


Hingga waktu menunjukan pagi, Ozil terpaksa memilih pulang terlebih dahulu karena dia masih ada tanggung jawab dengan pekerjaannya. Ozil menitipkan wanita yang masih tidak sadarkan diri kepada perawat yang ada di rumah sakit tersebut. Sebelum pulang, Ozil mampir dulu ke mini market untuk mengambil motornya. Beruntung motor itu masih ada di tempatnya, karena mini market tersebut buka dua puluh empat jam penuh.


"Apa!" pekik Mas Ari begitu mendengar laporan dari Ozil. Pemuda itu sengaja menceritakan kejadian semalam yang dia alami kepada bosnya di saat jam kerja sudah tiba. "Kok kamu baru cerita? Terus Sakuratanya sudah ditaangkap?"


"Aku serahkan ke Leo dan yang lainnya, Mas. Soalnya aku harus menemani korban itu di rumah sakit," jawab ozil jujur.


"Ya udah, kalau gitu, mending untuk beberapa hari ini kamu libur kerja dulu. Nanti aku mencari penggantimu untuk sementara waktu."


Dengan senang hati Ozil menerima keputusan dari bosnya.

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2