HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Untuk Sementara


__ADS_3

Ozil kembali terdiam untuk beberapa waktu. Melawan ucapan wanita yang sedang marah, tidak akan mudah dimenangkan oleh seorang pria. Ozil hanya bisa kembali menjadi pendengar yang baik. Meski begitu, Ozil juga memikirkan jalan keluar untuk menolong wanita itu. Biar bagaimanapun kehidupan Nirmala bertambah tidak karuan setelah dijadikan alat balas dendam dengan oleh Sakurata.


Setelah puas melampiaskan segala amarahnya, Nirmala memilih diam sembari berbaring dan memunggungi pemuda yang sedari tadi memperhatikannya. Ozil pun tidak bisa berbuat banyak, dia membiarkan Nirmala untuk beristirahat. Ozil memilih berbaring di atas sofa dengan segala pemikiran yang cukup berkecamuk. Ozil juga merasa takut, jika wanita itu memilih jalan pintas karena nasib buruk yang dialaminya.


Tak lama kemudian di ruangan tersebut datang tim Dokter, untuk pemeriksaan. Dokter berkata kondisi wanita itu semakin bagus dan dokter juga memberitahukan kalau pasisen sudah bisa pulang. Hal itu membuat Nirmala semakin bingung karena dia tidak tahu hendak pulang kemana.


"Nggak usah bingung, untuk sementara kamu bisa tinggal bersamaku," ucap Ozil yang tahu kalau wanita itu sedang kebingungan meski si wanita tidak mengatakan apapun.


"Apa nggak akan menimbulkan masalah? Nanti kalau aku digrebeg gimana?" Nirmala melempar pertanyaan yang mampu membuat Ozil tersenyum.


"Nggak bakalan, Ini kota besar dimana banyak orang yang tidak peduli dengan kehidupan pribadi para tetangganya. Lagian Bosku orang baik kok, dia pasti bakalan ngijinin."

__ADS_1


"Emang kamu tingggal bersama Bos kamu?"


"Nggak, aku tinggal di tempat kerjaku. Tenang aja," jawab Ozil lagi dengan santainya. Nirmala diam tidak merespon, tapi melihat gelagat yang ditunjukan wanita itu, Ozil tahu apa yang sedang Nirmala pikirkan. "Jangan khawatir soal pakaian, nanti aku belikan."


Wanita itu sontak menatap Ozil, lalu entah kenapa dia malah tersenyum dan senyumannya cukup membuat Ozil terpana. Ozil seketika jadi salah tingkah karena wanita itu terus menatapnya. "Kenapa menatapnya gitu banget sih?" tanya Ozil dengan menggaruk beberpa bagian tubuhnya yang mendadak terasa gatal.


"Nggak nyangka aja, ternyata di dunia ini masih ada orang baik," jawab Nirmala dengan mata terus menatap pemuda yang saat ini sedang duduk di sofa. "Aku yakin banyak wanita yang bakalan tertarik dengan kamu, Mas."


"Eh, jangan salah, hari esok nggak ada yang tahu. Bisa aja kelak kamu menemukan wanita yang tepat dan mau menemani kamu dari nol, terus kamu sukses. Past banyak wanita yang akan mengantri," uap Nirmala, dan hal itu cukup menghibur pemuda tersebut.


Ozil mencebikkan bibirnya. "Kamu juga. Mungkin saja setelah ini kamu akan menemukan laki laki yang tepat, yang bisa melindungi kamu dan membawa kamu ke arah yang lebih membahagiakan," Ozil langsung membalas ucapan Nirmala dengan perkataan yang sama. "Ya udah, karena kamu diijinkan pulang, aku mau ke depan dulu. Kamu jangan kabur loh, kamu masih dibutuhkan jadi saksi." Nirmala mengangguk sembari tersenyum.

__ADS_1


Begitu urusan rumah sakit selesai, Ozil benar benar membawa wanita itu ke tempat kerjanya. Nirmala cukup terkejut karena di sana hanya ada satu kamar dan satu kasur busa yang ukurannya untuk satu badan. Namun dia tidak mengatakan apapun. Biar bagaimanapun wanita itu masih bersyukur ada yang mau menampungnya.


"Karena ini sudah malam, kamu pakai baju aku dulu aja ya?" ucap Ozil begitu mereka berdua memasuki kamar. "Bajunya ada di lemari. Kalau mau mandi, pakai aja handuk aku. Mandinya pakai air hangat, tuh ada kompor buat masak air. Aku mau beli makan dulu." Nirmala mengangguk, dan setelah mengerti, Ozil pun kembali pergi.


"Astaga! Cuma ada kolor dan kaos," Nirmala cukup terkejut saat membuka lemari plastik dan melihat isinya. "Apa Ozil nggak pernah memakai underewar? Kok cuma ada tiga?" wanita itu pun tenpa sengaja langsung memikirkan yang tidak tidak. Dengan sangat terpaksa, Nirmala mengambil celana kolor yang kedorodan dan kaos yang cukup longgar.


Saat Ozil kembali, pemuda itu mendengar suara seseorang di kamar mandi. Senyum Ozil terkembang sembari dia mengambil beberapa alat makan dan membawanya ke kamar. Tak lupa, Ozil juga memasak air untuk minum karena tidak ada air panas di sana. Sambil menunggu Nirmala mandi, Ozil menghabiskan waktunya untuk bermain game.


Hingga beberapa menit kemudian, Ozil dibuat tertegun begitu melihat Nirmala memasuki kamarnya. Ozil sangat yakin, saat ini Nirmala hanya memakai kaos dan celana kolor saja. Hal itu cukup membuat jiwa liar Ozil mulai berkelana.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2