HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Berkhianat


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan!" seru Sakurata dengan tatapan tak percaya kepada tiga pria yang tiba tiba saja menodongkan senjata tajam kepadanya. Pria jepang itu sungguh dibuat terkejut dengan sikap tak terduga yang ditunjukkan oleh tiga orang suruhannya. "Jangan bercanda seperti ini, saya nggak suka! Turunkan senjata kalian!"


Bukannya menurut dengan perintah yang diberikan Sakurata, ketiga pria itu malah saling pandang satu sama lain diiringi dengan senyuman jahat yang tergambar jelas pada bibir mereka. Hal itu tentu saja membuat Sakurata syok bukan main. Namun Sakurata masih mencoba berpikir positif kalau mereka hanya sedang bercanda. "Aku bilang jangan bercanda seperti ini! Nggak lucu! Turunkan senjata kalian!" hardiknya.


"Apa anda pikir kami sedang terlihat main main?" ucap salah satu penjahat dengan santainya. Senyumnya jelas sekali kalau senyum itu adalah senyum penuh kelicikan. "Maaf, kami menyerah menjadi anak buah anda, dokter."


Deg!


Mata Sakurata sontak membelalak. "Apa maksudnya, hah!" pria jepang itu benar benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Seperti yang saya katakan tadi, kami menyerah menjadi anak buah kamu, paham!" penjahat itu berkata dengan penuh penekanan. "Ikat dia, kawan!"


"Siap, Bro!" dua rekan dari pria itu langsung bergerak melaksanakan perintah temannya. Sementara itu Sakurata semakin dibuat panik begitu dua lengannya dipegang dengan kencang oleh dua pria itu dan dipaksa masuk lalu dia diikat dengan kencang. Semua benar benar sudah disiapkan dengan matang oleh para penjahat.

__ADS_1


"Cihh, kalian memilih jadi pengkhianat?" ucap Sakurata dengan tatapan penuh dengan amarah dan dada yang sudah bergemuruh hebat. "Kalian tahu, kan, apa yang kalian dapatkan jika berkhianat sama saya?" Sakurata mencoba memberi ancaman.


Salah satu penjahat menurukan badannya dan berjongkok di hadapan Sakurata yang terduduk dilantai. "Tahu, tentu saja kami tahu, akibat yang bisa ditimbulkan atas pengkhianatan kami. Tapi kami tidak masalah melakukan pengkhianatan ini. Karena bagi kami ini akan lebih menguntungkan."


Sakurata tersenyum mengejek. "Apa yang untung? Justru kalian akan kehilangan banyak kesempatan untuk mendapatkan uang besar jumlahnya dari saya. Kalian benar benar bodoh."


Salah satu alis mata sang penjahat naik, lalu dia terbahak dengan suara yang sangat kencang. "Hahahaha ... kehilangan kesempatan? Justru dengan berkhianat kepada anda, kami akan mendapatkan uang lebih banyak. Hahaha ..."


"Benarkah?" tanya si penjahat dengan senyum yang meremehkan. Tiba tiba tangan pria itu bergerak dan mengarah pada wajah Sakurata. Diluar dugaan, Sakurata kembali dibuat syok saat pria itu dengan paksa mencabut kumis dan jenggot yang menempel pada Sakurata.


"Apa yang kamu lakukan, hah!" bentak Sakurata dengan suara yang begitu lantang dan kini wajahnya trlihat sedikit panik.


"Sudah, nggak perlu berteriak," ucap si penjahat dengan santainya. "Sekarang anda nggak perlu melakukan penyamaran lagi. Karena wajah anda, akan membuat kami kaya raya, hahaha ..." ketiga penjahat itu terbahak dengan suara yang cukup kencang penuh dengan rasa kemenangan.

__ADS_1


Sedangkan Sakurata kini sudah semakin panik tak terkira. Dia tidak menyangka orang orang yang dia bayar dengan harga mahal berani menikamnya dari belakang. Pria bergelar dokter itu juga tidak menduga, penyamaran yang dia lakukan justru dibongkar oleh para penjahat yang dia bayar. Ada sedikit rasa sesal dalam benak Sakurata, kenapa dulu dia mengaku kalau dirinya adalah Dokter Sakurata kepada tiga pria itu.


Awal perkenalan, ketiga pria itu memang sama sekali tidak menyadari kalau dia adalah Sakurata. Namun semakin dia sering berinteraksi dengan tiga pria itu, para penjahat semakin curiga kalau dia adalah Dokter Sakurata. Apalagi tugas yang diberikan kepada tiga pria itu hampir sama dengan kejadian penculikan yang sedang viral beberapa hari ini.


Berdasarkan kecurigaan itulah, mereka terus menekan Sakurata yang sedang menyamar. Awalnya Sakurata mengelak untuk mengakui. Namun dia tidak punya pilihan lain lagi saat nama Ozil disebut beserta segala perisitiwa yang bersangkutan dengan dua nama itu. Akhirnya dengan segala kesepakatan yang mereka buat, Sakurata pun mengakui siapa dia sebenarnya.


Sungguh Sakurata tidak menyangka hal itu akan menjadi boomerang bagi dirinya. Entah rencana apa yang akan dilakukan tiga pria itu, tapi Sakurata meyakini kalau mereka akan memeras uangnya. Sakurata langsung berpikir keras, dia harus menemukan cara agar bisa pergi dari tempat itu.


"Anda pasti tahu kan, apa yang saya inginkan dari anda?" tanya penjahat yang masih berjongkok di hadapan Sakurata. "Sekarang, serahkan semua uang anda, atau anda akan mendapat kejutan yang tidak terduga!"


Tepat sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran Sakurata saat ini.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2