HANTU-HANTU CANTIK

HANTU-HANTU CANTIK
Seorang Tamu Kiriman


__ADS_3

Ozil cukup terkejut saat pulang dari taman, melihat ada orang yang tidak di kenal, sedang berdiri di depan gerbang. Untuk sesaat langkah kaki Ozil terhenti. Dengan kening yang berkerut, Ozil memperhatikan orang itu dengan tatapan menyelidik dan penuh tanya. Karena cukup penasaran, Ozil pun kembali melangkahkan kakinya untuk mendekat..


Ozil semakin heran saat orang itu melihat kedatangannya, dia malah mengembangkan senyum, seperti sudah mengenal sosok pemuda itu. Ozil pun langsung berpikir beberapa saat dan tak lama setelahnya Ozil baru ingat, mungkin orang itu tersenyum karena sudah perrnah melihat Ozil yang sedang viral.


"Permisi, Mbak, Mbak cari siapa yah?" tanya Ozil begitu langkah kakinya berhenti tepat di dekat orang itu yang tak lain adalah seorang wanita. Wanita yang masih kelihatan sangat muda.


"Cari kamu lah, Mas. Cari siapa lagi," wanita itu memberi jawaban dengan senyum yang cukup ceria. "Di sini yang namanya Ozil, cuma kamu saja kan?"


"Mbak mengenal saya?" tanya OZil lagi dengan wajah yang cukup terkejut. Meskipun Ozil sudah tahu jawabannya, tetap pertanyaan seperti itu membuat Ozil tetap merasa terkejut.


"Hehehe ..." wanita itu malah terkekeh. "Ya kenal dong, Mas. Mas kan orang yang namanya saat ini sedang viral. Ternyata aslinya Mas Ozil lebih ganteng ya, daripada yang diberita berita."


Ozil pun jadi ikut tersenyum dan salah tingkah. "Biasa aja lah, Mbak. ganteng apaan," ucap Ozil merendah. "Mbak kesini ada perlu sama saya? Emang kamu dari mana, Mbak?"


Wanita itu masih setia dengan senyumnya yang terlihat menawan. "Aku dari panti pijat, disuruh datang ke sini, Mas. Disuruh melayani kamu."

__ADS_1


Deg!


Jantung Ozil langsung bergemuruh. Mendengar kata dari panti pijat, Ozil tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk menghindari rasa canggung, akhirnya Ozil mengajak wanita itu masuk. Awalnya Ozil mengajak wanita itu duduk di taman saja, namun wanita itu menolak. Si wanita memilih duduk di tempat tertutup saja, mau tidak mau Ozil mengajaknya ke kamar.


"Sebenarnya, cukup kebetulan sih, kamu datang kesini, Mbak," ucap Ozil begitu dia dan tamunya sudah berada di dalam kamar. "Aku juga lagi pengin pijat, tapi nggak tahu tukang pijat yang ada komplek sini, dimana rumahnya."


"Kenapa nggak datang ke tempat saya aja, Mas?" balas si wanita. "Kan bos saya, kenal dengan Mas Ozil?"


Ozil lantas tersenyum. "Nggak enak lah, Mbak, kalau aku main ke sana. Kan aku nggak ada duit. Bukankah di sana tarifnya mahal?"


"Ya tetep nggak enak lah, Mbak. Orang bayaran di sana kan mahal, eh aku dikasih gratis. Terus darimana kamu dapat gaji?"


"Nggak perlu khawatir, Mas. Aku kan kesini juga karena udah dibayar juga oleh bos aku," balas wanita itu. "Ya udah, Mas Ozil pijat sekarang aja ya? Sambil kta ngobrol."


Ozil terperangah. Meski sudah pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar pijat, Ozil masih merasakan grogi karena harus membuka baju dihadapan wanita yang baru dia kenal. Mau tidak mau Ozil menuruti ajakan wanita itu. Ozil melepas kaosnya dan bersiap untuk berbaring.

__ADS_1


"Kolornya nggak dilepasin aja, Mas? Ganti kain atau sarung gitu," ucapan si wanita kembali membuat Ozil salah tingkah. Lagi lagi Ozil menurutinya. Dengan memakai sarung, Ozil sudah siap untuk dipijat.


Wanita berpakaian seksi itu mulai melakukan tugasnya dengan baik. Saat tangan si wanita sudah menyentuh kaki Ozil, pemuda itu sedikit menegang karena kaget saat tubuhnya disentuh. Namun saat merasakan kenyamanan akibat pijatan tersebut, Ozil pun mulai merasakan ketenangan.


Sementara itu di tempat lain, nampak beberapa orang sedang berbincang. Dari raut wajah yang mereka tunjukan, sepertinya mereka sedang melakukan pembicaraan yang cukup serius.


"Gimana? Apa kalian mau menerima tawaranku Ini lima puluh juta sebagai uang muka. Jika kalian berhasil, maka aku akan tambahkan lagi uangnya."


Beberapa orang dihadapan orang itu langsung saling tatap satu lain, seakan akan mereka sedang bermusyawarah melalui tatapan mata mereka. "Apa ini tidak terlalu beresiko?" tanya salah satu dari orang itu kepada pria yang memberi penawaran.


"Tidak, kalau kalian melakukannya dengan hati hati," jawab si pemberi penawaran. "Tugas kalian hanya menculik orang ini dan kalian akan saya bayar mahal."


"Biar kita memikirkannya dulu, karena orang yang kamu inginkan merupakan seseorang yang memiliki nama besar."


Pria yang sedang melakukan penyamaran secara sempurna sontak mendengus. Biar bagaimanapun pria yang sedang menjadi buronan itu harus melakukan sesuatu.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2